
Duduk di kursi kebesaran kantor nya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan kantor. Agar bisa lekas pulang dari tempat kerjanya.
Next...
Tepat jam 10 malam. Afif akhirnya selesai menyelesaikan semua pekerjaan kantor nya. Ia lekas berkemas untuk kembali pulang. Tidak terkecuali segera mengenakan jas kerja yang semenjak tadi tidak ia kenakan.
Selesai berpakaian rapi kembali. Afif segera melangkahkan kakinya keluar ruang kerja pribadi nya untuk segera masuk Liv dan turun ke lantai satu gedung kantor nya.
Tidak pergi ke arah pulang ke rumah. Afif justru membelokkan mobilnya ke arah lain. Menembus dinginnya angin malam sampai akhir memarkir mobil di depan salah satu parkiran club malam.
Ia beranjak turun dari dalam mobil setelah selesai memarkir mobil nya dengan benar. Berjalan kaki hanya dengan mengenakan atasan kemeja abu-abu. Afif sengaja melepaskan jas kerjanya agar tidak terlalu mencolok saat sudah ada di dalam sana.
Selesai melewati pos pemeriksaan. Ia pun berjalan masuk ke dalam Club malam yang saat itu benar-benar sangat-sangat ramai. Banyak sekali pengunjung yang berdatangan ke club malam ini.
Ia terus berjalan sampai akhirnya duduk di salah satu kursi kosong di depan bar. Salah seorang barista bar mendekati Afif dan menawari sesuatu yang di jual belikan di sini.
"Billionaire Vodka",balas Afif mengatakan minuman pesanannya. Setelah barisan ini menanyakan pesanan nya.
__ADS_1
Barisan ini sedikit menjinjing sebelah alih kirinya sebelum berkata,"Selera yang bagus",berbalik badan mulai meracik minuman pesanan pelanggan nya.
Sembaring menikmati minuman pesanannya. Manik mata Afif juga terus melihat sekeliling nya entah sedang mencari siapa di tempat seperti ini. Hingga akhir ia beranjak dari tempat duduknya berlalu pergi terburu-buru.
Brugkkk........ mendorong tubuh pria ini sampai membentur dinding di belakang,"Baji***ngan anjing, lu pikir lu bisa semudah itu memperalat gue".
Bugk.....bugk..bugk... bugk.....Wanita anggun ini terus memukul wajah pria di depannya yang sudah tidak berdaya tanpa ampun. Bahkan ia sama sekali tidak perduli dengan dress yang sudah bercampur bercak darah yang ia kenakan.
Tidak hanya anggun juga elegan dalam berpakaian. Wanita ini juga dengan santainya tetap mempertahankan sebatang rokok yang ia hisap. Sembaring terus menghajar habis-habisan pria di depannya.
"Keren sekali",puji lelaki gagah berkemeja abu-abu tua yang berdiri di depan pintu keluar belakang bar dengan kedua tangan yang bersembunyi di kedua kantung celana panjang nya.
Raut wajah datar sorot mata tajam wanita ini terfokus melihat ke arah lelaki ini berdiri tegak memperhatikan nya,"Hah?".
"Kenapa tidak di lanjutkan?",
"Sudah bosan karena lu",ucapnya sewot bernada dingin membentak.
__ADS_1
Lelaki ini adalah Afif,"Sorry, for interfering with your activities.".
"Terlambat bang**sat",sewot wanita ini lagi bernada dingin.
"Kalau gitu bolehkan aku mengajak mu minum bersama, Nona?",tawar Afif bernada bicara manis.
"Iya, karena lu perlu bertanggung jawab mengembalikan mood gue", Wanita ini berjalan mendekati Afif.
Masih terdiam melihat punggung wanita ini yang akan kembali masuk ke dalam Club,"Kau akan masuk dengan pakaian penuh darah?".
"Oh", respon santai wanita ini langsung melepaskan dress nya di depan Afif yang secepat memarkir pandangan ke arah lain. Wanita ini terus melepaskan nya sampai hanya menyisakan singlet hitam dan celana pendek berwarna hitam."Go",ajaknya berlalu masuk ke dalam Club dengan santainya.
Di dalam Club,"Tunggu aku akan pesankan tempat VIP untuk mu",kata Afif pada wanita ini.
Terfokus melihat lawan bicara,"Hanya gue? Lu tidak ikut".
".....".
__ADS_1
"Lu harus ikut bang***sat! Gue yang menikmati sendirian apa yang lu traktir, enggak. Lebih baik tidak usah jika begitu".
"Okay, aku ikut",Afif yang akhirnya memilih menyetujui keinginan wanita ini. Wanita yang baru saja ia temui dan wanita yang baru saja ia lihat hampir menghabisi seorang pria.