My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Season.120 Hampir ketauan


__ADS_3

Singkat cerita sudah satu bulan lamanya. Bryan dan Juan menjalani kehidupan seperti layaknya kehidupan orang-orang normal pada umumnya sebagai remaja mahasiswa.


Berangkat kuliah, nongkrong jika di perlukan, atau tidur seharian di rumah. Suatu hal yang sangat membosankan menurut penglihatan orang tuanya. Tapi tidak dengan sudut pandang mereka berdua sebenarnya.


Karena tanpa sepengetahuan kedua orang keduanya. Bryan dan Juan telah mendirikan organisasi kecil yang bergerak untuk menghentikan beberapa kerusuhan karena ula para mafia-mafia dan Gangster tidak bertanggung jawab.


Padahal organisasi mereka berdua juga tidak jauh lebih gelap dari organisasi lain. Walau sering bergerak hanya berdua akan tetapi keduanya tidak segan-segan untuk langsung menghabisi target di tempat. Menghilangkan barang bukti dengan menghancurkan tubuh target atau merubah bentuk tubuh terget. Kejam tapi itulah yang keduanya dapat melakukan dari pada harus merenggang nyawa saat melaksanakan tugas.


"Sial",umpat Juan berjalan cepat menyusul Bryan yang akan keluar gedung kampus.


Di rasa sudah dekat,"Ada kegiatan",


"Iya",


Percakapan singkat keduanya yang secepat langsung di akhir sebelum para mata-mata kedua orang tua keduanya melihat gerak-gerik mencurigakan.


Iya, sejak kejadian di malam itu. Kedua orang tua keduanya juga menjadi dua orang tua yang sangat-sangat posesif dengan kegiatan anak-anaknya. Bahkan sampai menyuruh mata-mata untuk mengawasi keduanya. Walau kedua belum mengetahui wujud asli mata-mata itu. Keduanya yang memang sudah mengetahui menjadi sangat hati-hati saat akan melakukan sesuatu.


Singkat cerita malam pun tiba. Bryan berlalu berjalan masuk ke dalam kamarnya lebih awal. Bukan untuk beristirahat melainkan untuk bersiap-siap pergi.


Selesai mengemas beberapa barang yang ia butuhkan ke dalam tas ransel berukuran sedang. Bryan segera mengenakan jaket hitam nya sebelum akhirnya ia berjalan mendekati pintu kaca balkon kamarnya.


Dari atas teras balkon kamar Bryan melihat suasana sekeliling nya,'Suasana sepi membuat ku khawatir',pikirnya tetap bergerak turun berlahan-lahan dari lantai atas rumahnya.


Tokk.... Tokk.....Tokkk...


"Bryan ini bunda",kata Vlora di luar kamar Bryan. Tidak mendapatkan balasan dari Bryan. Vlora kembali berkata,"Kamu sudah tidur?"


Clekkk.... mendapati pintu kamar tidak terkunci Vlora pun langsung berjalan masuk ke dalam begitu saja.


Mendapati suasana kamar yang sangat gelap gulita Vlora sempat berpikir Bryan sudah tidur. Namun saat Vlora tidak mendapatkan Bryan ada di atas tempat tidur. Vlora lekas menyalahkan lampu kamar Bryan.


"Bryan",ujar Vlora yang segera menyalahkan ponsel dalam genggaman tangan nya untuk menghubungi seseorang di seberang sana.

__ADS_1


"Sudah lu bawa?",tanya Juan pada Bryan yang baru datang. Yang mendapatkan balasan anggukan kepala Bryan.


"Tapi sayangnya tidak bisa bergerak. Ada anggota bunda mu yang datang",kata Juan terfokus melihat lawan bicara.


"CK lantas kenapa lu menyuruh gue tetap datang".


"Karena gue membutuh flashdisk yang lu bawa. Semua informasi yang sudah gue dapatkan gue simpan di flashdisk yang lu bawa".


