
Dua hari telah berlalu. Dan benar saja kabar tentang Kiki. Jika pada akhirnya Kiki telah tertangkap oleh pihak keamanan saat sampai di pelabuhan.
Sampai selama hari ini. Kiki telah mendekam di penjara yang jauh dari kota G. Walaupun pun demikian Vlora yang memiliki kekuatan luas telah kembali lagi. Dengan segala cara nya Vlora memutuskan untuk menemui Kiki sembaring mencari cara halus untuk mengeluarkan Kiki dari jeruji besi penjara.
Di tambah lagi setelah Vlora mendapatkan informasi langsung dari orang dalam nya, jika Kiki telah melewati sidang awal dan terancam di kenai hukum mati karena telah melakukan pembunuhan berencana pada Sion.
Di ruangan khusus untuk menjenguk para narapidana yang seharusnya tidak boleh di jenguk oleh satupun keluarga nya. Di hari ini, setelah hari berganti dengan Daniel. Vlora akhirnya dapat menemui Kiki secara langsung di ruangan khusus ini.
Kiki memasuki ruangan dengan pakaian orange seragam penjara dan duduk di depan Vlora yang tengah menunggu kedatangan nya.
Masih dapat menyungging senyum tipis,"Hoyy!",sapa Kiki sembaring mengangkat tangan kanannya yang terborgol dengan tangan kirinya.
Pakk.....memukul ubun-ubun kepala Kiki dengan genggaman tangan mengepal,"DASAR ANJING BODOH!",bentak ku.
"Ad..aduh!! Salah apa lah aku?",mengelus lembut ubun-ubun kepalanya.
"Banyak salah mu",masih dengan nada bicara tinggi."Apa yang kau lakukan akan membuat kau di hukum mati bodoh. Dan bisa-bisa nya kau tersenyum seperti orang gila".
"Emang sih!",ucap Kiki."Aku kan udah gila dari dulu".
__ADS_1
"Mmm....",geram hendak kembali menghajar Kiki namun di tahan."Kamu tidak kasihan sama Vania apa? Dia mencari diri mu?".
"Secepatnya aku akan segera menemui nya",balas Kiki dengan enteng nya.
"Kiki. Orang yang kau bunuh bukan anak orang sembarangan. Aku yang memiliki kekuasaan besar pun belum kunjung mendapatkan informasi tentang bio data nya".
Terfokus menatap lawan bicara nya,"Aku pikir kamu sudah mengetahui semuanya".
Vlora menatap balik Kiki penuh pertanyaan tidak memahami apapun maksud perkataan Kiki.
++++
Singkat cerita waktu pertemuan telah usai. Vlora sudah dalam perjalanan kembali ke apartemen penginapan nya selama di kota ini.
Sekian lama berbicara panjang lebar akhirnya topik obrolan ini berakhir saat Daniel berlalu meninggalkan rumah apartemen ini. Meninggalkan Vlora seorang diri yang masih terduduk di sova panjang ruang tamu rumah apartemen ini.
++++
Berbaring di ranjang tempat tidur penjara,'Keributan apalah itu berisik kali, sudah tidak bisa tidur makin tidak bisa tidur aku',pikir Kiki geram berbaring di selnya sendiri sembaring mendengar kebisingan di luar sel nya.
__ADS_1
Ia beranjak bangun. Untuk mencoba mengutip melihat dari balik jeruji besi yang ia tempati. Namun belum ia sempat melakukan nya. Teman satu selnya berkata,"Jangan di lihat jika kau tidak ingin menjadi sasaran selanjutnya".
Oh!Perlu kalian ketahui jika setiap sel di penjara ini. Hanya di isi oleh dua orang nara pidana. Dari semua jumlah sel yang ada sampai bertingkat-tingkat setiap ruangan tetap di isi dua orang nara pidana. Hanya nara pidana bermasalah saja yang akan di asing kan sendiri selama beberapa hari.
Next....
"Hemm",Kiki menurut dan mengurungkan niatnya. Ia memilih kembali berbaring untuk berusaha memejamkan mata dan tidur.
Di keesokan harinya. Kiki dan satu teman selnya, Nikolas atau Nik. Berjalan beriringan pergi ke kantin penjara untuk sarapan bersama. Sebelum melanjutkan rutinitas sebagai nara pidana. Akan tetapi karena ada kerumunan di depan tidak terlalu dari jalur yang mereka berdua lewati. Menarik kedua untuk mendekatkan dan melihat sebelum pergi ke kantin.
Sekian lama setelah berdesak-desakan untuk melihat apa yang kerumunan ini lihat. Akhirnya Kiki dan Nik melihat apa yang seharusnya tidak mereka lihat. Apa yang pada akhirnya merusak mood selera makan mereka berdua.
Mereka semua yang berkerumun tengah melihat jazad nara pidana yang di duga jatuh bunuh diri dari lantai 10 penjara. Tubuhnya bersimbah darah dan sekujur tubuhnya penuh luka.
Kiki yang melihat sempat berpikir apa yang terjadi pada jazad ini mungkin ada hubungan nya dengan keributan kemarin malam. Kenapa mengambil kesimpulan demikian? Karena apa yang di dengar kemarin malam seperti seseorang pria yang tengah di hajar bersamaan. Namun Kiki mengabaikan karena Nik.
Nik tiba-tiba menarik kerah pakaian Kiki. Membuat keduanya menjauh dari kerumunan melanjutkan perjalanan pergi meninggalkan tempat ini.
Sempat heran, akan tetapi lagi-lagi Kiki enggan untuk menanyakan pada Nik.
__ADS_1
"Cepat tangkap",perintah ku pada seseorang di seberang sana melalui panggilan telepon suara,"Dalam keadaan sekarat tetap bawa ke hadapan ku".
Tuttt..... mengakhiri panggilan telepon sepihak dari seberang sini. Vlora menatap lurus ke depan sembaring meremas gawai yang masih dalam genggaman tangan kanannya.