My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.58 Kesalahan ku bukan kesalahan mu


__ADS_3

Ketidak setujuan Vlora untuk menerima kesepakatan Kiano. Membuat Kiano sangat geram dan marah pada Vlora. Walaupun tidak bisa melampiaskan nya saat itu juga pada Vlora. Yang namanya sakit hati pasti akan tetap di balas oleh Kiano pendendam walau sedikit keterlambatan.


"Yun",


"Yun bukain pintu nya",


"Yuna",panggil Kiki mengetuk-ngetuk pintu balkon kamar Vlora beberapa kali yang tidak kunjung mendapatkan balasan dari dalam sana.


Ceklekkk...... Kiki membuka pintu balkon kamar Vlora yang ternyata tidak di kunci dari dalam. Lantas langkah kakinya berjalan masuk ke dalam kamar yang setelah di amati tidak ada tanda-tanda kehadiran pemilik kamar di dalam ruangan ini.


Tidak ingin melakukan apapun selain menunggu pemilik kamarnya kembali. Kiki memutuskan untuk duduk di sova depan televisi kamar Vlora. Sembaring memainkan game dalam ponsel sampai ketiduran.


Baru selesai dengan urusan nya, pendidikan kuliah home schooling nya. Juga beberapa latihan fisik yang harus ia jalani, dan pemeriksaan kesehatan rutin tiap tiga Minggu sekalinya. Vlora yang sangat-sangat lelah memutus naik ke lantai atas kamar nya mengunakan Liv.


Menunggu sesaat di dalam Liv akhir pintu Liv terbuka di lantai kamar tidurnya berada. Ia beranjak keluar Liv berjalan untuk masuk ke dalam kamar yang tidak terlalu jauh dari Liv rumah berada.


Ceklekkk...... Membuka pintu kamarnya sembaring sibuk membuka jaket yang ia kenakan. Langkah kakinya terhenti tepat di depan sova kamar nya.


Manik mata memperhatikan seseorang yang tengah tertidur pulas sekali di sana,"Untung belum ku lempar tas ini",batin ku. Berlalu mendekati tempat tidur menaruh tas ransel ini di atas sana. Sebelum ku tinggalkan masuk ke dalam kamar mandi.


Vlora memilih untuk segera membersihkan diri dan mengabaikan kehadiran seseorang yang tidur seperti orang terbunuh tadi.


+++++


Drumm.....Drummm......Nada dering panggilan masuk ke dalam ponsel yang masih tersimpan rapi di dalam jaket yang ia meletakkan di atas wastafel depan cermin kamar mandi nya.


Menyadari ponselnya menerima panggilan telfon dari layar ponsel yang menyalah. Vlora sudah selesai mandi bergegas keluar dari kamar mandi dengan hanya sehelai handuk yang nutupin tubuh basahnya.


*Kiano masih melakukan transaksi gelap nya, bahkan aku baru saja mendapatkan informasi jika dia baru saja menjual sepuluh anak kecil kepada pengepul gelap".Beritahu Daniel dari seberang sana.


*Suruh anak buah mu untuk menyelamatkan anak-anak itu. Uang penebusan aku transfer ke rekening mu".


*Baik Nona".


*Lakukan diam-diam jangan biarkan seorangpun mengetahui jika kita yang membebaskan anak-anak itu. Selesai bawah mereka yang masih mengingat rumah nya pulang, dan serahkan mereka yang tidak mengingat nya ke pihak berwajib".


*Baik Nona",


Panggil di akhir oleh Vlora sepihak dari seberang sini.


Ia segera memainkan jari jemarinya untuk membuka rekening bank memalui ponsel ia mentransfer sejumlah uang puluhan milyar pada Daniel untuk menembus anak-anak itu secepatnya sebelum anak-anak itu menjadi bangkai penghasil uang untuk mereka.


Next....

__ADS_1


Selesai mengenakan pakaian nya dengan baik, satu set kaos oblong hitam dengan celana panjang kulot. Vlora berjalan keluar dari kamar mandinya, sembaring perhatian nya masih memperhatikan layar ponsel yang menyalah dalam genggaman tangan kanannya.


"Yun",panggil Kiki yang sudah terduduk dengan benar di tempat nya tidur tadi.


Tanpa melihat ke sumber suara itu,"Hemm....",


"Kenapa pintu balkon tidak di kunci?".


"Lupa",balas ku yang sudah terduduk di tepi tempat tidur.


"Untung yang datang aku, coba kalau pria lain bagaimana?".


"Ada penjaga, lagian penjaga rumah ku tidak ada seburuk itu memberikan orang asing masuk. Kau di bebaskan karena aku sudah bilang ke pada mereka".


Tidak mendapatkan respon dari Kiki yang tidak biasanya langsung terdiam setelah mendapatkan penjelasannya. Vlora pun mendongakkan pandangan untuk melihat lawan bicara di sana. Lawan bicara nya yang ternyata sudah membungkuk di depannya tengah memperhatikan layar ponsel yang sembaring tadi ia genggam.


Vlora yang terkejut dengan kehadiran tiba-tiba Kiki sedekat ini kepada nya. Membuat bola mata hitam legamnya membulat sempurna, mulut sedikit terbuka.