".....".


"Lebih baik kita segera pulang sebelum orang rumah menyadarinya",ajak Juan.


"Hmmm".


Dalam panggilan Telepon.


*Jay".


*Apa?".


*Iya....Ada apa?".


*Beneran coba periksa. Bryan tidak ada di rumah soalnya".


*Tidak mungkin, coba kau periksa baik-baik. Mungkin saja dia sedang bersembunyi di pojok rumah. Rumah kau kan besar dan luas. Kalau kabur tidak mungkin kan kau sudah menyiapkan penjaga rumah yang ketat".


*Masalahnya dia adalah anak ku Jay".Kiki yang sangat sadar betul sikap, sifatnya di masa lalu banyak sekali menurun ke putra sulung nya.


*Hmmmm.......benar juga".


*Cepat lihat Jay".


Panggilan di akhir sepihak oleh Kiki dari seberang sini.

__ADS_1


Kiki beralih untuk menghubungi orang rumah. Sebelum akhirnya ia tancap gas meninggalkan kantor nya untuk segera kembali pulang. Di kala di usia kandungan Vlora yang sudah menginjak 9 bulan mendekati persalinan. Cemas sedikit pasti akan berbahaya untuk kandungan nya.


Next....


Berjalan masuk melalui jalan belakang rumah,"Bunda kenapa masih di sini?",tanya Bryan berjalan mendekat ke arah Vlora duduk di sova ruang tamu.


Tidak mendapatkan respon apapun dari Vlora Bryan pun berjalan lebih mendekat.


Di kala Bryan sudah dekat. Vlora langsung mencubit lingkar perut Bryan,"Aaa...aduh, aduh, Bun, aduh!! sakit Bun, sakit", menggeliat-geliat berharap Vlora segera melepaskan cubitannya.


"Kamu dari mana saja Bry?Hobby sekali membuat bunda khawatir",marah Vlora masih mencubit Bryan sampai akhir ia lepaskan.


Setelah terlepaskan dari cubitan kepiting Alaska, Bryan langsung mengangkat pakaian ke atas untuk melihat bekas cubitan yang memerah bengkak itu,"Aaaa.....bunda!",ujarnya.


"Merah Bun",


"Kamu belum jawab pertanyaan bunda?",bernada dingin Bryan.


"Aku habis jalan-jalan di taman belakang Bun. Cari refreshing sebelum main game semalaman".


Bakk.....Baru juga selesai menjelaskan tiba-tiba saja tangan mengepal memukul ubun-ubun kepala Bryan.


"Aduh",reflek sedikit membungkuk sebelum akhirnya mengelus-elus lembut ubun-ubun kepala nya."Aduh kalian berdua kenapa? Suka sekali membuat anaknya kesakitan".Marah Bryan berlalu pergi begitu saja.


Menatap kepergian Bryan,"Mau kemana kamu?".


"Tidur, menyeramkan terlalu lama di dekat kalian",kata Bryan tanpa menghentikan langkah kakinya menaiki tangga rumah.


Singkat cerita setibanya di kamar. Bryan buru-buru segera menurut pintu kamarnya dan cepat mengunci pintu kamar dari dalam.


Di susul ia berlalu menghempas tubuh nya ke atas tempat tidur,"Untung Juan langsung memberitahu ku",gumamnya bernafas lega.


Saat dalam perjalanan kembali pulang. Bryan yang belum mengetahui apapun hendak kembali melalui jalan yang sama untuk masuk ke dalam rumah. Akan tetapi setelah mendapatkan notifikasi chat dari Juan. Bryan lekas memutar otak untuk mengambil jalan lain masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Alhasil setelah ia berhasil naik ke atas balkon kamar. Bryan kembali turun ke lantai bawah dengan gaya berpakaian yang berbeda dan berjalan masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang rumahnya. Dengan alasan seperti ia baru saja selesai jalan-jalan di taman belakang rumah.


__ADS_2