My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.80 It's you, It's always you


__ADS_3

Sudah lima tahun sejak kepergian nya. Tapi tetap saja tidak ada yang berubah dari sikap juga kepribadian pria ini. Padahal umurnya sudah menginjak kepala dua. Namun seperti kepala dua belum cukup untuk membuat seseorang terlihat lebih dewasa. Benar bukan??


Mendengar suara langkah kaki seseorang melompati pembatas balkon, setelah memanjat naik ke atas,"Cih.... setelah lima tahun apakah lu tidak ada niatan untuk merubah sifat buruk lu, dasar anjing",ucap ku tengah duduk santai membaca buku di kursi gantung teras balkon kamar.


Ia yang mendengar itu hanya menyungging senyum tipis sebelum akhirnya ikut bergabung duduk di kursi kayu depan Vlora duduk.


"Wahh.... padahal cuma naik gitu saja udah sakit sekali kaki ku",ucap nya yang sudah mendudukkan pantatnya di kursi kosong depan Vlora duduk.


Menaruh kotak roti bakar yang tidak pernah ketinggalan di bawa di meja depannya,"Nanas sama melon kesukaan lu".


"Umm...",dehem ku yang tetap fokus membaca buku yang ku pegang.


"Iya di makan Yet, gue sudah susah-susah bawakan sampai nahan sakit Monyet!!".


"Gue sudah kenyang",


"Wuwww.......cari mati lu Yet!!".


"......".


Sudah sangat geram bahkan dengan tangan terangkat yang sudah mengepal. Kiki akhirnya beranjak dari tempat duduknya membawa serta kotak makanan yang ia bawa pergi.


Memperhatikan ia yang akan masuk ke dalam kamar nya,"Mau kemana Anjing?".


"Nonton tv",Cuek Kiki tetap berlalu pergi masuk ke dalam kamar Vlora meninggalkan pemilik kamar nya yang masih duduk di luar balkon kamar.


Sesaat kemudian akhirnya Vlora beranjak dari tempat duduknya untuk kembali masuk ke dalam menyusul seseorang yang tidak kunjung keluar-keluar dari dalam kamar nya.


Yang nyatanya seseorang itu masih fokus menonton acara televisi yang menyiarkan acara pertandingan sepakbola di sana.

__ADS_1


"Goll....golll....",teriaknya kegirangan tanpa menyadari kehadiran Vlora. Atau lebih tepatnya mengabaikan kehadiran pemilik kamar ini.


"Messi boyfriend.....anjing hancurkan gawang lawan",ujarnya sekali lagi.


Enggan untuk melangkah mendekat dan mengusir si berisik ini. Vlora memilih untuk berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


Sesaat setelah selesai dari kamar mandi, ia langsung berbaring di atas tempat tidur mengabaikan kehadiran Kiki yang masih sibuk menonton acara pertandingan sepakbola.


Tanpa Kiki sadari Vlora telah terlelap dalam mimpi nya di balik selimut tebal yang hampir menutupi keseluruhan tubuh nya.


Melirik ke arah jam dinding terpasang,"Jam 3",ujarnya. Ia baru berpaling melihat sekeliling kamar ini. Apa akhirnya perhatiannya terhenti melihat seseorang yang sudah tertidur pulas di tempat tidur jauh darinya.


Beranjak dari tempat tidur untuk melangkah ke tempat tidur Vlora. Kiki naik ke atas tempat tidur ini berlahan-lahan. Sangat berlahan-lahan sebelum akhirnya ia baringkan tubuh di samping Vlora yang terlelap.


Bahkan terlalu pulas(lelapnya)Vlora sampai tidak menyadari akan kehadiran Kiki yang saat ini sudah tidur di samping nya.


Kiki terdiam cukup lama memperhatikan wajah polos di hadapan yang jika bangun akan berbeda arti aura kepolosan nya.


"Monyet lu!sedang tidur saja menjengkelkan",ucap Kiki bernada rendah masih dengan terfokus pada Vlora.


+++++++++


+++++


Masih terduduk di atas tempat tidur,"Oi!Oi!Oi Anjing",menggoyang-goyangkan tubuh Kiki dengan kakinya."Bangun anjing lu kesiangan".


"Hah!?".Kiki masih hanya dengan satu mata terbuka.


"Lu sudah kesiangan, lu tidak ada pekerjaan".

__ADS_1


"CK sial",Karena terlalu terburu-buru bangun Kiki sampai tersungkur jatuh dari atas tempat tidur. Karena belum sepenuhnya.


Melihat Kiki yang terjatuh,"Eh!Lu kenapa anjiang?Gue semalam tidak apa-apa elu, sumpah".Ejek Vlora yang masih terduduk di atas tempat tidur.


Beranjak duduk di lantai, mengacak-acak surai rambut kepala nya,"Monyet lu".


"Hahahhhhhh.......".


Beranjak bangun,"Sial punggung ku",ujar nya sembaring memegangi pinggang nya.


Beranjak turun dari atas tempat tidur,"Wah serius Ki, gue tidak ngapain-ngapain lu semalam".Goda ku sekali lagi.


"Berisik monyet. Bantu gue kek, karena yang seperti ini biasanya akan hilang sakitnya kalau lu bantu".


"Mau di bantu pakai kaki atau katana di atas meja itu?".


"Monyet lu".


"Lebih baik tawarin gue mandi kek biar gue bisa langsung berangkat kerja".


"Terus lu pakai-pakaian apa? Pakaian gue?".


"Nanti ganti di rumah. Boleh tidak gue numpang mandi?".


"Iya boleh kasihan sama lansia".


"Monyet lu".


"Hahhahhhhhah......".

__ADS_1


Beruntung nya masih terlalu pagi. Tapi Vlora sudah banyak tertawa dan tawanya bukan karena paksaan dari dirinya melainkan reflek murni, jika ia sudah kembali sedikit membaik.


__ADS_2