
Dua Minggu setelah hari itu. Vlora menjalani keseharian seperti biasa tanpa ada nya kehadiran Kiki selama beberapa hari ini. Entah hilang kemana Kiki. Karena sejak malam itu, ia tidak pernah lagi bertemu dengan Kiki.
Dan selama itu juga di hari ini Vlora tiba-tiba mendapat kabar dari anak buahnya, jika organisasi gangster yang kemarin menculiknya telah tiada. Vlora pikir itu karena Kiki, ia sangat yakin karena ucapan Daniel semakin menyakitkan nya.
Vlora tidak kaget ataupun syok mendengar kan kabar berita yang beredar tentang pembunuhan berantai yang misterius saat ini. Ia justru memikirkan bagaimana keadaan Kiki. Jujur ia sangat tidak tau kenapa dirinya menjadi sangat kekhawatir dengan pemuda monster itu. Padahal setiap ketemu ia selalu ribut dengannya.
Terkejut ia saat mengambil ke simpulan jika dirinya menyukai monster itu. CK, tapi dirinya sendiri juga seorang monster apa bedanya dengan dia.
Tidak ingin terlalu lama berperang dengan isi kepala. Vlora segera beranjak dari tempat duduknya. Ia berjalan keluar ruangan pribadi untuk segera pergi meninggalkan markas nya.
Berpapasan dengan Daniel di lantai bawah,"Password nya aku simpan di meja kerja mu, lakukan tanpa melakukan sedikit pun kesalahan".
"Baik Nona".
Vlora berlalu pergi tancap gas mengendarai mobil Buggati nya. Pergi meninggalkan kediaman rumah ini.
Ia pergi ke rumah sejenak hanya untuk berganti mobil. Sebelum akhirnya ia tancap gas lagi dengan mobil BMW putih.
Seperti beberapa Minggu kemarin. Di Minggu ini ia ada kelas praktek yang tidak bisa dikerjakan online. Alhasil seperti beberapa Minggu lalu Vlora harus mengikuti kelas offline di kampus.
Ia berjalan seorang diri menenteng tas ransel melewati lorong kampus untuk pergi ke kelas nya. Setibanya di sana, baru saja ia membuka pintu ruang kelas ini. Tiba-tiba seseorang terdorong akan jatuh.
Tidak menghindar, Vlora justru cekatan menangkap perempuan ini agar tidak sampai membentur ubin.
"Kau kenapa?",belum juga menjawab pertanyaan ku. Perempuan ini sudah lebih dulu buru-buru berlari menjauhi ku.
__ADS_1
Atensi Vlora berpaling melihat ke dalam kelas, di mana mereka yang awalnya memperhatikan dirinya langsung beralih fokus dengan kesibukan masing-masing. Kecuali tidak dengan tiga perempuan di sana, mereka bertiga masih memperhatikan nya. Tidak terkecuali dengan yang sedang duduk, dia menyungging senyum tipis miring pada Vlora.
Namun Vlora justru merubah ekspresi wajah nya menjadi datar dingin. Di barengi dengan langkah kakinya yang berjalan masuk ke dalam kelas, duduk di bangku yang sama.
"Hey, you name?",tanya perempuan bergaya pakai feminim yang sudah berdiri di depan bangku Vlora.
Mendongak untuk melihat sumber suara berasal,"Hyuna",balas ku dingin.
"I'm Stella",kata perempuan ini."Seperti kita akan jadi sahabat".
"Sorry, I'm don't want to",tolak ku bernada dingin.
"Kau.....", hampir atau sedikit lagi Vlora mendapatkan tamparan dari Stella yang terhenti karena kehadiran dosen pengajar yang telah masuk kelas.
"Beruntung",ucap Stella dingin berjalan kembali ke tempat duduk nya.
Sudah duduk tenang di bangku nya,"Akan ku usahakan besok",balasnya cuek.
Pak dosen hanya menghela nafas kasar sebelum akhirnya ia fokus kembali pada tugasnya sebagai dosen pengajar.
Sesaat kemudian acara belajar mengajar telah usai. Dan titik menyebalkan nya ini lah datang, karena Vlora tidak bisa langsung pulang. Ia di suruh oleh pak dosen membantu nya membawa berkas-berkas tugas ini ke meja kerjanya.
Mau tidak mau Vlora harus bersikap layaknya mahasiswa yang lain. Tidak lucu kan jika identitas privasi terungkap hanya karena hal bodoh.
Selesai mengantar berkas-berkas ia segera berpamitan untuk pergi. Inginnya ia mau langsung pulang, akan tetapi tiba-tiba ia ingin harus segera ke toilet untuk buang air kecil.
__ADS_1
Vlora segera berlari kecil ke toilet perempuan, tapi karena ia tidak pernah tau atau hampir tidak pernah pergi ke kampus. Membuatnya benar-benar sangat kesulitan sekali mencari di mana toilet perempuan berada.
Brugkk....
"Yuna",seru seseorang yang baru saja Vlora tabrak.
"Kau",ujarnya."Ahh sudahlah, kau tau di mana toilet perempuan?".
"Umm....".
"Cepat Kiki".
"Hemmm".
"Hey anjing kau mau aku bunuh".
"Aaahhh takutnya aku",di susul tawanya.
"Aku serius Kiki di mana toilet nya, aku sudah tidak tahan lagi".
"Sebelum nya kau harus menyetujui syarat ku".
"Apa??Apa??".
"Antar aku ke toilet bentar",ucap seorang perempuan yang tengah menarik teman perempuan berpapasan dengan Vlora dan Kiki berdiri.
__ADS_1
Menatap tajam Kiki,"Habis kau",ancam ku sebelum akhirnya berlalu mengikuti dua perempuan tadi.