
Setibanya di kamar. Di mana Vlora yang sudah terikat kita di kursi. Di hampir oleh Sion yang baru saja memasuki ruang kamar mereka.
Sion yang sudah sangat dekat dengan Vlora, ia sedikit membungkuk untuk mengenakan sebuah kalung di leher Vlora. Selesai itu ia kembali berdiri dengan baik di depan Vlora yang terduduk terikat.
"Lihatlah diri mu. Sangat menyedihkan",Sion di susul senyum sinis melihat Vlora."Seperti aku perlu mengikat mu seperti ini sampai beberapa hari ke depan. Ahh sial!", memegangi kening sembaring tertawa kecil."Rencana bulan madu kita gagal. CK sial".
Vlora tetap terdiam di tempat nya. Dengan raut wajah datar dan tatapan dingin terfokus pada Sion seorang.
Memegangi dagu Vlora. Memaksa Vlora untuk lebih terfokus lagi menatap dirinya,"Tunjukkan sedikit posisi mu sebagai istri ku Vlora".
"Semakin aku membiarkan kamu semakin kau membuat marah",menatap tajam sepasang manik mata yang sama sekali tidak memperlihatkan ketakutan di sana.
"Posisi apa?Kau adalah iblis bagiku".
Melepaskan pegangannya,"Jadi kau menikahi seorang iblis".
"Wah!!Lalu bagaimana dengan pria itu?".
"Sepertinya Kiki tidak jauh berbeda dengan ku. Apalagi dia adalah anggota organisasi pembunuh bayaran".
"Sayangnya anjing itu masih memiliki hati, tapi tidak dengan dirimu".
Membungkuk di depan Vlora. Agar wajah bisa sedikit dengan Vlora,"Oh!".
"Aku akan menunjuk bagaimana marahnya iblis",
Terlalu dekat dengan Sion tidak membuat Vlora benar-benar menunjukan raut wajah ketakutan. Ia tetap setia pada sorot mata tajam penuh kebencian pada Sion.
__ADS_1
Namun tanpa terduga. Atau hal yang tidak seharusnya terjadi. Sion justru mencium bibir Vlora. Memaksa untuk ******* bibir Vlora lebih masuk.
Vlora menutup rapat bibir nya. Namun tangan kanan Sion yang memegangi belakang kepala semakin menekan dan sedikit menarik surai rambut kepala Vlora. Membuat Vlora akhirnya membuat mulutnya.
Ia akhirnya membiarkan Sion ******* bibirnya tidak lama. Karena Vlora mengigit bibir Sion. Yang membuat Sion menyudahi ciuman nya.
Tersenyum miring,"Cih",Sion mengusap bibir bawah nya yang berdarah karena Vlora.
"Sepertinya hubungan kalian sudah cukup jauh",ucap Sion tiba-tiba."Aku sangat marah",lanjutnya berlalu pergi meninggalkan kamar ini.
Meronta-ronta untuk melepaskan diri dari ikatan tali ini,"Kiki tidak akan membiarkan hidup!! BAJI**NGAN BANG***SAT!!!".Teriak lantang ku.
Sion tidak menggubris kalimat-kalimat jelek yang Vlora ucapkan. Ia tetap berjalan keluar kamar. Di luar kamar,"Pastikan dia tidak keluar kamar",pesannya pada dua anak buah yang berjaga di depan pintu kamar.
"Sial!Sial!Sial!!",sangat marah, dan sangat benci berada di posisi ini. Di mana aku tidak dapat berbuat apapun. Aku terjebak di sini dan aku akan menyusahkan orang-orang di sekitar ku lagi,'Ck!Seharusnya aku mati. Seharusnya aku segera mengakhiri ini',pikir ku putus asa.
++++++
Kiki terlihat jauh lebih dingin dan menakutkan. Tatapan yang datar, raut wajah dingin. Aura kehadiran terasa sangat menakutkan dan dingin. Di tambah lagi dengan nada bicara yang berat
namun terdengar tenang, mengerikan.
"Kau sudah menelepon Bang Daniel?",tanya Jay bersamaan dengan Kiki yang berjalan mendekati nya.
Kiki yang semenjak tadi sudah terfokus melihat layar komputer,"Tugas kita hanya membunuh pemilik tambang emas di Daerah Batu".
"Iya, pemilik tambang emas telah melakukan korupsi besar-besaran di kotanya dan menyimpan semua hasil korupsi di dalam bangkar yang tersimpan di dalam tambang emas nya. Tugas kita hanya membunuh tidak untuk menghancurkan tambang karena uang korupsi harus di kembalikan",jelas Jay pada Kiki.
__ADS_1
"Aku akan pergi lebih dulu. Kalian cukup menunggu ku di perbatasan penambangan. Aku akan memberitahu kalian jika membutuhkan bantuan".Kiki yang berjalan mendekati lemari senjata untuk melihat beberapa senjata yang harus ia pakai.
Fazlur yang sudah terfokus melihat Kiki,"Kau akan masuk ke dalam sana seorang diri?".
Namun di abaikan oleh Jay yang memberikan alat komunikasi dan kamera kecil tersembunyi yang akan membantu Jay untuk tetap bisa melihat apa yang di lakukan Kiki tanpa harus ikut bersama Kiki.
Kiki melepaskan tindik anting di telinga kanan nya, menganti anting itu dengan anting komunikasi. Ia yang juga sudah siap dengan beberapa senjata sudah siap untuk berangkat lebih dulu dari dua rekannya.
"Hati-hati, jangan karena emosi kau melakukan hal ceroboh",pesan Jay pada Kiki.
Kiki pun berlalu berangkat membawa satu tas ransel berukuran sedang berisikan beberapa senjata. Ia pergi mengendarai motor Yamaha R25 ABS warna hitam miliknya.
"Aku sangat takut saat Kiki sudah serius seperti itu",gumam Fazlur menatap kepergian Kiki yang keluar dari garasi markas mereka.
+++++
Vlora yang masih terduduk di tempat dirinya terikat. Atensi mata tengah memperhatikan Sion yang bersiap-siap untuk pergi di hari yang sudah akan menjelang malam.
"Kau tidak mau tanya aku akan pergi kemana",kata Sion yang sudah terfokus pada Vlora.
"Cik!Aku tidak sabar untuk bertemu dengan sahabat dari istri ku.",Kata Sion sudah siap untuk meninggalkan kamar nya.
Melihat Vlora yang tetap tenang dengan sorot mata tajam nya,"Kau tidak takut dia mati di tangan ku. Dia bergerak analog melawan ku diriku yang ribuan",Sion yang masih berusaha untuk membuat Vlora panik cemas dengan keadaan Kiki.
Lagi-lagi kata-kata itu sangat tidak mempan untuk Vlora yang terlalu tenang. Bahkan saat ia mengatakan,"Aku justru mencemaskan diri mu".
"Cih",
__ADS_1
Bmpp....Dengan senjata api tanpa suara Kiki berhasil melumpuhkan beberapa penjaga pintu masuk tambang emas. Tanpa dirinya membuat keributan yang menarik perhatian semuanya.
Dengan langkah tenang tetap waspada. Kiki mulai melanjutkan perjalanan masuk lebih jauh ke dalam tambang emas.