My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.19 Di Landa kehancuran


__ADS_3

Pertahankan Kota G menjadi melemah sejak hilangnya Vlora sebagai pemimpin Mafia King88. Hilang dari tanggung jawab nya sebagai ketua mafia membuat ketua ZCBlack memiliki peluang besar untuk masuk ke dalam Kota G dan menghancurkan seisi Kota. Membuat rakyat nya menderita seperti Kota-Kota lain yang berhasil di kuasai.


Hal itu sudah terjadi selama empat Minggu ini. Akan tetapi Daniel, Raka ,begitu juga Kenan tidak tinggal diam. Walaupun hanya bertiga, mereka bertiga berusaha sekeras mungkin memperkuat penjaga perbatasan Kota. Agar tidak ada seorang pun anggota ZCBlack yang masuk dengan mudah nya.


Yang pada akhirnya mereka bertiga tidak mungkin bisa mengatasi. Karena ZCBlack memiliki Genius Xana dan rekan-rekan nya yang tidak bisa di remehkan.


Raka beranjak turun dari dalam mobil nya setelah memarkir mobil nya dengan baik. Mulai melangkahkan kaki ke depan teras rumah mewah yang berdiri kokoh di depan nya. Rumah kediaman keluarga Altrio yang di beli oleh putri nya sendiri Hyuna Vlora Queensha.


Raka menekan tombol bel rumah beberapa kali berdiri di depan pintu utama menunggu seseorang membukakan pintu untuk nya.


Stakk....Clekkk.....Pintu besar ini berlahan-lahan terbuka sedikit. Menampilkan sesosok wanita setengah paru baya di dalam sana.


"Selamat siang bi. Vlora nya ada di rumah?".Raka langsung pada tujuan nya datang ke sini.


"Maaf Tuan. Nona tidak mau di ganggu oleh siapapun".Ingin menutup pintu kembali akan tetapi Raka tahan,"Dia tidak akan mengusir ku, izinkan aku masuk".Ucap Raka begitu sakin akan apa yang baru saja ia ucapkan.


"Baiklah Tuan Raka. Namun jika nona Vlora tidak ingin bertemu tuan mohon segera pergi. Nona Vlora sudah cukup hancur Tuan".Kata Bi Nur menunduk pandangan nya.


Masih memiliki keyakinan penuh pada Vlora,"Dia adalah anak Tuan Aldi, bi .Tidak mungkin dia menyerah sebelum dia memulai nya".Raka sebelum berlalu pergi pergi ke lantai atas di mana kamar Vlora berada setelah mendapatkan informasi dari Bi Nur.


Berdiri di depan pintu coklat kamar Vlora. Tokkk.....Tokkk.....Tokkk.....,"Vlora aku tau kau di dalam".


"Aku mohon keluarlah Vlora Kota sangat membutuhkan kamu. Kota dalam bahaya, ZCBlack memulai pergerakan nya untuk masuk ke dalam Kota. Rakyat Kota G akan hancur tanpa mu Vlora. Dan Adik ku akan sangat marah pada ku".Kata Raka menurunkan pandangan nya.


"Aku gagal melindungi adik ku, aku tidak mau gagal melindungi mereka semua".


"Kau saja gagal melindungi satu orang, lantas bagaimana dengan ku yang gagal melindungi seluruh keluarga ku".Respon ku tanpa membukakan pintu kamar nya untuk Raka.


Menyadari tidak ada balasan dari luar kamarnya,"Pergi saja urus saja urusan mu jangan libatkan aku, jika kau ingin melindungi mereka semua".Kata ku masih sama tidak membukakan pintu kamar nya untuk Raka.


+++++++


Menjelang larut malam. Vlora masih terjaga duduk tenang seorang diri di atas Sova depan pintu kaca balkon rumahnya. Memperhatikan setitik kecil bercahaya yang bertebaran banyak di langit biru gelap atas sana.


Tatapan manik mata yang sayup seperti biasanya. Tatapan yang sangat lelah menanggung beban kisah hidup yang sangat berantakan sejak kecil.


Kedua orang tua yang di terbunuh di depan matanya. Seluruh pekerja rumah nya yang di bantai, kejam. Semuanya mati di tangan kakak kandung nya sendiri. Yang selama ini ia kenal sebagai sosok kakak yang sangat sempurna untuk nya. Justru mematahkan keyakinan nya dalam satu malam. Menggoreskan luka yang tidak mungkin bisa di sembuhkan sampai sekarang.

__ADS_1


Tanpa di sadari. Vlora sudah memegang senjata api di tangan kanan nya yang mulai tergerak naik. Terhenti tepat saat ujung pistol sudah menyentuh pelipis kepalanya.


