My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.5 Pesan untuk Kiki


__ADS_3

Sesaat setelah malam yang masih harus tetap terjaga. Vlora beranjak keluar dari dalam Liv rumah untuk mempercepat diri nya sampai di lantai satu rumah. Untuk kembali ke ruang tengah di mana Kiki tengah sibuk dengan lembar soal-soal latihan matematika.


Menyadari kedatangan ku,"Bang**sat!!"Umpatnya,"Lu mandi apa bunuh diri di kamar mandi monyet".


"Sorry, sorry, I"m girl".


"Tai!!Gue sampai dapat 30 soal lu tidak balik-balik. Gila".


"Lu tidak faham, I'm girl".Aku yang sudah duduk di depan Kiki.


Beranjak dari tempat duduk nya berpindah tempat duduk di atas Sova panjang dan merebahkan tubuh nya di sana,"Sekarang gue mau istirahat, lu kerjakan sendiri. Bodoamat capek anjing".


"Iya, iya, gue kerjakan semua".Ucap enteng ku mengambil alih lembar soal-soal meledak isi kepala.


+++++


Menggeliat karena merasa sesuatu menyelimuti tubuhnya. Sayup-sayup Kiki langsung membuka mata nya. Memperhatikan sekitar ruangan yang sunyi sepi.


Lantas ia langsung melonjak bangun, duduk sembaring tetap melihat sekeliling nya mencari keberadaan seseorang. Akan tetapi tidak ada satupun yang terlihat oleh penglihatan nya.


Kiki beranjak dari tempat nya duduk, melihat buku-buku pelajaran yang juga sudah tertata rapi di atas meja. Langkah kaki jengkal nya berlalu menyusuri kediaman rumah sunyi sepi ini.


"Yuna di mana?Awas saja sampai gue di tinggal tidur....Ini beneran rumah nya?perasa gue kenapa jadi tidak enak".Batinnya mulai ragu di kala dengan keadaan rumah yang menurut nya terlalu besar dan sepi untuk di sebut sebagai rumah.


Tapp.....Seseorang tiba-tiba menepuk bahu Kiki. Ia yang sudah cukup ketakutan langsung berpaling cepat melihat si pelakunya.


"Ehh!!".Kiki yang sudah terfokus pada si pelaku,"Maaf lancang Tante, berkeliling rumah tanpa izin".Ucap Kiki langsung mengambil kesimpulan bahwa perempuan ini adalah ibu Yura.


Perempuan bergaun biru dongker berpadu biru laut, rambut tergerai panjang hitam legam cantik. Hanya menyungging senyum tipis merespon ucapan Kiki.


Merasa canggung atau tidak enak,"Maaf Tante, Yuna nya sudah istirahat?".


Lagi-lagi perempuan ini hanya tersenyum hangat merespon ucapan Kiki. Membuat Kiki tertawa kecil canggung untuk menutupi ketakutan nya. Di kala ruangan ini juga minim cahaya.


Sampai perempuan ini mulai bergerak sedikit mendekat pada Kiki. Menarik tangan kanan Kiki menggenggam tangan itu dengan kedua tangan nya,"Ibu boleh minta tolong jagain Vlora?".

__ADS_1


"Ehh??".


"Putri ibu sebenarnya seorang perempuan yang sangat rapuh, Vlora hebat menyembunyikan kehancuran nya".


"Ibu mau Kiki menjaga Vlora, melindungi Vlora, menjadi pendengar yang baik untuk Vlora. Ibu percaya kamu laki-laki.....,"Bakkkk.....Mengeplak kepala Kiki dengan buku,"Woy anjing tidur sambil jalan lu".Bentak ku.


"Itu tadi gue....,"Berpaling ke arah perempuan tadi akan tetapi Kiki sudah tidak merasakan kehadiran nya juga genggaman kedua tangannya yang dingin,'Anjing apaan itu tadi?'.Batinnya.


"Lu mau maling iya?".Menunjuk Kiki dengan buku tepal yang ku bawa.


"Ehh??Tidak be**go?Jaga ucapan lu".


"Terus lu ngapain di sini?".


"Gue nyari lu".


Mengerutkan keningnya,"Hey!??".


"Jangan salah faham anjing!!".Mendorong kening ku pelan,"Gue nyari lu karena gue pikir lu ninggalin gue tidur. Dann.....lu membuat gue mengerjakan soal-soal itu sendirian".


"Iya, iya Tante galak, gue pergi".Kiki berlalu kembali ke ruang tamu.


