
Tiga hari telah berlalu. Akan tetapi Bryan belum mendapatkan informasi apapun lagi tentang keberadaan ayahnya. Ia yang semakin geram juga emosional karena Zion membuat sepertinya seperti orang bodoh. Zion selalu berhasil mempermainkan Bryan seperti hewan peliharaan bodoh menggunakan Kiki sebagai alat kelemahan Bryan.
Melihat Bryan akhirnya pulang kerumah setelah tiga Minggu tidak pulang. Aftar bergegas berjalan cepat menyusul Bryan yang akan masuk ke dalam liv rumah.
"Bang",panggil Aftar membuat langkah kaki Bryan terhenti."Bang Bryan sudah makan?",tanyanya.
Lama Bryan tidak membalas hingga akhir ia berkata,"Belum".
"Cepat mandi Bang biar seger, terus ayo makan bareng-bareng Bibi tadi masak makanan buanyakk....",hingga mulutnya berbusa-busa bersemangat memperagakan gairah keceriaan seperti biasa.
"Iya",balas singkat Bryan melihat kepergian Aftar.
Jauh sangat berbeda dengan Aftar. Atau sangat berbanding terbalik dengan Aftar. Afif justru langsung bertanya tode poin pada inti alasan kenapa Bryan tidak pulang ke rumah sampai berminggu-minggu.
__ADS_1
Tepat di saat kedua sudah terdiam tepat di depan liv rumah lantai bawah di saat Aftar sudah pergi dari sini.
"Ayah di culik siapa bang?",tanya Afif pada Bryan.
"Tidak perlu mengkhawatirkan ayah biarkan masalah ayah Abang yang selesaikan",
"Siapa bang?",Afif yang tetap bersikukuh dengan pertanyaan awalnya.
"Keluarga Alpha",Bryan yang akhirnya menjawab pertanyaan Afif."Jika kau ingin membantu beritahu Abang terlebih dahulu. Jangan pernah kamu melakukan sesuatu yang membuat keluarga kita menyesal".
Bryan berlalu masuk ke dalam Liv. Sementara Afif masih terdiam mematung di tempat nya. Dengan tatapan kesal penuh kemarahan. Karena ia sebenarnya tau, tau betul kenapa keluarga Alpha dari pihak bunda sangat membenci keluarga nya.
Ketiga bersaudara ini telah menikmati menu makan malam tanpa kehadiran Kiki di sana. Aftar makan dengan baik seperti biasa, akan tetapi tidak dengan dua saudaranya yang sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Kiki.
Membayangkan bagaimana keadaan Kiki. Rasanya selera makan mereka berdua hilang. Sulit untuk mereka berdua makan dengan baik sementara Kiki di luar sana sedang di sekap oleh seseorang yang sangat berbahaya untuk keselamatan Kiki.
__ADS_1
Hingga akhir setelah selesai menyelesaikan makanannya,"Kalian berdua kenapa? Kalian sama sekali tidak memiliki selera makan".
"Ada sesuatu yang kalian sembunyikan dari ku. Soalnya tidak seperti biasanya ayah dinas kerja keluar Kota berminggu-minggu tanpa memberikan kabar sedikitpun".
"Ayah beneran kerja keluar Kota?",penjelasnya kembali.
"Iya, ayah memang sedang ada dinas pekerjaan keluar Kota. Kemarin ayah telfon aku dia bilang sangat sibuk di sana jadi belum sempat menghubungi kalian berdua",kata Bryan menyakinkan Aftar."Lebih baik sekarang kalian istirahat besok kalian masih harus sekolah".
"Aku akan membawa ini ke dapur dulu",kata Aftar beranjak dari tempat duduknya membereskan wadah kotor bekas makan saudara-saudara untuk ia bawa ke dapur.
Masih terduduk di tempat yang sama,"Kenapa abang tidak mengatakan yang sebenarnya pada Aftar?".
"Cukup kita yang menderita Aftar jangan,"terdiam sejenak menjedah nada bicara,"Seenggaknya ada salah satu dari kita yang mengikuti kemauan bunda untuk menjadi selayaknya orang-orang pada normal umumnya".
Singkat cerita malam pun semakin larut. Baik Bryan ataupun Afif tidak dapat tidur dengan baik. Keduanya sama-sama sangat khawatir akan keadaan Kiki membuat pola istirahat keduanya sangat-sangat berantakan. Keduanya jadi lebih sering bergadang ataupun tidak tidur sama sekali.
__ADS_1
Hingga di suatu malam suatu kejadian yang memilukan kembali menimpa keluarga ini hingga membuat Bryan dan Afif semakin hancur. Apalagi saat keduanya harus mendapatkan kabar tamparan keras akan kebenaran sebenarnya.
Apakah itu?