My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.44 Keras kepala


__ADS_3

Hari-hari berlalu sangat cepat. Tanpa terasa sudah tiga hari lama nya mereka semua menjalani ujian akhir kelulusan kelas yang hanya tertinggal dua hari lagi selesai.


Dan selama itu juga Vlora sangat merasakan perubahan drastis sikap Vernon padanya. Bahkan saat awal masuk sekolah Vlora sudah bisa menebak jika luka-luka tertutup plester di wajah Vernon adalah perbuatan Kiki. Yang tempo hari juga memiliki luka memar yang sama. Hanya saja Vernon memiliki luka lebih parah dari pada Kiki.


Baik Kiki ataupun Vernon yang duduk sejajar, satu bangku tapi bersikap sangat asing satu sama lain. Padahal keduanya selalu banyak topik obrolan setiap kali ketemu.


Tidak hanya Vlora, Anzel, Jay, Hanai, dan Jehan juga ikut heran sebagai salah satu sahabat dekat mereka berdua. Apakah mereka berdua benar-benar marahan di akhir-akhir menjelang sekolah tinggal beberapa hari lagi akan selesai. Jika benar momen perpisahan ini akan tidak seindah yang seharusnya terjadi.


+++++


Tepat di hari ujian terakhir sekolah. Vlora iseng-iseng mempercepat jalannya menyusul Vernon yang hendak bolos sekolah setelah ujian baru saja selesai. Seluruh siswa siswi belum di perbolehkan pulang walau ujian telah usai. Karena akan ada rapat di aula sekolah untuk membahas acara kelulusan.


Di halaman belakang sekolah yang jauh dari keramaian pekarangan sekolah,"Vernon",panggil ku pada pemuda yang berjalan tidak terlalu jauh di depan ku.


Ia menghentikan langkah kakinya, berpaling melihat ke arah sumber suara. Tatapan dingin nya terfokus pada Vlora yang memanggil namanya.


"Ada apa?....Maksud ku apa kau bertengkar dengan Kiki".


"Kau sudah tau, kenapa harus repot-repot bertanya".


"Maksud mu?".


"Apa Kiki belum mengatakan apapun?",di susul senyum sinis."Jika sudah tidak seharusnya kau menemui ku seorang diri".


Vernon menghadapkan dirinya lebih ke arah Vlora yang terdiam di tempatnya berdiri.


Ia tau apa yang ia lakukan, dan ia tau resiko apa yang akan ia dapat kan. Dan ia tidak perduli dengan apa yang terjadi, karena apapun itu jika tidak segera di selesaikan hanya akan terus terulang di hari berikutnya dan itu sangat membebani.


Vernon merogoh kantong celana mengeluarkan belati berukuran sedang di sana. Ia genggam erat belati itu. Sebelum akhirnya ia ayunkan ke arah Vlora.


Vlora menangkis serangan itu dengan sekali tangkisan tangan. Tangan yang masih menggenggam pergelangan tangan Vernon ia putar merangkul dirinya. Dengan gerakan cepat Vlora membanting tubuh Vernon ke depan.


Bakk.....


"CK, benar. Ternyata kau adalah ketua mafia",Vernon tersenyum walaupun ia tau tubuhnya baru saja di banting cukup kuat oleh Vlora.


Vlora melepaskan genggaman tangan nya, ia mengambil langkah sedikit mundur memberi jarak antar ia dan Vernon. Tidak lupa dengan kaki kanan nya yang tergerak menendang belati yang terlempar tadi agar menjauh.


"Sekarang kau sudah mengetahui identitas ku, jadi katakan apa mau mu?",nada bicara seorang ketua Mafia yang sebenarnya telah di dengar orang Vernon.


Vernon bangkit dari tempat nya, ia beranjak berdiri dengan benar.


"Membunuh mu adalah tujuan ku".Kata Vernon bernada suara dingin.

__ADS_1


Aku masih terdiam do tempat ku berdiri menatap dirinya datar,"Kapan kau akan melakukannya?".


"Hah?".


Namun tidak ada siaran ulang dari ku yang berkata,"Kau mau membalaskan dendam atas kematian Ana yang meninggal karena ku bukan".


"Jadi lakukan".


"Kau gila!!!",Kiki yang baru saja datang terlihat kering bercucuran deras dari sela-sela surai rambut kepala nya. Seperti ia baru saja berlari mencari keberadaan nya.


Terfokus pada Vlora,"Tutup mulut mu. Ana melindungi mu, agar kau bisa melindungi Kota ini, dan karena dia percaya kau bisa melindungi mereka. Tapi kau dengan seenaknya menyerah kan nyawa mu pada baji**ngan yang tidak faham artinya pengobatan Ana dan kau",marah Kiki meninggikan nada bicara.


"Aku tidak setuju!!Tidak boleh ada yang menghancurkan pengobatan Ana",tegas Kiki pada pendirian nya kuat."Aku akan melindungi mu, jika pun perlu aku akan menghabisi siapapun yang menghalangi jalan mu".


