My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.94 Rencana honeymoon


__ADS_3

Tiga hari setelah kejadian di malam itu. Sion jauh lebih sering tidak terlihat oleh perhatian Vlora. Seakan-akan Sion berusaha menghindar dari perhatian Vlora. Dan apa yang di lakukan Sion sangat membuat Vlora jauh lebih tenang. Vlora jadi lebih dami. Walaupun ia masih menjadi sadra di rumah keluarga nya sendiri.


Selepas makan siang. Vlora yang mengikat kan jaket milik Kiki di pinggang nya. Atau kurang lebih selalu ia kenakan seperti ini. Agar Vlora tidak terlalu jauh dari jaket Kiki.


Vlora tengah berjalan-jalan di jalanan setapak taman pekarangan rumah ini. Memperhatikan beberapa bunga yang di hari ini lebih banyak bermekaran. Sehingga memberikan kesan warna warni di sekeliling taman ini. Sangat cantik dan indah',pikir Vlora.


Kedua tangan mengepal kuat meremas kain


jaket yang melingkar di pinggang ku,"Sedang apa anjing?",tanya ku entah kenapa siapa.


"Sudah selesai melepas kerinduan mu?",suara seseorang yang selama beberapa hari sangat membuat Vlora tenang karena ketidak hadiran nya.


Vlora berbalik badan untuk melihat sumber suara, jangan lupakan tatapan yang tidak pernah berubah untuk dia. Tatapan kebencian.


"Astaga aku sudah membuat hari-hari mu damai selama beberapa hari. Dan lihat!Kau tetap menatap ku seperti monster",kata Sion tak habis pikir dengan tatapan Vlora untuk nya.


"Besok aku ingin kita pergi honeymoon yang kemarin sempat tertunda",kata Sion."Aku tidak menerima penolakan dari mu. Mau ataupun tidak kau akan tetap pergi".


Vlora mengabaikan semuanya, ia justru berlalu pergi lewat tepat di samping Sion. Mengabaikan kehadiran Sion di samping nya.


Geram Sion hendak menghentikan langkah Vlora dengan menggenggam tangannya. Namun Vlora cekatan menepis tangan Sion sebelum menyentuh nya.


Tidak cukup sampai di situ. Vlora juga menambah dengan tinjuan kuat di pipi Sion. Bugkk....Memaksa Sion sampai membungkuk kan badan.


Masih di posisi sedikit membungkuk ke arah samping. Sion mengusap pipi nya yang memerah karena Vlora.


Ia kembali berdiri dengan benar. Tangan kanannya merogoh kantong celana. Mengeluarkan sebuah remote control kecil. Di saat Sion menekan tombol pada remote itu lah. Penderita Vlora mulai terjadi.


Vlora mulai kesulitan bernafas. Lehernya seperti tercekik, panas, seperti ada setrum listrik tenggang rendah pada kalung yang ia kenakan.


Sebelum benar-benar lemah kehilangan kekuatan untuk melawan. Vlora tergerak cepat untuk merebut remote control yang Sion pegang.

__ADS_1


Sayangnya apa yang Vlora lakukan tidak berbuah hasil apapun. Ia justru semakin kesakitan, kesulitan bernafas.


Pada akhirnya Vlora bertekuk lutut di depan Sion. Kesulitan bernafas membuat tubuhnya sangat lemah.


Kembali ke Sion yang tetap membiarkan Vlora menderita di sana. Karena kalung yang di lengkapi setrum listrik tenggang rendah ataupun tidak tergantung yang mengontrol remote control kalung tersebut.


Sion sedikit membungkuk badannya. Menarik kasar surai rambut Vlora sampai Vlora di paksa mendongak melihat nya. Sebelum akhirnya ia tampar keras pipi Vlora. Dan di susul dengan melepaskan pegangan pada surai rambut Vlora. Membuat Vlora kembali bertekuk lutut sujud di depannya.


Sampai beberapa menit kemudian. Vlora yang sudah pingsan pun di gendong Sion pergi dari tempat ini.


+++++++


"Ada kartu AS untuk kita",kata Jay menatap berganti kedua rekannya."Aku baru saja mendapatkan sebuah email dari seseorang yang tidak di kenal. Setelah aku menelusuri bio data nya. Dia adalah seorang ketua Mafia yang tergerak memperjual belikan barang haram ke seluruh negara".


"Dia mengirim kartu AS untuk kita agar menghabis saingan dagang nya".


"Bakal seru nihh",timpal Fazlur tersenyum sengit summering.


"Di mana tempat nya?",Kiki yang mengabaikan perkataan khawatir Jay tentang keadaan dirinya.


"Kau tidak istirahat saja",kata Fazlur yang kini sudah terfokus pada Kiki.


Ekspresi datar,"Cepat katakan?Beristirahat hanya untuk orang tidak berguna".


"Kapal Golden 27. Kapal mewah yang besok akan berlayar ke kutub Utara, sebelum berhenti di dermaga benua A".


Terfokus melihat Kiki,"Jika kau ikut. Kau dan Fazlur akan naik terlebih dahulu ke dalam kapal seperti penumpang pada umumnya. Nanti setelah.......".


"...........".


"........".

__ADS_1


"Kau memang genius bang**sat!!", Fazlur tersenyum bangga pada Jay."Okay saatnya siap-siap untuk healing".


"Healing palamu soak",Jay menatap dingin Fazlur yang hendak meninggalkan ruangan.


+++++++


Duduk di sova tunggal tidak terlalu jauh dari tempat tidur di mana Vlora masih berbaring. Tidak sadarkan diri sejak tadi pagi.


Namun di saat Sion menyadari Vlora sudah siuman,"Betah sekali dirimu tidur".Di barengi beranjak dari tempat duduknya.


Sion yang sudah duduk di samping Vlora. Memegang dagu Vlora kuat,"CK!! Hobby sekali dirimu membuat ku marah".


"Aku selalu berusaha jadi suami terbaik untuk mu, tapi kau tidak pernah menghargai usaha ku",melepaskan pegangan tangan nya."Apa mau mu?".


"Bunuh aku".


"Astaga, astaga, astaga",di susul dengan terbawa kecil.


"Sudah ku katakan aku tidak minta sedikitpun untuk membunuh mu".


Namun Vlora tetap terdiam menatap dingin Sion.


"Apa kau tidak pernah berpikir untuk memiliki beberapa anak?".


Aku tetap pada fokus tajamnya,"Aku benci anak kecil",nada bicara dingin.


Mengelus kening nya,"Aahh....jadi kita akan hidup selama seperti ini...menyedihkan sekali".


Namun sedikit kemudian tatapan Sion berubah menjadi dingin pada Vlora."Besok kita pergi dengan kapal Golden 27. Lekas beristirahat".


Sion beranjak dari tempat duduknya. Dan berlalu pergi meninggalkan kamar ini. Meninggalkan Vlora seorang diri di dalam kamar sebesar ini.

__ADS_1


'Besok adalah kesempatan bagus untuk kabur',pikir nya. Kembali berbaring di rasa bukan karena mengantuk. Akan tetapi karena rasa pening di kepala yang masih sedikit terasa menusuk.


__ADS_2