My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.53 Momen terulang


__ADS_3

Satu hari setelah malam itu. Mafia ZCBlack benar-benar lenyap, nama organisasi gelap itu tidak pernah terdengar lagi. Organisasi mafia King88 yang paling sering terdengar di dalam topik obrolan mereka di tempat hiburan malam. dan tempat-tempat lain tempat mereka para manusia-manusia jalan kegelapan berkumpul.


Sementara itu Vlora yang sekarang sudah benar-benar menjadi keturunan satu-satunya asli keluarga utama, Alpha. Sejak kejadian di malam itu. Ia telah di angkat menjadi ketua organisasi Alpha yang sudah lama tidak terdengar. Namun masih sangat di hormati keberadaan nya sampai sekarang.


Keputusan Vlora membuat organisasi yang ia bangun saat ini di pimpinan oleh Raka yang masih sangat ia percayai untuk menjaga Kota G tetap aman damai.


Walaupun Vlora telah menjadi ketua Alpha, ia tetap menjalankan kepemimpinan dengan caranya sendiri. Bukan dengan cara-cara keluarga-keluarganya terdahulu.


Kepemimpinan Vlora lebih menyeimbangkan keduanya. Antar kekerasan dengan kehalusan. Bisa di simpulkan apa yang akan mereka tunjukkan tergantung bagaimana cara memperlakukannya.


Di malam ini. Untuk pertama kalinya, akhirnya kedua sahabat yang belum pernah bertemu. Di malam ini keduanya dapat bertemu bahkan dapat mengobrol bersama tanpa ada seorangpun yang menyadari waktu kebersamaan yang telah di habiskan.


Tempat pertemuan keduanya pun di tempat yang sama. Di teras balkon kamarnya Vlora.


Vlora yang duduk di ayunan. Dan Kiki yang duduk di kursi kayu tidak jauh dari kursi ayunan. Tidak saling bertatapan langsung tidak membuat topik obrolan keduanya terputus.


"Tiba-tiba aja kangen ribut dengan Anzel, Hanai, juga dengan Vernon".


Tidak mendapatkan sahutan dari Vlora.


"Yun".


Tidak mendapatkan balasan.


"YUNA!!", sedikit berteriak kencang.


Vlora yang ternyata ketiduran langsung melonjak bangun menengok ke arah sumber suara dengan sepasang mata melotot memerah khas orang bangun tidur.


"Anjing!!Gue kaget anjing",bentak marah ku.


"Eh!Lu ketiduran?".


"Berisik anjing",beranjak dari tempat duduk untuk berjalan masuk ke dalam kamar. Berniat untuk melanjutkan tidur yang tertunda.


Akan tetapi Kiki justru mengekor dari belakang. Lantas Vlora menghentikan langkah nya, berbalik badan menghadap Kiki.


"Pulang sana, gue ingin tidur".


"Iya tidur saja Yet".


"CK",


"Gue tidak bisa tenang tidur kalau ada lu".

__ADS_1


"Emang kenapa?Gue bukan orang jahat. Gue kan sahabat yang baik hati".


Merubah tatapan mata menjadi datar ke Kiki,"Plis Ki pulang, gue ingin istirahat".


"Lu ko ngusir".


"Iya karena gue ingin istirahat".


"Gue tidak mau".


"Lu mau gue bunuh".


"Iya silahkan".


Lelah berdebat Vlora memilih untuk mendorong paksa Kiki keluar dari kamar nya. Ia pikir akan semudah itu tapi ternyata tidak. Karena Kiki justru melawan dengan menahan gaya dorong Vlora yang sangat ingin ia keluar dari kamar nya.


"Pliss Kiki cepat pergi!!",Vlora yang masih mendorong sekuat tenaga punggung Kiki agar bergerak keluar dari pintu balkon rumah nya.


Hampir sejam keduanya saling dorong sebelum akhirnya. Duaaarr..... kilatan petir di sertai suara guntur keras. Membuat kedua kaget bukan main, saking kagetnya. Kiki yang masih menahan dorongan Vlora tidak menyadari jika Vlora sudah menghentikan kegiatan nya. Yang akhirnya membuat ia terdorong ke belakang.


Ia bergerak cepat memutar badan menghadap belakang. Di nama Vlora tengah menatapnya tajam. Brugkk.... Keduanya akhirnya terjatuh bersama di atas tempat tidur Vlora.


"Anjing lu",aku membuka kelopak mata yang sempat terpejam saat jatuh.


Di saat itulah Vlora langsung bertatap dengan manik mata Kiki yang terdiam menatap dirinya, dengan tubuh yang masih menindih di atas tubuh Vlora.


