My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Season.154 Binzo hilang


__ADS_3

Tanpa terasa sudah dua Minggu sejak kejadian di malam itu terjadi. Afif terus termenung memikirkan siapakah seseorang misterius di balik masker yang menutupi wajah nya. Sepasang Menik mata itu sangat tidak asing untuk Afif lihat. Tapi di satu sisi Afif juga lupa atau tidak bisa menebak siapa seseorang misterius di balik masker itu.


Sehingga ia terus saja kepikiran siapa seseorang misterius itu dan apa motifnya menolong Afif juga menghabisi mereka.


Suara nada dering panggilan telfon berbunyi, Afif segera menekan tombol untuk menerima panggilan.


*Selamat siang Tuan Afif",


*Boleh saya masuk?Ada tamu yang ingin menemui anda",


*Iya silakan",


Sesaat kemudian pintu ruang kerja pribadi Afif pun di buka dari luar.


Next......


Selesai dengan pekerjaan kantor Afif tidak memiliki rencana apapun selain istirahat di rumah. Tapi karena tiba-tiba mendapat suatu kabar yang buruk tentang Binzo. Rencana Afif untuk istirahat lebih cepat seketika pupus. Fokusnya saat ini adalah segera menemukan Binzo. Dan secepat membawanya pulang pada Zalfa yang terdengar cukup panik dan khawatir di seberang sana atas keselamatan Binzo.


Afif langsung mengerahkan hampir 35 anak buah untuk menyebar keseluruhan kota G mencari keberadaan Binzo. Begitu juga dengan Afif yang tidak mau tinggal diam menunggu informasi saja. Ia juga ikut turun tangan langsung mencari keberadaan Binzo yang entah kemana.


Hingga jam 2 malam. Afif belum juga mendapatkan informasi apapun tentang keberadaan Binzo. Sayangnya Afif sama sekali tidak putus asa, ia tetap fokus mencari keberadaan Binzo. Dan tidak ada waktu untuk nya istirahat sebelum Binzo di ketemukan.


Hingga akhirnya Afif tiba-tiba mendapat panggilan telfon dari salah seorang anak buahnya. Yang memberikan informasi tentang keberadaan Binzo. Di saat itu juga Afif langsung meluncur ke lokasi yang telah ia dapatkan.


"Bin",seru teman laki-laki yang saat ini tengah berjalan beriringan dengan Binzo."Lu tidak takut di marahi ibu lu?Gue saja sudah bergetar ketakutan sejak tadi membayangkan bagaimana marahnya ibu gue nanti setibanya gue di rumah",ucap teman Binzo.

__ADS_1


"Iya gue terima saja, toh gue juga yang salah karena pulang terlambat. Ponsel gue juga rusak karena jatuh tadi",nada bicara pasrah dengan keadaan nya nanti setelah sampai di rumah.


"Syukurlah tadi kita bawah ibu-ibu tadi tepat waktu ke rumah sakit",kata Alvin teman Binzo.


"Anak ibu tadi perempuan kata dokter nya".


"Serius?".


"Hem".


"Gue pingin sekali punya adik perempuan. Kira-kira boleh tidak iya gue jaga anak nya".


"Boleh kali, dan kayaknya gue juga akan ikut. Kasihan ibu-ibu tadi sendirian".


"Binzo",panggil nada suara pria yang langsung membuat Binzo berbalik badan melihat ke belakang.


"Om Afif".


Berjalan cepat mendekat dan menjentik kening Binzo dengan jarinya,"Buat susah saja! Kamu dari mana saja?".


"Aku tadi...".


"Kenapa pakaian mu penuh darah?Kalian berdua bertengkar?".


"Gini Om, tadi itu...", ucapan Alvin yang terpotong oleh Binzo."Biar gue yang jelaskan".

__ADS_1


Binzo mulai menjelaskan dari awal sampai akhir. Dari mulai sepulang sekolah tadi yang tanpa sengaja bertemu dengan seorang ibu-ibu yang sedang kesakitan sendirian di pinggir jalan sepi karena pendarahan ingin melahirkan. Hingga usaha Binzo dan Alvin untuk membawa ibu-ibu itu ke rumah sakit dengan cara di naikkan alat dorong barang-barang. Di karena terlalu sunyi sepi nya jalanan itu tanpa adanya satu kendaraan pun yang lewat. Jadi tidak heran jika kedua remaja laki-laki di depan Afif saat ini seragam sekolah penuh dengan bercak darah. Yang ternyata itu adalah bercak darah dari pendarahan ibu-ibu yang mereka berdua tolong.


Antara ingin marah juga kasihan melihat dua remaja lusuh kelelahan di depannya ini. Akhirnya mau tidak mau Afif pun memilih untuk meredam amarahnya. Ia memilih untuk kembali fokus memberikan informasi ini kepada Zalfa agar tidak terlalu mengkhawatirkan Binzo lagi. Setelah nya Afif mengajak keduanya untuk naik mobil. Untuk ia antar pulang kekediaman rumahnya masing-masing.


Setibanya di rumah belum juga membuka pintu rumah. Seseorang dari dalam jauh lebih dulu membuka pintu rumah dan langsung memeluk erat tubuh Binzo.


"Akhirnya kamu pulang",ucap Zalfa seorang ibu yang sangat mengkhawatirkan keadaan Binzo sejak tadi.


Antar kaget juga terkejut mendapatkan respon sampai seperti ini dari ibunya."Ehmm Bun, aku pulang terlambat. Seharusnya bunda marah pada kau",


Zalfa yang sudah melepaskan pelukan nya,"Cepat masuk, mandi, setelah itu cepat makan".


"Sudah sana kamu pasti lelah".


Dengan perasaan terheran-heran Binzo tetap berlalu pergi menuruti kemauan bundanya.


"Masuk dulu, mungkin kamu mau makan malam temenin Binzo",tawar Zalfa pada Afif.


"Tidak perlu, ayah sekarang juga sedang menunggu ku untuk makan malam bersama",tolak Afif dengan baik-baik.


"Baiklah, terima kasih sudah membantu mencari Binzo".


"Sama seperti kak Zalfa. Binzo juga sama berharganya bagiku, melihat Binzo seperti melihat Abang Bryan",Afif sedikit menurunkan perhatian nya."Yasudahlah aku permisi kak".


"Iya, hati-hati di jalan".

__ADS_1


__ADS_2