Beralih menengok menatap tajam membunuh Vernon,"Walaupun dia seorang sahabat dekat ku, jika pengganggu akan ku singkirkan".Nada suara berat menggema mengerikan untuk Vernon.


Mengambil alih pembicaraan,"Tidak ada yang perlu di bunuh",Vlora terfokus pada Vernon."Kesempatan mu hanya sekali Ver. Berubah saat pulang sekolah atau di makamkan besok pagi?".


Menyeringai menyungging senyum miring,"Kau pikir aku takut dengan ancaman mu".


"Aku tidak perduli dengan diriku, aku akan tetap memastikan kau mati di tangan ku",Vernon tergerak cepat berlari ke arah Vlora yang masih berdiri tenang.


Pugh.....Kiki menahan serangan Vernon dengan kedua tangan yang menyilang di depan nya. Dengan Vlora yang masih berdiri tenang di belakang nya.


"Menepi Vi",minta Kiki yang tidak di hiraukan oleh Vlora.


Vernon menghentikan serangan nya. Ia berlalu pergi menjauh dari sana meninggalkan kedua nya.


"Lu tol**ol!?".umpat Kiki pada Vlora.


Tatapan dingin yang masih terjaga,"Harus segera di selesaikan Kiki. Aku masih punya tanggung jawab lain. Aku harus segera menyingkir yang ini".


"Kau bilang siapapun yang menghalangi harus di lenyap kan..... Vernon adalah seorang penghalang itu, jadi aku harus melenyapkan nya".


Ucapan terakhir Vlora sebelum akhirnya ia berlalu pergi dari tempat ini meninggalkan Kiki yang masih terdiam di sana.


Selepas kepergian kedua sahabatnya. Kiki mengacak-acak surai rambut kepalanya frustasi. Ia ingin berteriak, akan tetapi tidak ada suara yang dapat ia keluarkan. Ia berjalan pergi, tangannya tergerak memukul dinding sekolah ini sebelum akhirnya benar-benar pergi dari tempat ini.


++++++++


Tokk.....Tokk..... Suara ketukan pintu dari luar pintu kamar nya.


"Vania masuk bang mau naru baju yang sudah di setrika",Vania membuka pintu kamar kakak laki-laki keempat nya berlahan-lahan. Sebelum akhirnya di susul dengan dirinya yang berjalan masuk membawa ranjang wadah tumpukan pakaian Kiki.

__ADS_1


"Bang Kiki di rumah",ujar Vania kaget melihat kakak laki-laki yang tengah duduk melamun di depan jendela kamar yang di biarkan terbuka.


Kiki terdiam di sana, tanpa menyadari kehadiran adiknya sama sekali. Sepertinya ia tidak mendengar karena suara air hujan di luar sana terdengar sangat berisik sekali. Atau memang ia tengah melamun.


Vania yang selesai menaruh ranjang tadi di atas tempat tidur kakak nya, berjalan mendekat bermaksud menyapa. Namun baru saja menepuk bahu kakak nya.


Kakaknya itu langsung melonjak kaget, bangkit sampai bangun dari tempat duduknya membuat Vania ikut mematung kaget di tempat.


"Abang kenapa?Ikut kaget tau",marah Vania jantung hampir lompat keluar tadi.


Sudah suasana kamar kakak laki-laki gelap pula. Sungguh sangat mendukung Vania untuk kaget dengan respon ****** kakak laki-laki.


"Sejak kapan kamu ada di sini?".


"Sudah sejak tadi",balas Vania,"Aku tadi sudah salam ko".


"Seperti ini contohnya, Tokk....Tokk... Vania masuk iya bang mau naru pakaian yang sudah di setrika".


Perkataan terlalu polos adiknya membuat Kiki menyungging senyum tipis.


"Abang ngelamun apa tadi?".


"Abang banyak masalah iya?Atau Abang capek karena ujian sekolah?".


"Mau Vania buatkan kopi?Vania sudah bisa buat kopi yang enak loh. Di jamin setelah minum kopi langsung plong".


Menyungging tipis di barengi menggeleng ringan menolak,"Tidak perlu, Abang mau keluar sebentar lagi".


"Keluar kemana?Di luar hujan deras banget".


"Ada acara di rumah teman".


Memanyunkan bibirnya masam,"Umm....bang Ifan belum pulang loh bang, bakal sendirian lagi aku".


"Bang Ifan belum pulang?".


"Belum, masih ada kelas".


"Abang akan menunggu sampai bang Ifan pulang".


"Eh serius bang?".


"Iya".

__ADS_1


"Kalau gitu ke ruang keluarga bang cepat, bantu aku mengerjakan tugas bahasa Inggris",Vania bergegas berlari keluar kamar untuk mengambil buku-buku tugas sekolah mumpung ada kakak nya yang mau membantu.


Selepas kepergian adiknya, ia kembali murung. Ia menunduk pandangan sedikit,'Apa kau baik-baik saja Yun?Sahabat kita akan berpulang lagi'.


__ADS_2