My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.62 Vania


__ADS_3

Gemericik air berjatuhan dari dalam shower kran air di atasnya sejak tadi membasahi keseluruhan tubuh seorang perempuan ini. Itu terus terjadi sampai 5 jam lama nya. Sebelum akhirnya ia mendengar nada dering panggilan masuk ke dalam ponsel miliknya yang sengaja ia letakkan di wastafel dekat cuci muka.


Ia segera membersihkan dirinya dengan benar sebelum akhirnya ia buru-buru keluar dengan hanya mengenakan selesai handuk yang menyelimuti tubuhnya yang basah.


Di luar kamar mandi ia segera mengangkat nada panggilan yang terus saja masuk ke dalam ponsel nya.


*.......".


*............".


*Temui aku besok",


*.........".


*Iya",


Panggilan di akhir sepihak oleh Vlora dari seberang sini.


Baru selesai mengakhiri nada sambung panggilan telfon, dan menaruh kembali benda pipi ini di tempat nya semula. Sepasang manik matanya terfokus menatap dingin cermin kaca di depannya. Pantulan dari kaca ini tidak dapat berbohong jika wajah nya saat ini benar-benar sangat pucat. Apakah Vlora sedang sakit? Seperti tidak, atau memang Vlora tidak perduli dengan kesehatan nya.


Ia berjalan keluar kamar mandi setelah selesai mengenakan pakaian santainya dengan baik. Baru ingin beristirahat seseorang di luar pintu kamarnya yang terkunci terus saja mengetuk-ngetuk pintu kamar. Membuat Vlora dengan terpaksa harus membuka pintu itu dan mengurungkan niatnya untuk beristirahat.


Seorang itu adalah Bi Nur yang membawakan nampan makanan untuk Vlora,"Makan dulu Non sebelum beristirahat. Tidak baik minum obat tanpa makan".Tutur kata penuh perhatian untuk Vlora dari pengasuhan nya Bi Nur.


Vlora hanya membalas dengan senyuman tipis di sudut bibir nya di barengi menerima nampan makanan yang telah Bi Nur siapakah untuk nya.


"Sekarang Bibi bisa beristirahat",kata ku di susul."Terima kasih".


Selepas kepergian BI Nur. Vlora segera melangkah masuk lagi ke dalam kamar. Tidak lupa ia juga menutup dan mengunci kembali pintu kamarnya.


Ia taruh nampan makanan itu di atas meja depan sova tempat nya duduk saat ini. Cukup lama sekali Vlora terdiam di sana, bukan memperhatikan nampan makanan nya. Melainkan memperhatikan satu bungkus obat-obatan di samping nya. Yang terkemas di dalam wadah toples plastik tidak terlalu besar.

__ADS_1


Vlora memakan sedikit makanan nya sebelum akhirnya ia mengambil beberapa butir obat untuk ia minum sebelum ia beristirahat.


++++++++


+++++++++++++


Tokk.....Tokk......Kiki mengetuk-ngetuk beberapa pintu kamar yang masih terkunci rapat dari dalam beberapa kali.


"Dik bangun sudah siang nanti telat sekolah nya",membangunkan adik perempuan nya yang masih terlelap tidur."Dik bangun sudah siang".Di barengi dengan suara ketukan pintu yang ia buat.


Ifan yang baru saja dari dapur menghampiri Kiki yang masih berdiri di depan pintu yang masih tertutup rapat itu,"Belum bangun?".


"Belum".


"Dik bangun ada ua....".Belum sempat menyelesaikan perkataan nya, tiba-tiba saja pintu kamar terbuka dan pemiliknya meloncat begitu saja ke dalam pelukan Kiki. Sampai tubuh Kiki sedikit terhuyat ke belakang.


Merangkul erat pinggang kakak laki-laki nya,"Bang Kiki tetap bersama kami kan?Abang tidak akan pergi seperti bang Ikbal kan?Vania janji tidak akan ngerepotin Abang lagi, tidak akan minta yang aneh-aneh, tidak akan lagi pesan makanan lagi kalau Abang lagi keluar",masih dengan memeluk erat pinggang Kiki."Tolong jangan pergi seperti bang Ikbal".


Walaupun terdiam Kiki sudah bisa merasakan basa di pakaian nya karena air mata Vania. Kedua tangan tergerak membelah pelukan Vania dan tangan lain tergerak mengelus lembut surai rambut panjang berantakan ini.


"Abang tidak akan pergi kemana-mana. Maaf soal perkataan Abang tadi malam, Abang sangat capek kemarin",tutur kata Kiki menenangkan adik perempuan nya.


Vania melepaskan pelukan nya, ia mengusap-usap kedua matanya yang basah untuk menghapus bui bening yang tersisa di sana.


Kiki kembali mengelus lembut surai pucuk kepala adiknya,"Cepat mandi dan berangkat sekolah, bang Ifan katanya mau kasih uang jajan tambahan loh",kata Kiki tidak melirik ke arah seseorang yang sudah melotot menatap nya.


Berpaling cepat untuk melihat Ifan,"Serius bang?".Vania yang sudah kembali ceria seperti biasa.


"Aa...iya, jadi cepat bersiap sebelum Abang berubah pikiran",kata Ifan memilih mengalah demi adik perempuan nya. Membuat Kiki menyipitkan tatapan nya memperhatikan.


"Segera",Vania segera berlalu masuk kembali ke dalam kamar tidak lupa ia menutup kembali pintu kamarnya. Meninggalkan kedua kakak laki-laki nya masih berdiri di depan kamar nya.

__ADS_1


Di tengah-tengah keheningan Ifan yang melihat tangan memandu meminta di depannya,"Apa?".Ketus dingin nya.


"Uang jajan tambahan kan aku juga adik mu".


"Habis",Ifan yang langsung berlalu pergi meninggalkan Kiki yang masih meminta.


"Pilih kasih aku juga kan adik mu",gerutu kesal Kiki sesekali agar bisa di anggap sama seperti Vania oleh kakak laki-laki ketiga nya.


Namun setiap kali hasilnya selalu sama, di abadikan atau di marahin, dan di pukul main-main saja.


++++++


Namun setelah melihat layar ponsel nya. Ekspresi wajah memelas meminta uang jajan ini berubah menjadi dingin tanpa hitung waktu. Selepas melihat dengan baik layar ponsel yang menyalah. Kiki segera berlalu pergi dari sini, ia segera kembali ke kamar untuk mengemas semua barang-barang yang harus ia bawa hari ini ke kampus ke dalam tas ranselnya.


Kiki berjalan keluar kamar. Di luar ia kembali berpapasan dengan Ifan yang juga baru saja dari kamar menenteng tas ransel kerjanya.


"Ada Kelas pagi?".Tanya Ifan tanpa menghentikan langkah kakinya berjalan beriringan dengan adik laki-laki nya.


"Hem",


"Jangan pulang kemalaman kasihan Vania, aku ada lembur kerja hari ini".


"Iya, titip salam buat ayah",Kiki sebelum akhirnya mempercepat langkah kakinya meninggalkan kakak nya.


Di lantai bawah rumah, ia pergi ke dapur untuk berpamitan dengan ibunya yang masih sibuk menyiapkan makanan sebelum berangkat berkerja untuk anak-anak nya. Selesai berpamitan tanpa memakan apapun. Kiki langsung tancap gas meninggalkan pekarangan rumah nya mengendarai motor kesayangan nya.


++++++


"Lihat ini, saham kita meninggalkan dengan sangat baik".


"Segera pindahkan saham itu ke saham pribadi",

__ADS_1


"Baik Nona",


__ADS_2