My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Season.112 Obrolan Bunda dan anaknya


__ADS_3


Resendriya Bryan...


+++++


Singkat cerita hari telah menjelang malam. Di tongkrongan anak muda yang aman jauh dari hiruk pikuk ramainya kehidupan di perkotaan. Namun tetap bisa melihat pemandangan malam perkotaan.


Tempat yang paling strategis untuk Bryan, Juan, Fauzi, dan Wahyu nongkrong. Dan memikirkan strategi untuk melakukan permainan asik dan menantang.


Seperti aksi beberapa bulan yang lalu. Di saat kota C sedang dalam masalah genting karena kota dalam keadaan di sadra oleh sekelompok gangster kejam. Bryan dan kawannya pergi ke sana secara diam-diam.


Hanya berbekalkan senjatanya seadanya. Mereka berempat tanpa di ketahui siapapun ikut serta membantu pembebasan para sadra. Juga membantu penangkapan ketua gangster tanpa di ketahui kepala keamanan kota.


Walaupun berbahaya. Tapi apa yang mereka berempat lakukan adalah permainan yang asik juga cukup menghibur untuk mereka berempat.


Tidak terkejut oleh Bryan dan Juan yang di dalam tubuh keduanya sudah mengalir dengan baik darah monster dunia kriminal.


Next.....


"Sudah dapat Fa?",tanya Juan pada Fauzi yang terfokus melihat layar laptop dan memainkan MOS dalam genggaman tangan kanannya.


"Sabar bang***sat!! Tidak semudah itu mendapatkan daftar kriminal tanpa di ketahui siapapun. Gua belum mempelajari semuanya anjing",marah Fauzi tanpa memalingkan perhatian melihat lawan bicara nya."FBI menjaga keamanan file datanya dengan sangat baik".


"Ah! Sial",umpat Juan jengkal berpaling menjauh merebahkan tubuh nya bosan.


Setelah selesai menyimpan ponsel nya kembali,"Gue pulang duluan",pamit Bryan beranjak dari tempat duduknya.


Wahyu yang sudah terfokus pada Bryan,"Buru-buru mau kemana?".

__ADS_1


"Bunda nyuruh pulang", berpaling melihat Juan."Lu jadi nebeng tidak?".


"Iya, gue tidak bawa motor".


"Kalau gitu pulang saja sekalian semua. Iya kali kalian berdua ninggalin kita cuma berdua di sini",Kevin bersiap mengemasi barang-barangnya.


Mereka berempat memutuskan untuk mengakhiri acara tongkrongan mereka di jam yang masih sore. Keempat memutuskan untuk kembali pulang kekediaman rumahnya masing-masing.


Bryan pulang bersama dengan Juan. Karena Bryan harus mengantarkan Juan pulang terlebih dahulu kekediaman rumah nya. Sebelum akhirnya ia melanjutkan perjalanan pulang ke rumah nya sendiri.


Singkat cerita. Bryan yang sudah sampai di kekediaman rumah nya langsung berjalan mencari keberadaan bunda nya. Yang tengah duduk seorang diri di kursi kayu dekat kolam renang.


"Malam Bun",sapa Bryan berjalan mendekat dan duduk di samping bundanya."Ada bun minta aku pulang cepat?".


"Besok kamu sudah libur sekolah?".


"Sudah, dua hari sebelum hari wisuda",


"Iyaa bunda, besok jadwal tidur seharian ku",kata Bryan yang langsung berubah saat melihat raut wajah datar bunda nya."Tapi kalau soal ibu aku pasti antar. Pagi-pagi sekali Bryan pasti sudah siap berangkat".


"Ayah belum pulang? Bryan belum lihat ayah dari tadi".


"Belum, katanya masih ada lembur di kantor".


"Hemm",membenarkan posisi duduk sedikit tidur menghadap langit-langit malam.


Sementara Vlora yang kembali fokus dengan buku yang tengah ia baca,"Bagaimana hari kamu?".


Masih di posisi yang sama,"Baik, ribut dengan Juan di toilet sekolah pun berjalan dengan baik kami berdua lakukan tadi siang".

__ADS_1


Iya, sebelum malam ini. Tadi siang Bryan dan Juan sempat membuat ulah saat Juan di hukum harus membersihkan toilet laki-laki.


Masih terfokus melihat buku di depan nya,"Jadi kamu dan Juan yang buat keributan tadi".


Langsung berpaling melihat Vlora,"Bunda tau?".


"Iya, bersamaan dengan selesai nya acara wali murid di aula. Dan kerumunan sebanyak itu".


"Hahahhhh......jadi memalukan bunda".


"Sudah ada perempuan yang dekat kamu?".


"Eh?".Bryan yang langsung membenarkan posisi duduk nya.


Sudah menutup buku yang ia baca. Vlora berpaling melihat ke arah Bryan,"Siapa nama perempuan yang narik tangan kamu tadi?".


"Narik tangan ku?",Bryan mengingat-ingat detil kejadian tadi siang di toilet laki-laki.


"Siapa namanya?".


Menghela nafas kasar,"Zalfa Bun, kalau yang tarik rambut Juan tadi Diva".


"Hebat iya kedua perempuan itu. Bunda suka dengan mereka berdua".


Mengerutkan keningnya,"Bunda ko suka sama sama perempuan yang menyiksa anaknya".


"Mereka perempuan limited edition Bryan. Mana ada perempuan lain selain mereka berdua yang berani menyiksa kamu dan Juan. Coba katakan sekarang kalau ada selain mereka berdua".


Menyadari ada banyak benarnya perkataan Vlora. Bryan hanya bisa terdiam sembaring menggeleng kepala ringan.

__ADS_1


"Yang terpenting selalu ingat pesan bunda waktu itu",menepuk bahu Bryan."Cepat istirahat, besok jangan sampai terlambat bangun",Vlora yang beranjak pergi lebih dulu meninggalkan Bryan.


"Iya bunda".


__ADS_2