My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Season.143 To me


__ADS_3

Antar kabar bahagia atau tidak, yang jelas situasi saat ini sangat tidak menentu. Saat ini saja keadaan Daniel yang telah siuman juga tidak dalam keadaan baik-baik saja.


Daniel memiliki luka cukup serius di otak berakibat pada keseluruhan tubuhnya yang lumpuh total. Walaupun ia sudah siuman setelah berbulan-bulan koma.


Bahkan sampai Aftar sudah di perbolehkan keluar Daniel masih harus menjalani perawatan intensif di ruangan khusus.


Iya, walaupun keadaan kesehatan Aftar sendiri belum sepenuhnya membaik, ia yang seharusnya masih harus di rawat justru memaksa untuk pulang ke rumah.


Dan di hari ini. Aftar memaksa untuk ikut Afif menjenguk Daniel ke rumah sakit. itupun dengan keterpaksaan Afif menuruti keinginan Aftar yang sangat keras kepala. Di suruh istirahat di rumah malah keluar-keluar rumah.


"Bang",panggil Aftar.


"Lu tadi panggil gue?",dengan ekspresi sedikit terkejut heran.


"Tidak, panggil iblis",ketus Aftar pada Afif yang fokus mengemudi mobil.


"Katanya lu lebih tua dari gue, jadi gue panggil lu Abang. Salah kah gue?".


Membalas cukup lama,"Tidak".


"Nanti sepulang dari RS ke makam bunda dan bang Bryan bisa?".


"Tapi nanti Abang mau nemuin kamu sama seseorang".


"Siapa? Pacar Abang",

__ADS_1


Seketika mendapatkan tatapan tajam sekilas dari Afif. Membuat Aftar justru tertawa renyah tanpa dosa.


"Baiklah ke makam bunda dan bang Bryan nanti saja setelah ketemu seseorang itu",di susul senyum jahilnya.


Afif yang biasanya tidak tergoda sedikitpun dengan kejahilan adiknya. Di hari ini ia justru menyungging senyum tipis senang juga bahagia adiknya selalu bahagia walaupun dalam keadaan tidak baik-baik saja.


++++


Singkat cerita sampailah Afif dan Aftar di rumah sakit tempat Daniel di rawat. Dan kebetulan sekali saat itu Daniel sedang dalam keadaan sadar, siuman.


"Aftar",panggil Daniel lirih membuat Aftar langsung semangat menerobos ke bari paling depan mendekati Daniel yang berbaring.


Ifan yang saat itu bergantian dengan Vania menemani Daniel berkata,"Fikss dia titisan Kiki".


"Ada Om? Om mau ajak Aftar jalan-jalan kalau sudah sembuh, atau mau transfer uang buat beli eskrim setoko?",Aftar dengan semangat yang tidak pernah ada habisnya.


Tersenyum tipis,"Dasar, benar-benar seperti Kiki dua",kata Daniel masih bernada pelan namun masih dapat di dengarkan jelas oleh mereka bertiga.


"Aftar mau sembuh?".


"Tidak boleh. Apapun keadaan Aftar saat ini, Aftar tidak mau sembuh dengan mengorbankan hati orang lain. Tidak ada",tegas Aftar seakan-akan sudah sangat faham maksud dari ucapan Daniel.


"Lebih baik Om fokus saja dengan kesembuhan Om tidak perlu mengkhawatirkan aku. Entah aku akan tetap hidup ataupun mati aku sudah ikhlas",nada bicara naik yang di akhir semakin bernada rendah.


"Ayo bang",Aftar berlalu pergi lebih dulu meninggalkan ruang kamar rawat inap Daniel.

__ADS_1


Sesaat kemudian. Afif baru menyusul Aftar keluar kamar rawat inap Daniel. Dan berlalu pergi bersama-sama meninggalkan rumah sakit.


Di sepanjang perjalanan sampai mobil ini kembali berhenti. Aftar tetap terdiam membisu. Enggan untuk bertanya apapun kepada Afif, ia hanya terdiam mengikuti langkah kaki Afif yang entah akan membawanya kemana.


"Afif",seru suara perempuan membuat perhatian Aftar tertuju melihat sumber suara."Ada dua",Zalfa sedikit terkejut melihat kemiripan wajah di depannya.


Zalfa seorang perempuan yang tengah mengendong bayi dalam gendongan nya. Melihat Afif dan Aftar berganti.


"Dia Aftar adik saudara kembar ku",Afif memperkenalkan.


"Hem...pantas kalian sangat mirip".


"Dia...".


"Kak Zalfa dan yang ada di gendongan nya anak bang Bryan, Binzo".


Menujuk kaget sangat-sangat kaget,"Ehh!!!Bang Bryan ada anak. Bagaimana bisa?".


"Kak Zalfa ada minum dingin".


"Kalau harus kenapa tidak bilang, ayo masuk ambil sendiri di kulkas",ajak Zalfa pada Afif dan Aftar.


Aftar yang terkesan sangat humoris setelah di pertemukan dengan Binzo, ia adalah orang yang paling tidak bisa membuat Binzo berhenti tertawa dengan ada saja tingkah candaan nya.


Sepanjang hari Aftar habiskan bermain bersama Binzo dan mengabaikan Afif yang tertidur di sova panjang di dekatnya. Sementara Zalfa sibuk membereskan beberapa pekerjaan ringan rumah. Mumpung ada yang menjaga anaknya.

__ADS_1


__ADS_2