Vlora yang tidak mengekspresikan kesedihan ataupun ketakutan,"Aku ingin bertemu kalian".Pakk..... Seseorang tiba-tiba menggenggam pergelangan tangan Vlora. Genggaman tangan dingin dari seseorang yang sudah berdiri di samping nya duduk. Tidak lupa dengan senyum hangatnya yang tidak pernah berbuat ia tunjukkan untuk nya.


"Ana".


Tubuh yang transparan,"Hey!!".Sapa Ana pada sahabat terbaik.


Hening sesaat memperhatikan diam nya Vlora,"Kau tidak takut kan pada ku".


"Takut?".Aku beranjak dari tempat duduk ku hendak memeluk erat tubuh Ana akan tetapi. Tubuh ku berlalu menembus tubuh Ana.


"Tembus".


"Maaf Vlora".Ucap Ana,"Aku tidak bermaksud menambah penderitaan mu. Tapi tidak ada cara lain selain yang bisa ku lakukan. Waktu itu aku hanya harapan kau tetap akan menjadi Vlora yang ku kenal. Walau kau melihat langsung kematian ku".


"Jadi bener kau korban pembunuhan".


"Aku di culik. Saat aku bangun tubuh ku sudah terpasang peledak. Pria itu bilang jika waktu ku tidak banyak lagi".


"Pria itu memberikan ku kesepakatan. Jika aku mati di depan mu maka dia tidak akan menganggu kehidupan mu lagi".


"Aku menolaknya. Karena aku tau kamu tidak akan baik-baik saja setelah melihat ku",menjedah ucapan."Pria itu pergi tanpa memaksa ku, aku berlari menjauh dari tempat ku di sekap karena aku tahu betul itu adalah mol tempat yang sangat ramai. Aku lari dari sana menjauh dari tempat itu, dengan harapan saat tubuh ku meledak aku tidak melukai siapapun. Tapi aku justru bertemu dengan mu, tepat saat waktu hanya tinggal tiga detik lagi".


"Maaf Vlora".Ana menunduk pandangan menyembunyikan air matanya yang terus saja mengalir deras.


"Siapa pria itu?".Tanya ku.


"Maka dari itu. Aku mau kau jangan seperti sekarang be**go. Aku tidak akan pernah mau bertemu dengan diri mu di alam bakar jika sampai aku melihat mu jauh dari sana seperti sekarang. CK diam seperti pengecut, melah, penakut bodoh".Ana terfokus menatap tajam diri ku,"Ku melupakan pesan terakhir ku".


Melihat aku yang hanya terdiam,"Pria itu ......".


"Jadi benar yang....". Memotong ucapan ku,"...Sepertinya aku salah tempat, kau bukan sahabat ku. Sahabat ku tidak mungkin seperti sekarang. Karena tidak mungkin respon sahabatku seperti sekarang".


"Aku harus pergi menemui sahabat ku bukan orang lain".Tubuh Ana yang berlahan-lahan lenyap memudar semakin memudah hilang.


"Ana..".Aku yang mengangkat pandangan ku kembali. Namun aku sudah tidak melihat ke hadirannya lagi.

__ADS_1


Pandangan Vlora berlahan-lahan menunduk kembali. Tangan Vlora mengepal, dan Vlora kembali mengangkat pandangan nya,"Belum saatnya aku beristirahat. Sementara anak buah ku sedang bertarung nyawa di luar sana".


Vlora bergegas berganti pakaian. Bersiap untuk pergi meninggalkan kediaman rumah nya. Melanjutkan tugas-tugas yang Vlora abaikan beberapa Minggu ini.


+++++


+


+


+


+


+


Xana Abel Alterio atau Xana. Kakak laki-laki Vlora yang telah menghancurkan keyakinan Vlora dalam semalam. Jika Xana adalah kakak yang paling sempurna untuk nya. Yang faktanya adalah sosok kakak yang tidak seharusnya ia punya. Atau tidak ada yang boleh memiliki kakak seperti Xana.


Kenan Jad Faresta atau Kenan. Anggota Mafia King88. Rekan paling muda yang mendapat kepercayaan dari Vlora untuk menjadi orang terpenting.


Raka Syahreza atau Raka. Anak pertama walikota G. Yang ikut bergabung menjadi anggota mafia King88. Sosok yang paling terpenting dalam organisasi. Kakak laki-laki dari almarhum Ana.


Daniel Askaranando atau Daniel. Anggota terpenting mafia King88. Anak pertama dari lima bersaudara.



Ikbal Savian Altezza dan saudara kembar nya


Eros Ifan Nayaka


Resendriya Kiki


Aska Vania Inez Lovata


Keempat adik Daniel.


__ADS_1


__ADS_2