
Fazlur yang sudah terfokus pada Kiki,"Oi!",membuat Kiki menengok ke arah nya."Lu kenapa pakai, kulit wajah buatan, kumis, tompel ,anjing??!!Kayal gembel culun tol**ol".
"Yuna ada di sini. Sangat berbahaya jika baji***ngan yang bersama Yuna menyadari keberadaan ku",jelas Kiki pada Fazlur.
"Yuna?", loading tidak memahami.
"Vlora".
Membulat sedikit manik matanya,"Serius?", Fazlur yang tiba-tiba saja sangat bersemangat."Yang mana?Anjing!!Yang mana kakak ipar ku?",sembaring melihat sekeliling ruang makan mewah ini.
Meraup kasar wajah Fazlur,"Bersikaplah biasa saja. Fokus dengan tujuan kita kesini",kata Kiki terfokus lurus melihat ke arah pintu masuk ruang makan komlomerak ini.
"Permisi Tuan",ucap kepala ruang makan."Anda harus segera bertugas para tamu sudah berdatangan".
"Siap pak, permisi",Kiki yang langsung menarik Fazlur menjauh untuk melaksanakan tugas mereka dengan pakaian pelayan. Sebagai pelayan ruang makan ini.
Kiki dan Fazlur menyamar menjadi pelayan ruang makan. Keduanya di tugas untuk mengantarkan makan juga minuman dari meja satu ke meja yang lain.
"Permisi",Kiki yang membawa nampan pesanan minuman ke mana?Ke meja tempat Vlora dan Sion tengah menikmati makanan dinner .
Walaupun dengan tatapan biasa saja, tapi dalam hati Vlora sudah tertawa terpingkal-pingkal. Bahkan ia sampai sengaja menjatuhkan pisau makan miliknya ke lantai.
Tepat saat Kiki hendak pergi meninggalkan meja nya. Di saat Vlora membungkukkan badan untuk mengambil alat makan yang terjatuh. Sebagai pelayan yang baik Kiki pun membantu mengambilkan.
__ADS_1
"Anjing tol***ol!! Kenapa sampai ceroboh?",umpat ku yang pasti sangat jelas di dengar Sion dan Kiki yang tidak di kenali Sion.
Sion bahkan sampai terdiam sejenak membulatkan manik matanya melihat Vlora. Yang marah karena kesalahannya sendiri.
Vlora yang sudah duduk dengan benar, melihat dingin sekilas Sion."Aku kesal anjing",nada bicara dingin.
"Maaf, biar nyonya tidak marah. Saya permisi untuk mengambil peralatan makan yang baru",kata Kiki lekas pergi.'monyet lu!gue tidak sanggup menahan tawa',pikir Kiki yang berjalan menjauh.
'Dasar anjing be***go',pikir Vlora mijat-pijat pelipis agar tidak sampai meledak tawa semenjak tadi ia tahan-tahan.
Sion yang sudah terfokus pada Vlora,"Kenapa?".
"Memikirkan cara untuk membunuh mu".
Sesampainya di dapur. Kiki langsung mengeluarkan suara tawanya sembaring memegangi bahu Fazlur sebagai penjaga keseimbangan tubuh nya.
Melihat sahabatnya menjadi kurang waras, yang katanya setelah bertemu dengan Vlora tadi sore. Membuat Fazlur hanya bisa terdiam sembaring menjinjing sebelah alihnya heran. Bahkan sesekali Fazlur menempelkan punggung tangan nya di keinginan Kiki untuk memeriksa tekanan kewarasan sahabat nya.
Sampai Kiki menjadi kembali membaik,"Antar alat makan ke meja mawar putih. Dan bersikaplah biasa saja",Kiki menepuk bahu Fazlur sebelum berlalu pergi dengan raut wajah serius.
Bagaimana dengan Fazlur?Dia bergegas mengambil alat makan bersih. Dan tancap gas pegi ke meja yang Kiki maksud.
"Permisi, selamat malam Nyonya", Fazlur yang hanya melihat kehadiran Vlora dan mengabaikan kehadiran Sion.
__ADS_1
Vlora yang melihat nya menyungging senyum tipis pada Fazlur.
Menaruh alat makan yang bersih di atas meja,'Pantas cinta sekali anak anjing. Orangnya saja kayak gini',pikir Fazlur terlalu terpesona dengan penampilan perempuan Vlora. Dress hijau pupus, gaya rambut di biarkan tergerai dengan sedikit hiasan kepala yang menjepit surai rambut nya. Jangan lupakan sentuhan makeup tipis yang Vlora kenakan. Terkesan natural yang sangat sempurna.
"Anda mau pergi sendiri atau aku yang.....",memotong perkataan belum terselesaikan Sion."Tenang tuan, saya permisi".
Sion yang sudah terfokus pada Vlora,"Dapatkan kau menatap pelayan seperti menatap ku".
"Aku menatap sesuai dengan apa yang kau mau",kata ku dingin."Kau bilang aku harus bersikap ramah. Agar mereka tidak menyadari jika aku sadra mu",lanjut ku.
Sion memang terdiam. Namun sorot matanya mengatakan hal lain untuk Vlora.
++++++
Clekkk..... Kiki sudah siap dengan peralatan senjata api juga beberapa belati yang ia simpan rapi. Juga sarung tangan hitam yang sudah ia gunakan.
Fazlur yang sudah menyelesaikan tugasnya lekas menyusul Kiki ke kamar. Ia yang sudah masuk ke dalam kamar. Memberikan Kiki satu lembar kertas kecil,"Alamat kamar kartu AS. Kau harus segera ke sana sebelum dia siuman. Aku akan lewat di luar kamarnya jam 12 malam untuk mengambil jazadnya".
"Hem",
Berganti wajah serius menjadi sumringah tersenyum genit pada Kiki. Terlihat sangat mengerikan untuk Kiki.
"Cantik Anjing!!Sudah berapa lama kau sama Nona Vlora?".
__ADS_1
"Fokus tol**ol",menatap tajam Fazlur.