
Tengah duduk tenang di ruang tamu nya. Vlora tiba-tiba kedatangan tamu tidak terduga. Ia adalah seorang wanita suruh Kiano. Entah memiliki motivasi apa Kiano sampai menyuruh orang suruhan nya untuk menemui ku.
Selesai mendapatkan pemeriksaan oleh anak buah Vlora di ambang pintu masuk. Wanita ini yang sudah di pastikan aman pun di perbolehkan masuk bertemu dengan Vlora.
Daniel yang mendengar akan kedatangan wanita ini. Membuatnya sudah siapa berdiri di belakang Vlora duduk untuk melindungi bos nya.
Wanita ini berlalu dan duduk di sova panjang depan ku terduduk santai. Sampai akhir obrolan santai kami terjadi.
"Aku kesini untuk menyampaikan kesepakatan baru yang telah bos ku buat. Bos ku memilik barang bagus yang siap diperjual belikan kapan pun. Barangnya bagus harga nya pun tidak perlu di pertanyakan".
Masih belum mendapatkan respon dari Vlora yang terdiam membisu. Memperhatikan dirinya seakan-akan sangat tidak tertarik dengan penawaran itu.
"Karena barang baru bos ku sangat menjamin harga penjualan nya cuku.. ..",memotong ucapan belum terselesaikan wanita.
"Aku tidak tertarik dengan penjualan barang itu, aku lebih suka dengan cara ku sendiri untuk menghasilkan puluhan dollar",kata ku bernada santai terfokus melihat lawan bicara ku.
Tangan wanita ini tergerak masuk ke dalam cardigan sweater. Dorr....Dorr....Dorr.... Daniel tergerak cekatan menembakkan beberapa peluru tepat pada target yang mengancam nyawa bos nya.
Perlu kalian ketahui jika wanita ini baru saja akan menembak Vlora dengan pistol nya. Akan tetapi sebelum berhasil Daniel dengan cekatan lebih dulu menghentikannya. Tidak sekedar menghentikan nya, tapi ia juga membunuh wanita ini di tempat.
Vlora yang masih terdiam memperhatikan tidak perlu dengan yang baru saja terjadi di depan nya dengan sikap tenang.
"Suruh beberapa orang membawa dia hidup-hidup ke hadapan ku",ucap ku pada Daniel yang masih terdiam berdiri di belakang ku."Jika melawan habis di tempat",lanjut ku sebelum berlalu pergi meninggalkan tempat sudah kotor dengan sampah ini.
Daniel hanya membalas dengan anggukan kepala ringan sedikit menundukkan pandangan nya menghormati kepergian Vlora.
Selepas dengan kepergian Vlora, ia langsung menyuruh anak buah yang anak untuk membereskan kekacauan ini. Sementara ia pergi jauh untuk menemui mereka yang akan ia utus untuk pergi ke markas besar mafia Dragon.
__ADS_1
+++++++
Selepas pulang dari markas besar nya. Vlora yang hari ini tidak dapat mengambil kuliah home schooling karena harus mengikuti kegiatan praktek yang wajib bertatap muka secara langsung. Dengan terpaksa selepas pulang dari sini, ia mengendarai mobil nya pergi ke universitas di mana ia menempuh pendidikan.
Selesai memarkir mobil dengan baik di parkiran mobil. Vlora berjalan santai seperti mahasiswa lain pergi masuk ke dalam gedung universitas.
Di dalam ia berjalan santai ke kelas praktek yang sudah di beritahu guru pembimbing nya. Seorang diri, ia tidak memiliki teman setelah Lulu sekolah. Karena ia mengambil kuliah home schooling (pendidikan kuliah di rumah) membuat nya benar-benar tidak mengetahui sedikit siapa saja dan dengan siapa saja ia sekelas.
Oh!Vlora adalah mahasiswa jurusan Teknik Informatika.
Sampai di dalam ruang kelasnya ia langsung terduduk di bangku yang masih kosong. Di saat itulah sepasang mata semakin tertuju memperhatikan kehadiran nya.
"Maaf, kamu menduduki bangku ku",salah seorang perempuan yang sudah berdiri di depan Vlora.
Vlora mendongak melihat seseorang itu,"Sorry aku tidak tau",ucap ku pada perempuan berkacamata bulat ini.
"Hemm",aku sebelum akhirnya beranjak berdiri berganti tempat duduk.
Sesaat kemudian seluruh mahasiswa kejuruan ini telah ada di dalam kelas. Dosen pengajar juga sudah masuk ke dalam kelas untuk segera memulai belajar mengajar nya.
"Selamat siang",
"Siang pak",
Berganti fokus melihat ke arah Vlora,"Senang melihat anda bisa mengikuti kelas tatapan muka saya. Maaf karena akan sulit untuk saya menjelaskan online".
"Tidak papa pak, silakan melanjutkan",balas ku singkat.
__ADS_1
Singkat obrolan Pak dosen sebelum akhirnya fokus pada tujuan pembelajaran nya. Karena setelah menerangkan sedikit ia juga harus segera membuka sesi presentasi tanya jawab lisan.
+++++++
"Ki",seru ku pada seorang laki-laki yang baru saja melompat naik ke balkon kamar ku. Kebetulan aku tengah duduk di ayunan rotan di sana.
"Wihh panggil gue lu",menunjuk dirinya sendiri.
"Sejak kapan lu bergabung dengan organisasi pembunuh bayaran?".
Duduk di kursi kayu depan Vlora,"Lama".
"Emang ada apa?".
"Tidak ada. Lu hanya perlu sedikit berhati-hati saja karena pihak berwajib tidak akan lepaskan mu semudah melepaskan babi dari kandangnya".
"Gue tidak perduli",balasnya acuh."Sorry gue kesini cuma mau lihat pintu nya udah dikunci atau belum",beranjak dari tempat duduknya."Gue pergi",ia yang langsung tergerak turun dari atap balkon kamar Vlora.
Belum lama setelah kepergian Kiki notifikasi chat masuk ke dalam berada notifikasi chat ponsel nya. Vlora segera membuka dan membaca isi chat yang terkirim.
Terduduk tidak berdaya penuh luka dan bercak darah,"Sial sekali diriku menentang monster",menyungging senyum memperlihatkan gigi-gigi yang penuh bercak darah kepada seorang pria yang berdiri menodongkan pistol di depan.
Belum sepersekian detik pria ini langsung Bakkk..... menendang pelipis kepala pria ini sampai tidak sadarkan diri pingsan.
"Target mu selajutnya",seorang pria yang memberikan dua lembar kertas foto pada seseorang yang ia temui diam-diam di tengah ramainya taman kanak-kanak."Lakukan dengan hati-hati jangan pernah meninggalkan sedikitpun bukti".
Selesai mendapatkan foto target nya. Seseorang ini langsung berlalu pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
__ADS_1