My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Season.156 Dinner


__ADS_3

Ruangan super luas dengan hiasan sederhana namun tetap terkesan sangat mewah. Di ruangan inilah Afif akan menghadiri sebuah dinner makan malam bersama para pebisnis besar lainnya dari luar ataupun dalam Kota.


Afif tidak datang seorang diri, ia di dampingi oleh tangan kanannya, Rangga. Sekertaris yang sangat penting dalam mengatur seluruh jadwal kegiatan Afif dalam melakukan ataupun menghadiri apapun yang penting.


"Aku baru saja mendapatkan informasi baru, nanti akan ku kirimkan artikel nya kamu baca sendiri",kata Rangga memberitahu Afif yang berdiri di samping nya.


Afif yang mendengar lebih memilih merespon dalam tetap diam, terkesan cuek.


Kedua pria berjas hitam rapi ini berjalan beriringan masuk ke dalam ruangan dan duduk di meja makan yang telah di siapkan khusus untuk Afif dan sekertaris nya tempati.


Afif dan sekertaris nya menepati meja paling depan. Itu karena Afif adalah seseorang yang paling berpengaruh dalam berbisnis. Dan Afif terbilang sangat hebat, di usia nya yang masih sangat muda ia sudah bisa memegang perusahaan besar milik keluarga nya dan menjalankan perusahaan keluarga nya dengan sangat baik sampai berkembang jauh lebih besar. Jadi tidak heran jika Afif adalah orang yang paling berpengaruh dalam berbisnis.


"Besok malam adakan pertemuan dengan beberapa orang",kata Afif bernada rendah, tapi masih dapat di dengar jelas oleh Rangga.


Rangga yang sudah faham betul maksud Afif berkata,"Iya".


Sesaat kemudian acara pun di mulai. Para tamu telah berdatangan sehingga acara pun sudah dapat di mulai. Acara di mulai dengan pembukaan dari pembawaan acara yang selanjutnya di susul oleh pembukaan dari Afif selaku inspektor besar penyuntik dana proyek.


Tidak banyak yang Afif sampai karena ia terlalu simpel dan irit dalam berkata. Sehingga acara pembukaan oleh nya cepat selesai. Namun selama ia berpidato di depan, ada satu sepasang mata indah di barisan tengah meja nomor dua di depan nya yang terus-menerus menatap berbeda dari yang pada Afif.


Afif mengenal milik siapa mata indah itu, tapi sayangnya ia terlalu cuek untuk memperdulikan nya. Ia lebih memilih mengabaikan, secepatnya menyelesaikan pidato dan balik duduk kembali. Berdiri di depan terlalu lama sangat lah merepotkan dan melelahkan.

__ADS_1


Next.....


Hingga tibalah giliran acara makan-makan setelah peresmian pembukaan keberhasilan proyek. Acara makan-makan ini di iringi dengan beberapa penampilan cantik di atas panggung di depan sana dengan lantunan musik yang slow.


"Afif",panggil Rangga.


Afif yang sibuk memainkan layar ponsel nya yang menyalah membalas dengan berdehem.


"Kau kenal dengan wanita itu?Dia terus melihat mu sejak tadi",kata Rangga bernada berbisik.


Tidak memalingkan fokus sedikitpun dari layar ponsel nya yang menyalah,"Hem...aku bertemu dengannya di bar".


"What?Apa yang sudah kau lakukan dengannya?",masih dengan nada berbisik.


Uhukk...Uhukk....Rangga bahkan tidak bisa setenang itu. Lelaki ini sampai tersedak makanan nya sendiri. Sehingga ia cepat-cepat menengok air mineral nya sampai habis.


"Gila!Terus dia tau?",tetap berusaha bernada bicara berbisik agar tidak sampai terdengar siapapun.


"Tidak".


".........",terdiam mencerna.

__ADS_1


"Aku bilang kepadanya jika yang menganti pakaian nya adalah pekerja hotel, dan dia percaya".


"Gila! Benar-benar gila.....", menyangga kening dengan ujung jari tangan nya untuk menyangga kepalanya."Tidak ku ternyata yang selama ini aku pikir lugu sebenarnya suhu".


"Cepat singkirkan pikiran kotor mu",Afif mendongak melihat datar Rangga."Aku hanya mengganti pakaiannya bukan memperkosa nya".


"Oh My God!!",ujar Rangga tidak habis pikir melihat ekspresi wajah di depannya ini."Yasudahlah lupakan.....aku benar-benar butuh istirahat sekarang. Pernyataan ini membuat kepala ku sangat pening sekali".Rangga yang sedikit tertunduk memijat pelipis kepalanya sendiri.


Sementara itu Afif justru beranjak dari tempat duduknya. Ia berlalu pergi meninggalkan Rangga sendirian di ruangan ini. Untuk pergi ke kamar mandi pria yang tersedia di tempat ini.


Setiap jalan orang-orang selalu membungkuk hormat kepada Afif selaku tamu penting acara ini. Hingga akhir ia masuk ke dalam toilet pria.


Sesaat kemudian ia keluar dan hendak kembali lagi ke meja makannya tadi. Namun tiba-tiba seseorang menarik kerah pakaian membawanya ke halaman belakang.


"Sekarang katakan dengan jujur siapa kau sebenarnya? Dan apakah kau sendiri yang telah mengganti pakaian ku di malam itu?",tanya Shiyo perempuan yang menarik paksa Afif keluar dari gedung penyelenggara.


Afif menarik kedua pergelangan tangan Shiyo memutar balikkan posisi menjadi Shiyo yang terhimpit pergerakan nya."Jangan ikut campur urusan ku. Aku bahkan tidak tertarik sedikitpun dengan tubuh tepos mu".Menatap tajam Shiyo sebelum akhirnya Afif lepaskan dan berlalu pergi meninggalkan Shiyo.


"Pria Gila!!",Shiyo mengepalkan kedua tangannya."Aku juga tidak tertarik dengan mu dasar Gila!!!",Geram Shiyo jengkel.


+++++++

__ADS_1


"Rang nanti cepat kirimkan aku jadwal kerja besok",pesan Afif setelah menurunkan Rangga di parkiran penitipan mobil. Sebelum akhirnya tancap gas meninggalkan Rangga sendirian mengambil mobil untuk pulang.


Bersamaan dengan kepergian mobil Afif,"Gini sekali punya temen datang pas butuhnya doang",gumam Rangga sembaring berjalan masuk membuka pintu mobil nya.


__ADS_2