Kiki yang ikut mendongak untuk melihat Vlora yang tanpa ia sadari tengah menatap dirinya. Membuat kedua tatapan mata ini saling bertemu sangat dekat.


Namun sedetik kemudian Vlora yang sudah tersadar dengan posisi nya, secepat kilat ekspresi wajah berubah menjadi datar nan dingin membalas tatapan sepasang mata di depannya.


"Ngapain anjing?".


"Minggir",minta ku bernada dingin.


Kiki kembali berdiri dengan baik, tidak berlalu kembali ke tempat duduknya. Ia justru menghempaskan tubuh nya tiduran di samping tempat Vlora duduk.


Tidur terlentang dengan kaki yang masih menggantung,"Lain kali jangan lupa di kunci pintu balkon nya",pesan Kiki memejamkan matanya.


"Aku akan turun untuk makan malam, jika kau lapar aku akan membawa makanan kesini".


Tidak mendapatkan respon dari Kiki, ia memutuskan untuk beranjak dari tempat duduknya. Namun pergelangan tangan nya tiba-tiba tertarik kuat membuat keseimbangan tubuh hilang sampai membuat dirinya terjatuh di atas tempat tidur.


Vlora membuka kedua mata nya yang terpejam. Di sini ia sudah mendapati Kiki sudah berada di atas nya. Mengunci pergerakan nya menggenggam kedua pergelangan tangannya kuat ke atas.


Tatapan sepasang mata di depan nya sangat berbeda dari biasanya. Tatapan ini terlihat lebih serius dan dingin kepada nya.


Membuat Vlora hanya terdiam memperhatikan tanpa memiliki niat untuk melawan melepaskan diri. Yang sudah jelas mudah untuk ia lakukan.


Lama keduanya saling terdiam hanya dengan saling membalas tatapan dingin tanpa ada ucapan lisan yang terlontar kan.


Vlora tergerak cepat mengambil alih membanting tubuh Kiki dan menindih tubuh pria ini. Tanpa kedua tangan yang menggenggam pergelangan tangan nya.

__ADS_1


Mendapatkan respon spontan cepat dari Vlora yang sudah jelas akan sulit untuk ia kendalikan. Kiki hanya terdiam tidak melawan, ia hanya menyungging senyum tipis miring kepada Vlora.


"Sudah selesai?Aku sangat lapar, sudahi drama mu",aku yang hendak beranjak turun dari atas tubuh Kiki.


Namun kedua tangan Kiki tergerak menahan dengan memegangi pinggang Vlora. Kiki engan membiarkan Vlora beranjak pergi dari atas nya.


"Lepas anjing",minta ku masih bernada sabar.


Namun itu tidak membuat Kiki tergerak untuk melepaskan pegangan tangan nya. Ia justru semakin kuat menahan dan menekan nya.


Dan lagi-lagi ia tersenyum miring tipis kepada Vlora yang menatap dirinya dengan manik mata yang sudah membulat sempurna.


Ia rasakan ada sesuatu yang mengeras di bawah sana menekan daerah kewanitaan nya. Jadi tidak heran jika Vlora menatap sedikit melotot kepada Kiki.


Kedua tangan yang memegangi pinggang Vlora merenggang. Membuat Vlora sudah dapat beranjak pergi tanpa pelawan dari Kiki. Namun ia justru masih tetap terdiam duduk di sini. Terdiam mematung.


Tangan kanan nya tergerak membuka kancing atas celana Kiki. Namun belum seutuhnya ia berhasil membukakan nya. Kiki sudah lebih dulu menggenggam pergelangan tangan kanan Vlora.


Ia beranjak bangun duduk masih dengan memangku Vlora,"Pergi saja untuk makan malam. Biarkan aku selesaikan sendiri, lagian ini adalah kesalahan ku",kata Kiki kepada nya.


Tanpa mengatakan sepatah kata. Vlora beranjak dari tempat nya duduk. Ia pergi meninggalkan kamar nya tanpa mengatakan apapun kepada Kiki yang masih tetap terdiam terduduk di sana memperhatikan kepergian nya.


+++++++


Di ruang makan di mana sudah ada salah satu asisten rumah nya yang tengah menunggu kedatangan nya. Ke ruang makan untuk makan malam.


"Selamat malam Nona",


"Hemm",aku duduk di kursi paling ujung.


Seperti keseharian biasa Vlora mengambil dan menikmati menu makanannya seorang diri. Tanpa bantuan dari asisten rumah nya yang memang tidak ia perbolehkan untuk mengambil kan nya makanan. Asisten rumah nya hanya ia suruh untuk menyiapkan makanan, bukan untuk mengambil makanan yang akan ia makan. Toh apa gunanya tangan jika semuanya dilakukan oleh asisten kita.


Karena kejadian tadi. Vlora menjadi tidak terlalu selera makan, ia hanya menghabiskan sedikit dari makanannya. Setelah itu ia berlalu pergi ke dapur untuk mengambil beberapa camilan dan minuman dingin di kulkas untuk ia bawa ke kamar. Mungkin Kiki mau memakannya, toh setiap kali yang menghabiskan camilan nya adalah Kiki.


+


+


+


+


Akiano Fernando atau Kiano. Ketua Mafia Dragon, organisasi yang sangat sering tergerak di dunia kegelapan pacar kriminal.

__ADS_1


__ADS_2