
Satu Minggu telah berlalu. Satu Minggu setelah semuanya terungkap dan satu Minggu yang akan berjalan dengan normal kembali setelah kejadian besar di hari telah selesai.
Begitu juga dengan hari-hari Vlora. Walaupun pada akhirnya akan berakhir sama. Yaitu ia akan kembali ke rumah megah mewah yang hanya ia tempat tinggali seorang diri. Menikmati kesendirian menelan kesepian.
Satu minggu telah berlalu, luka-luka yang ia dapatkan tempo hari itu juga sudah berangsur-angsur membaik. Hanya tinggal beberapa luka di dahi dan dagu nya saja yang masih di tutup plaster luka.
Selama itu juga Vania selalu datang ke kediaman rumah nya. Anak itu telah menepati janjinya dengan sangat baik. Yaitu merawat Vlora sampai benar-benar sembuh.
Walaupun di rumah ia juga harus merawat ayah nya. Yang katanya sudah di perbolehkan pulang. Dan rawat jalan, juga Kiki. Pria itu benar-benar pulih dari luka-lukanya dengan sangat cepat. Buktinya saja, walau kepalanya masih di tutup plaster luka. Dia sudah mengambil alih beberapa usaha orang tuanya meringankan beban Ifan, kakak nya. Sehingga rasa sakit karena kecelakaan yang terjadi kemarin seperti tidak pernah terjadi pada Kiki.
"Om Haki sudah sehat?",tanya ku yang tengah duduk di kursi di ruang makan.
Menaruh sup yang ia bawa di atas meja depan Vlora,"Sudah kak, keadaan ayah sudah berangsur-angsur membaik".Kata Vania."Kalau kak Hyuna bagaimana?Sudah baik, benar-benar baik kan?".
"Sudah",ucap nya merespon Vania yang sangat mendekatkan wajahnya sangat dekat sekali dengan ku,'mengerikan seperti kakak nya',batin ku.
"Bagus-bagus, besok ayo jalan-jalan kak".
"Kakak tidak bisa".
"....", kekecewaan Vania."Pekerjaan kak Hyuna sama seperti bang Daniel iya, sama juga seperti bang Ikbal dulu".Ucap Vania.
Menunduk pandangan nya,"Jujur aku sangat tidak suka dengan pekerjaan itu. Karena setiap orang yang masuk selalu berakhir seperti bang Ikbal".
"Aku tidak mau hal itu juga terjadi pada kak Hyuna juga bang Daniel".
__ADS_1
"Kira-kira bisa berhenti tidak kak, dari pekerjaan itu",Vania sedikit menurunkan nada bicara di kalimat akhir yang ia ucapkan.
Entah sejak kapan Vlora sudah beranjak dari tempat duduknya sampai sudah berdiri di samping Vlora. Menepuk ubun-ubun kepala Vania pelan sekilas sebelum ia berlalu meninggalkan ruang makan. Tanpa mengatakan sepatah kata pun pada Vania.
+++++++
Melihat Vania yang sibuk mencuci piring kotor yang harus di kerjakan asisten rumah nya.
"Sudah cukup, jika kamu selesaikan semuanya apa gunanya asisten rumah ku".Kata Ku berdiri bersandar pada dinding ambang jalan masuk ke dapur.
Mengepal tangannya yang basah dengan sapu tangan yang tersedia, sembaring tertawa kecil."Heheh.....habisnya aku bingung mau melakukan apa di rumah sebesar ini. Iyaaa...walaupun kak Hyuna sudah mengizinkan aku berkeliling, tapi kalau tidak melakukan apapun dan sendirian kan membosankan.
"Ayo keluar",ajak ku pada Vania.
"Kemana?Kak Hyuna tidak sibuk?".
"Iya jangan, aku ikut, bentar ambil tas dulu di ruang makan",Vania berlari kecil meninggalkan dapur. Yang di ikuti oleh Vlora yang ikut meninggalkan dapur.
++++++
"Wah....seenak ini ternyata rasanya naik mobil mewah hehehheh.....",ujar Vania yang sangat summering bahagia.
Membuat Vlora yang fokus mengemudikan mobil ini menyinggung senyum tipis memperhatikan tingkah gadis remaja di samping nya.
"Hoiya",ujar nya melihat Vlora yang fokus mengemudi."Kak Hyuna belum ada niatan untuk menikah?".
__ADS_1
"Hemm".
"Nikah kak, berkeluarga".
"Tidak".
"Ko gitu, emang kak Hyuna umur berapa bukankah kak Hyuna seumuran Bang Kiki".
"Kiki lebih tua satu tahun dari ku".
"Serius!?",ujarnya kaget,"Tapi ko sekolah nya samaan, apa jangan-jangan bang Kiki ketuaan sekolah nya".
"Bukan-bukan, tapi kakak yang kemudaan sekolahnya".
"Oh",hingga mulut menganga membentuk huruf O."Tapi kak Hyuna berprestasi banget saat masih SMA, aku sering dengar dari cerita nya Bang Kiki".
"Sering cerita apa saja Kiki?".
"Bang Kiki....", menempelkan jari telunjuk di dagu nya."Tanya sendiri lah kak, biar kak Hyuna ada topik",di susul tawa renyah,"hehehe....".
"Nakal iya kamu".
"Adik siapa?Hahahh...".
Entah kenapa hari ini sangat berbeda dari hari-hari biasanya. Seakan-akan ada sedikit warna yang muncul di hari ini. Dan itu cukup membuat Vlora sedikit membaik. Walaupun tidak dapat seutuhnya memperbaiki kehancuran hidup nya.
__ADS_1
++++++++
Aku yang tengah fokus membaca buku, di kagetkan dengan suara langkah kaki yang selama ini ia rindukan suaranya,"Cih.... setelah lima tahun apakah kau tidak ada niatan untuk merubah sifat buruk mu, dasar anjing",ucap ku tengah duduk santai di kursi gantung balkon rumah.