Selesai berkemas-kemas ia pun bergegas untuk pergi. Akan tetapi sebelum itu ia terfokus pada Vlora yang sejak tadi menunggu berkemas,"Ibu lu mana?".


"Di kerja".


"Bohong lu, gue tadi ketemu sama beliau".Ucap Kiki,"Ciri-ciri beliau rambutnya panjang terurai kan, warna rambut nya hitam legam cantik kayak lu, dia palek dress tidur panjang warna biru laut. Dan kain apalah itu warna biru dongker batik".


Mendengarkan perkataan Kiki tubuh Vlora langsung terpaku di tempat.'Bagaimana dia tau ciri fisik ibu ku sementara ibu ku'.Isi kepala Vlora yang mulai bertengkar hebat.


"Yuna!".Seru Kiki membuyarkan lamunan ku,"Lu kenapa?Lu bohong kan?".


"Gue bilang ibu gue tidak di rumah bang***sat!!Lu ngeyel muluk, ba***cot!!".Bentak ku menginginkan nada bicara ku.


Mendorong tubuh Kiki paksa untuk keluar rumah,"Pulang-pulang sana, pulang berisik!!".Brakk....Menutup pintu utama depan rumah kasar. Di saat Kiki sudah berada di depan teras rumah.

__ADS_1


Berpaling memperhatikan pintu besar berwarna coklat tua yang sudah tertutup rapat,"Salahkan lisan ku?Yuna sangat marah pada ku".Ucap Kiki entah pada siapa.


Kiki pun berlalu pergi dari sana. Kembali menaiki motor nya untuk kembali pulang di kala malam juga semakin larut.


Tanpa Kiki sadari. Kalau Vlora masih berjongkok di balik pintu. Mendekap tubuh nya seorang diri di dalam kegelapan dinginnya ubin lantai rumah.


"Nona".Seru bibi pembantu yang menghampiri Vlora dan merangkul tubuh Vlora,"Mari bibi antar, nona harus istirahat atau besok akan terlambat bangun dan tidak sarapan lagi".


"Nona Vlora harus baik-baik jaga kesehatan".


Vlora yang hanya terdiam di dalam rangkulan tangannya hangat yang menuntut langkah nya untuk pergi ke kamar tidur nya.


+++++


Kiki mengendarai motor yang dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan beraspal yang sudah sunyi sepi ini. Dari kejauhan atensi matanya tidak asing melihat sesosok pria tengah berdiri seorang diri di tepi jalan pun berlalu menghentikan motor tepat di depan pria ini berdiri.


"Bang Daniel sedang apa di sini?".Tanya Kiki pada kakak pertama nya.


"Dari mana kamu?Kenapa jam segini belum pulang?".Daniel yang justru bertanya palik pada adik ketiga nya.


Tertawa renyah sembaring menggaruk-garuk Surai rambut kepala yang tidak gatal,"Baru selesai mengerjakan lembar soal-soal latihan di rumah Yuna".


"Cepat pulang. Jangan pulang terlalu larut malam kasihan ibu waktu istirahat nya terganggu karena membuka pintu rumah untuk mu".


Yang di balas anggukan ringan oleh Kiki,"Bang Daniel tidak ikut pulang?".


"Aku masih ada urusan".Balas nya singkat dan dingin.


Sampai tiba-tiba mobil warna hitam terhenti tepat di depan Kiki memarkirkan motor. Di sini Daniel langsung berlalu beranjak masuk ke dalam mobil. Akan tetapi sebelum ia beranjak masuk,"Lekas pulang dan beristirahat".Pesannya kembali.


Mobil warna hitam tancap gas melanjutkan perjalanan. Meninggalkan Kiki yang masih memperhatikan kepergian mobil yang membawa kakak nya.


"Sebenarnya apa pekerjaan bang Daniel?Hampir setiap hari dia tidak pulang ke rumah. Sama seperti ayah membuat ibu terkadang kesulitan mengatur perannya. Bang Ikbal, bang Ifan tidak akan menurut sebelum ibu keras pada mereka. Dan ibu juga jarang di rumah, sibuk dengan restoran nya membuat mereka kadang berbuat seenaknya jidat".Gumam Kiki meratapi cari keluarga besarnya nya yang sibuk dengan kegiatan nya masing-masing.


"Mungkin besok aku akan mencari tau,"Menyalahkan mesin motor nya,"Lebih baik aku segera pulang, kasihan Vania jika aku terlambat bangun lagi".Kiki tancap gas melanjutkan perjalanan nya. Untuk kali ini ia menaikkan kecepatan motor nya.

__ADS_1


__ADS_2