
Sang Surya sudah tidak menampakkan wujudnya kembali. Pertanda hari sudah berganti malam. Langit gelap tanpa secercah cahaya kecil menghiasi suasana langit malam yang telah mengambil alih langit biru muda. Hanya ada beberapa kilatan kecil cepat muncul di atas sana. Seperti akan turun badai malam ini.
Namun itu tidak mengurungkan niat Vlora untuk datang ke tempat pertemuan nya. Bersama dengan para anggota mafia King88.
Setiap anggota terpenting telah berkumpul di lapangan tempat para mafia King88 bisa berkumpul bersama. Suatu tempat dekat berbatasan dengan daerah kota lain.
"Seluruh anggota akan menyebar ke seluruh Kota. Tugas kalian berjaga di perbatasan Kota. Setiap anggota akan di bekali telfon seluler tanpa kabel, jika terjadi sesuatu yang mencurigakan segera hubungi Raka".Kata ku dengan tegas dan lantang layaknya seorang pemimpin.
"Siap mengerti Nona Vlora".Balas mereka semua serentak.
Sorot mata yang masih tajam menatap lurus,"Bubar".
Seluruh anggota segera membubarkan diri pergi ke posisi masing-masing sesuai dengan perintah Vlora.
"Aku serahkan keamanan Kota ini kepada mu".Aku yang terfokus pada lawan bicara ku.
"Iya"balas Raka melihat kepergian ku dengan Daniel dan Kenan naik ke atas kapal."Kembali lah dengan selamat Vlora".Gumam Raka.
Di atas kapal yang mulai menjauh dari pelabuhan nya. Vlora yang berdiri di depan kedua pria ini berbalik. Terfokus melihat Kenan,"Kau yakin akan tetap ikut?".
Kenan terdiam sejenak, sebelum ia angkat pandangan melihat Vlora,"Iya, aku yakin sepenuhnya. Dan aku sudah mempertimbangkan resiko yang akan terjadi nanti,"potong Kenan."Aku siap melakukan nya".
__ADS_1
+++
Melihat tubuh sadra yang sudah penuh dengan luka memar, tidak membuat sang alpha ZCBlack bergerak menghentikan niatannya untuk menghajar tubuh pemuda ini.
Berdiri tidak terlalu jauh dari tempat kejadian,"Sudah hentikan Joh".Kata Evano pria kulit putih, postur tubuh tinggi, mengenakan kemeja kotak-kotak merah hitam hijau dengan kaos oblong polos hitam, berambut two block sedikit panjang hitam legam di ikat sedikit tunggal. Sedikit poni yang di biarkan tergerai menutupi keningnya. Namun sorot matanya masih dapat terlihat sayup, dingin menenangkan.
"Membunuhnya sekarang tidak akan menyelesaikan masalah mu",pertegas nya."Lebih baik persiapkan persenjataan untuk menyambut kedatangan tamu mu".
"CK".Umpat Johson membuang pandangannya kesal sebelum akhirnya berlalu pergi meninggalkan ruangan ini. Namun belum beberapa langkah ia terhenti membelakangi mereka."Seret dia ke penjara bawah tanah".Pintanya tegas tanpa bantahan.
Tubuh penuh luka ini di geladak paksa pergi dari ruangan ini. Yang akhirnya hanya menyisakan beberapa penjaga dan dua petinggi. Evano dan Rio.
"Johson terlihat lebih marah dari biasanya".Ucap Rio menatap tempat arah kepergian Johson.
++++
Dalam keadaan sekujur tubuh yang hampir mati rasa keseluruhan. Kiki bergumam sangat pelan sekali,"Maaf Vania. Abang tidak bisa pulang bawakan pesanan roti bakar mu".
Suatu ikatan batin yang kuat. Vania yang tengah sibuk terburu-buru memeluk erat tas sekolah dan laptop nya yang akan ia bawa ke ruang keluarga. Seketika terdiam terpaku, menengok kebelakang seperti mencari sesuatu di sana. Yang tidak terlihat ada siapapun di sana.
Menepuk bahu adiknya,"Ada apa dik?".Tanya Ifan yang sudah berdiri di depan Vania.
__ADS_1
Masih terfokus pada ruangan gelap di belakang nya,"Kayak ada suara bang Kiki",di barengi terfokus melihat abangnya."Bang Kiki sudah pulang?".
"Belum".
"Bang Kiki kemana iya?Tidak biasanya bang Kiki pulang terlambat. Bang Daniel juga biasanya hari Rabu selalu pulang. Kenapa sudah tiga Minggu ini tidak pulang juga?".
"Mungkin bang Daniel masih sibuk, dan Kiki masih ada tugas kelompok atau terlalu asik nongkrong sama teman-temannya jadi lupa waktu".Kata Ifan mencoba menenangkan perasaan tidak enak adiknya. Di kala di rumah yang lumayan besar ini, hanya ada dua penuhi saja sekarang. Ia dan Vania saja. Sementara penghuni yang lain belum ada satupun yang pulang.
Merogoh kantong celana, dan tangan kanan yang tergerak mengelus ubun-ubun kepala Vania. Di barengi berjalan berpapasan melewati Vania yang masih terdiam,"Lanjutkan saja belajarnya Abang akan telfon mereka agar cepat pulang".Ucap Ifan berlalu pergi meninggalkan Vania seorang diri.
+
+
+
+
Riordan Gie atau Rio. Pria berusia 30 tahun. Anggota tertinggi yang mempunyai kedudukan hampir setara alpha. Di organisasi Mafia ZCBlack yang ia ikuti.
Johson Milo Matteo atau Joh. Alpha atau pemimpin organisasi Mafia ZCBlack yang paling berkuasa dan paling di akui kekejaman dan keberadaan hampir oleh 7 negara.
__ADS_1
Evano Algo Faresta atau Vano. Pria dingin sedingin gunung es dengan aura sejuta rahasia ke misterius yang sangat melekat kuat. Kedudukan di Organisasi Mafia ZCBlack setara dengan Xana. Dia adalah alpha ketiga.