My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.24 Respon berbeda


__ADS_3

Pertarungan pedang antar dua saudara sedarah dengan jenis pedang yang berbeda. Pedang Katana milik Vlora dengan Pedang Tachi milik Xana. Suatu pertarungan pedang yang paling sengit 19 tahun yang lalu terulang kembali. Dan sama-sama pertarungan pedang yang di lakukan oleh dua orang bersaudara kandung. Yang akhirnya berimbas sangat fatal pada salah satu dari keluarga yang telah di kalahkan.


Next.....


Kalap dengan amarah nya sendiri. Vlora terus menyerang brutal Xana tanpa memberikan Xana jedah waktu untuk beristirahat.


Ting....Triii..... menekan lebih kuat katana nya agar bisa melukai lawan. Brakk....Vlora tidak berusaha melukai. Melainkan ia ingin menghilangkan keseimbangan tubuh lawannya. Di saat itulah, Vlora bergerak lincah menjegal kuda-kuda kaki Xana. Membuat keseimbangan nya koya, bersamaan dengan itu Vlora mengayunkan pedangan dengan baik pada tangan Xana yang menggenggam pedang. Membuat Xana melepaskan genggaman tangan nya.


Deppp.....Xana bertekuk lutut di depan Vlora yang berhasil mengalungkan katana di leher kakak nya.


Setelah bertarung panjang yang menguras tenaga keduanya. Tibalah momen ini,"Sudah jelas, membunuh orang bukan jalan satu-satunya untuk memiliki keberanian membunuh saudara sendiri".Aku bernada dingin marah.


Xana masih terdiam tidak menyungging ekspresi wajah apapun selain datar dan dingin pada Vlora.

__ADS_1


Membuat Vlora semakin geram den marah,"Leyahlah kau baji***ngan".Memutar katana berganti posisi sebelum Jlep... Katana ini benar-benar seutuhnya mendapatkan banyak darah dari jantung Xana yang sudah tertusuk dalam sampai tembus.


Puas Vlora mencabut kasar Katana yang menancap di dada kiri kakak nya kasar. Di saat itulah tubuh Xana terhuyat, sebelum akhirnya tumbang menyamping bersimbah darah.


Vlora masih terdiam di sana. Menatap tubuh yang tersungkur bersimbah darah di depan nya. Pasti ini sangat menyakinkan untuk Vlora. Tapi baji**ngan seperti seperti dia tidak pantas mendapatkan belas kasih nya. Ataupun kata maaf dari nya.


Dia sudah menghabisi kedua orang tua nya, seluruh keluarga nya. Bahkan dia hampir saja merenggut nyawanya. Pantaskah manusia seperti dia mendapatkan maaf. Bagi ku sangat tidak pantas. Bahkan untuk di sebut sebagai manusia pun sangat tidak pantas. Untuknya yang lebih busuk dari sampah. Menghabiskan mereka yang membesarkan nya.


Berteriak sekencang-kencangnya,"VLORA BELAKANG MU,"Raka yang tiba-tiba saja berlari sekuat tenaga cepat ke arah Vlora. Berharap ia bisa tepat waktu untuk melindungi Vlora.


Jeldepp....


Namun Xana sudah lebih dulu berdiri di depannya, entah sejak kapan ia sudah bangun dari kematian. Sampai sekarang sudah berdiri di hadapan Vlora menghalangi peluru dari penembak jarak jauh yang akan melukai target nya, Vlora.

__ADS_1


Raka yang baru saja dekat segera mengambil entah pistol milik siapa di sana. Ia arahkan ke arah peluru tadi datang. Dorr.....seperti tepat pada sasaran karena seseorang berjaket hitam di sana tumbang.


Masih sangat syok dengan tindakan Xana,"Kenapa?KENAPA KAU MELINDUNGI???".Aku meninggalkan nada bicara kesal marah atau senang entah lah. Pada orang ini.


Xana hanya tersenyum tipis sangat tipis sekali. Namun Vlora masih dapat menyadari atau melihat ukiran senyum itu. Sebelum akhirnya tubuh Xana bergerak berjalan berlahan-lahan mendekati Vlora.


Tangan berlumuran darah ini bergerak dan terhenti saat sudah menyentuh ubun-ubun kepala Vlora.


Lebih mendekat lagi tubuh nya ke arah Vlora berdiri."Kamu tubuh kuat seperti ayah dan cantik seperti ibu, adik ku Vlora".Kepala yang tersandar di bahu kanan Vlora. Brugkk..... Kalimat singkat yang terucap untuk terakhir kalinya sebelum tubuh Xana bener-benar tumbang tepat di samping Vlora yang masih berdiri kokoh. Terdiam mematung seribu bahasa.


Bakk......memukul kuat meja di depan dengan kepalan tangan nya yang mengepal kuat, marah. Itulah yang saat ini Vlora lakukan. Karena sudah dua hari sejak kemarin kakak laki-laki Vlora belum juga mendapatkan informasi yang sangat kuat untuk mencari tau dalang penembakan saat itu.


Iya, di hari itu. Vlora berhasil membalaskan dendam nya. Membunuh kakak kandung nya sendiri yang telah merenggut nyawa seluruh keluarga juga kebahagiaan nya.

__ADS_1


Namun pembalasan dendam itu tidak cukup membuatnya puas. Karena diri mengambil kesimpulan jika ada dalang lagi di balik kejahatan kakaknya yang belum ia ketahui identitas nya.


Olah karena itu, ia mengutus beberapa orang untuk mengalih informasi lebih dalam tenang Xana yang selama ini bergabung dengan organisasi Mafia ZCBlack. Bahkan sampai di angkat menjadi ketua terpercaya organisasi mafia ZCBlack.


__ADS_2