"Ohh....monyet lu",Kiki lekas tergerak beranjak duduk di samping Vlora yang langsung bangun untuk duduk dengan baik.


"Sial....luka ku",tangan ku yang tergerak mengelus bahu ku yang tersayat pedang Johson kemarin. Luka itu masih belum sepenuhnya kering, jadi terkadang masih terasa perih.


"Sorry Yun".


"Makanya cepat pergi".


"Tapi gue masih ingin mengobrol Yun sama lu",kata Kiki terfokus melihat lawan bicara nya."Setelah lulus sulit sekali Yun cari teman, di tambah lagi selepas bertugas aku langsung berangkat kuliah. Selesai kuliah langsung pulang. Seperti tidak ada waktu ribut lagi".


"Iya mungkin karena tidak ada masalah yang datang atau keributan yang terjadi. Makanya hampa sekali Yun".


"Lu curhat".


"Sudah tau tidak perlu tanya lagi be**go",mengusap pipinya kering.


"Sorry, Sorry. Tapi jujur gue ngantuk Kiki, ingin tidur",kata Ku."Lagian tidak lucu kan kalau lu tidur di sini....".

__ADS_1


Belum juga selesai melanjutkan ucapannya. Kiki jauh lebih dulu menarik pinggang nya. Menyembunyikan wajahnya di punggung Vlora yang jadi duduk di depan nya.


"Sorry Yuna, aku bukan diri mu",kata Kiki bernada bahasa lain.


Vlora tau betul arah topik pembicaraan Kiki, dan ia tau betul apa maksud Kiki yang belum tersampaikan secara lisan kepada nya.


"Dunia sangat jahat iya Ki",ujar ku setelah sekian lama terdiam membiarkan Kiki tetap pada posisinya yang sama-sama terdiam seperti ku."Sampai pria sekuat dirimu menjadi lemah di depan ku",sambung ku.


Masih di posisi yang sama,"Aku tidak perduli, karena aku tau betul kita tidak bisa selamanya seperti sekarang, karena aku tau betul kita tidak bisa bersama-sama, aku tau betul kita tidak bisa sampai di akhir tua bersama".


"Sorry, biarkan aku seperti ini untuk beberapa menit ke depan".


Diam dan tertunduk nya perhatian Vlora bersamaan dengan turunan badai hujan deras di sertai guntur menggelegar di luaran sana.


"Seperti langit menyetujui keinginan mu",kata ku membuat Kiki merenggangkan pelukannya."Beristirahat saja di sini nanti pagi baru kembali".


Kiki masih terdiam tidak menanggapi, memaksa Vlora untuk menengok kebelakang melihat nya.


"Hanya beristirahat tidak ada yang aneh-aneh Anjing",aku mendorong kasar pelipis kepala Kiki yang langsung tertawa renyah.


Menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal,"Haha....aku pikir langsung boleh semuanya".


Yang hanya mendapatkan respon dingin dari Vlora yang tidak menyungging senyum tipis sedikit pun.


"Udah Yun, aku cuma bercanda".


"Untung sahabat gue cuma lu, coba tidak sudah gye bunuh lu sejak tadi".


"Hahahhh......jadi aku tidur di mana Yun, atas, bawah, atau samping".


Dengan nada bicara yang kembali,"Boleh tidak gue bunuh lu sekarang tangan gue gatal sekali",aku menatap dingin.


"Yaelah Yun, habis aku, kamu, kau, ganti lagi jadi lu, gue, kan tidak baik Yun kalau mau tidur bersama".


Brakk..... Brakk......


Vlora sudah tertidur pulas berselimut tebal membelakangi Kiki yang masih terduduk di samping. Sembaring tangan nya yang terus-menerus mengelus-elus pipi bengkak karena tinjuan yang di layangkan Vlora.


"Yun ini panas banget, lu tidak ada niatan ambil kan gue air hangat gitu buat kompres".


"Kurang keras lagi tinjuan gue!?",ketus ku tanpa mengubah posisi tidur ku.


"Aduh, aduh, jahat banget".

__ADS_1


"Dah cepat tidur anjing, sebelum gue berubah pikiran gue suruh lu tidur di sova dan bakal gue naikan suhu AC nya",omel ku masih di posisi yang sama.


"Iya, iya Yun",Kiki yang akhirnya menurut. Berbaring di samping Vlora dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang berbeda seperti yang tengah Vlora kenakan. Selimut yang sudah Vlora ambil kan untuk nya. Agar ia tidak sampai merebut selimut yang jauh lebih tebal milik Vlora.


__ADS_2