My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.50 Pertarungan Alpha


__ADS_3

Keduanya sudah siap bertarung pedang di aula tempat latihan biasa. Adalah arena keduanya untuk saling bertarung sampai salah satu dari keduanya terbunuh. Jika pun belum ada maka pertarungan itu akan terus di lanjutkan terus sampai ada yang mati atau mengundurkan diri.


Vlora terdiam di tempat menggenggam erat katana miliknya. Tidak jauh berbeda dengan Johson sepupunya. Yang sudah siap untuk memulai pertarungan ini.



"Melihat mu mati adalah tujuan hidup ku",ucapnya menyerang lebih dulu Vlora. Tanpa memandang Vlora sebagai sepupu perempuan. Johson memberikan terangan brutal dan menakutkan untuk Vlora.


Vlora yang sudah ahli bermain pedang, baginya tidaklah terlalu sulit untuk mengayun-ayunkan pedangan nya menahan serangan Johson. Walaupun terkadang ia di buat sedikit kewalahan di kala Johson adalah seorang pria yang memiliki tenaga lebih besar dari nya. Namun buka Vlora namanya jika harus menyerah dalam pertandingan sebelum mencoba resikonya.


Tanpa rasa takut Vlora mengambil alih menyerang Johson lebih dulu. Memukul mundur Johson dengan pedang katana miliknya.

__ADS_1


Brummm.....Brummm.......Kiki mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi agar ia lekas sampai di markas King88 berkumpul. Toh cuaca hari ini sangat cerah membuat ia tidak memiliki alasan untuk menambah kecepatan motor nya.


Di tengah kepanikan nya ini lah Kiki jadi teringat oleh perkataan sesosok wanita yang mengenakan dress biru laut waktu itu. Seorang perempuan yang berkata agar ia menjauhkan atau melindungi Vlora dari Gio. Tapi ia sendiri sudah mengetahui siapa sebenarnya Gio, dan ia tau betul jika Gio sudah bertaubat. Tapi kenapa Kiki masih belum merasa tenang, jika ia lengah sedikit saja mengawasi Vlora dari kejauhan.


Vlora melompat tinggi menendang leher pria di depannya sampai tersungkur. Gerakan lincahnya bergerak cepat menendang pedang dalam genggaman Johson.


Bakk.....Pedang dan juga pemilik pedang terlempar.


Walaupun sudah tidak berdaya. Johson yang tidak mau kalah semudah itu. Ia tergerak cepat menyerang Vlora dengan tangan kosong.


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan nya. Johson lekas mengambil pedangnya kembali untuk menyerang Vlora.

__ADS_1


"Yaaahhh.....",Tingg......Masih dalam keadaan setelah terduduk. Vlora menahan pedang Johson dengan katana milik nya.


Johson semakin menekan pedangnya agar bisa melukai lawannya. Brugkk.....Johson melayangkan tendang kuat tepat di dada Vlora sampai ia terpental jauh.


Ia tersungkur membungkuk merasakan sakit luar biasa di uluh hatinya. Di tengah-tengah penderitaan nya. Johson sudah siap berjalan ke arah nya untuk mengurangi rasa sakit nya. Yaitu siap untuk mengirimnya ke neraka.


Vlora masih terdiam di sana meremas pakaian depan dada nya, sesekali ia juga memukul untuk mengurangi rasa sakit nya. Namun nihil ia justru batuk-batuk, keringat dingin bercucuran membasahi pakaian nya.


Raka sudah sangat geram, ia sangat ingin sekali lekas tergerak menghentikan pertarungan ini. Tapi apa lah dayanya. Membantu Vlora sama dengan membuat Vlora lekas mati. Karena dalam peraturan rebutan kekuasaan. Jika kedua calon Alpha tengah bertarung. Tidak boleh ada seorang pun yang turun tangan untuk membantu. Sekalipun salah satu dari alpha tengah sekarat membutuhkan pertolongan.


Jika pun ada yang datang membantu. Maka seseorang itu dan juga alpha yang di tolong akan mendapatkan hukuman di tempat. Yaitu hukum di bunuh dengan cara tidak hormat.

__ADS_1


Raka yang sudah mengetahui aturan pertarungan ini hanya bisa terdiam dari kejauhan. Sembaring terus memohon agar Vlora lekas bangkit untuk menahan serangan Johson.


Pedang Johson sudah terangkat tinggi,"YUNA!!",teriak suara seseorang bersamaan dengan ayunan cepat pedang Johson yang siap menebas kepala Vlora.


__ADS_2