
Tersenyum manis,"Sangat cantik",pujian Sion untuk Vlora yang mengenakan gaun pengantin berwarna putih. Seorang pengantin perempuan yang tengah berjalan ke arahnya.
Di hari ini. Sion dan Vlora langsung melakukan resepsi pernikahan. Tidak dihadiri banyak orang, hanya beberapa pengawal dan asisten rumah saja menghadiri acara pernikahan ini.
Sayangnya sebelum acara ini selesai. Setelah resepsi Vlora lebih dulu meninggalkan ruang acara. Sejak awal pelaksanaan Vlora memang enggan untuk terlalu lama berada di tengah acara ini. Walaupun acara ini adalah hari pernikahan nya.
Sion yang menyadari kepergian Vlora. Akhirnya ikut meninggalkan acara untuk pergi menyusul Vlora.
"Jangan lupakan janji mu Vlora",ucap Sion yang menghentikan langkah kaki Vlora.
Menghentikan langkah kaki nya,"Aku benci acara pernikahan",kata ku sebelum melanjutkan perjalanan yang tertunda ini.
Semalam tidak hanya kesepakatan melainkan juga perjanjian. Walaupun Sion mengatakan tidak bisa sepenuhnya menepati. Jika Sion tidak akan pernah berhubungan lebih dengan Vlora. Karena tujuan mereka berdua menikah untuk sebuah kesepakatan bukan cinta. Vlora masih memiliki keinginan besar untuk membunuh Sion suatu saat nanti.
Bisa di katakan jika Vlora hanya melihat Kiki untuk nya bukan Sion.
Next.....
Singkat cerita hari pun menjelang malam. Vlora bergegas berganti pakaian untuk tidur. Selesai berganti pakaian, ia berjalan keluar ruang ganti kamarnya.
__ADS_1
"Apa kau serius akan tidur di sova?",tanya Sion yang tidak mendapatkan respon apapun dari Vlora.
Vlora berlalu dan duduk di sova panjang depan televisi. Sebelum akhirnya ia membaringkan tubuh nya di sana menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang ia bawa.
BRAKK....... Memukul kuat meja di depannya sampai membuat keramik ini pecah dan meninggalkan luka goresan di punggung tangan.
"Aaaaa.....sial!!",Teriak kencang Kiki sangat marah."Kau tidak seharusnya melakukannya Yuna. Jika sudah begini aku harus melakukan apa!?",gumamnya.
Marahnya Kiki terjadi setelah ia melihat notifikasi chat dari nomer tidak di kenal yang mengirim sebuah foto pernikahan. Pengantin perempuan itu adalah Vlora. Pantas Kiki bisa sangat semarah ini.
Ia sudah berusaha melacak keberadaan pemilik nomer ini. Namun gagal nomer yang mengirim foto itu sudah tidak aktif lagi. Sial!Sangat sial!',pikir Kiki.
"Aku akan mencari di bio data pribadi keluarga alpha mungkin di sana bisa mendapatkan petunjuk",kata Jay sahabat semasa SMP hingga SMA Kiki. Beranjak dari tempat duduknya pergi ke ruangan khusus komputer.
Membuka pintu rumah setelah mendapatkan notifikasi dari Daniel. Di barengi dengan bertanya,"Bang Kiki mana bang?".
"Kiki belum pulang?",tanya Daniel balik pada Vania.
Vania membalas dengan gelengan ringan.
"Sudah dua hari ini Kiki tidak pulang ke rumah",saut Ifan yang baru saja keluar dari arah kamar ayahnya berada."Ayah sangat mengkhawatirkan Kiki".
__ADS_1
"Abang akan mencarinya",kata Daniel bersiap untuk pergi kembali."Jaga Ayah dan Vania",pesan Daniel yang sudah terfokus melihat Ifan.
Daniel berlalu pergi kembali. Di saat itulah Vania bertanya,"Bang Daniel akan membawa bang Kiki pulang kan?".
Mengelus lembut surai rambut kepala adiknya,"Pasti, bang Daniel akan pulang bersama Kiki",kata Ifan menenangkan adiknya.
"Lebih baik sekarang kamu istirahat besok masih harus kuliah. Jangan sampai kamu sakit. Biar Abang saja mengunci pintu nya",yang di balas oleh anggukan ringan Vania sebelum berlalu meninggalkan ruang pintu utama rumah nya.
"Itss...",rintih Ifan sembaring memegangi dada nya. Akan tetapi sedetik kemudian ia abaikan rasa sakitnya. Ifan segera mengunci pintu depan yang berlalu pergi ke kamar nya. Dengan langkah kaki pelan dan raut wajah yang sudah berubah pucat.
+++++
Mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan kota G.'Harus mulai dari mana?Aku bahkan tidak pernah mengetahui tempat apa yang Kiki sukai',pikir Daniel.
Sebagai kakak yang super duber sibuk. Daniel hampir tidak memiliki waktu sedetik pun hanya untuk bertegur sama dengan adik-adik nya. Ia bahkan hampir jarang pulang ke rumah.
Hanya setelah sepeninggal ibu nya saja Daniel jadi sering pulang ke rumah. Sementara selama ini ia hampir tidak pernah pulang ke rumah.
Daniel selalu sibuk dengan dunianya. Selalu sibuk dengan organisasi nya. Sehingga ia selalu mengabaikan keluarga.
Dan di hari ini ia baru menyadari juga menyesal karena tidak pernah menyempatkan waktu sedikit untuk keluarga nya.
__ADS_1
Namun bukan Daniel namanya jika harus menyerah dan terlalu terlarut-larut menyesali masa lalu. Apa yang sudah terjadi biarlah terjadi. Yang terpenting sekarang ia harus segera menemukan adiknya dan segera membawa adiknya pulang. Dirinya harus bisa menjadi pelindung keluarga nya. Karena ia ada putra tertua yang mengantikan peran kedua orang tua nya.