My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.107 Ada apa dengan orang-orang hari ini?


__ADS_3

"Pagi Yun", tersenyum sumringah di depan Vlora yang menatap nya datar.


Vlora yang cuek pada Kiki justru menarik selimut yang akhirnya menutup wajahnya dari perhatian Kiki.


"Bangun Yun sudah siang, kau tidak lapar?".


"Yunnn".


"Makan saja saja dulu, aku masih ngantuk",aku yang tidak merubah posisi tidur ku.


Tidak mendapatkan balasan dari Kiki. Vlora justru merasakan tangan yang kembali melingkar di pinggang nya.


+++++++


Duduk di samping Vlora yang masih tertidur pulas,"Yun bangun",


"Sudah siang makan dulu sedikit".


"Yunaaaaa",


"Astaga",geram ku yang akhirnya bangun.


Vlora akhirnya beranjak bangun untuk duduk. Mengumpulkan nyawa yang belum sepenuhnya penuh di tambah dengan emosional nya yang masih sangat kesal.


"Gitu dong",


"Aku mau cuci muka dulu",aku yang beranjak bangun turun dari atas tempat tidur.


Setelah beberapa lama menunggu karena Vlora tidak kunjung keluar kamar mandi. Kiki akhirnya menyusul pergi ke kamar mandi. Namun sebelum membuka pintu kamar mandi. Pintu di depan jauh lebih dulu di buka dari dalam.


"Apa?".


"Khawatir sama kamu. Habisnya di dalam kamar mandi tidak keluar-keluar, kebiasaan".


"I'm girl",melengos pergi.


Vlora kembali duduk di tempat tidur, ia mulai mengambil nampan makanan yang Kiki bawakan untuk nya. Namun sebelum memakannya, ia lebih dulu meminum susu hangat yang sudah Kiki siapkan semuanya.


"Siapa yang buat bubur, bi Nur kan sudah kembali ke kampung halamannya".


"Emang kenapa enak iya?",bangga Kiki,"Jelas enak aku yang masak",


"Lumayan", mengunyah bubur dalam mulut nya,"masih enakan buatan bi Nur".


Tersenyum masam kecewa.


"Setelah ini aku tinggal keluar".


Menghentikan kegiatan makan,"Kemana?".


"Ada sedikit kerjaan".


"Kerjaan organisasi mu".


"Tidak. Ada pekerjaan lain di suruh bang Ifan lihat gudang penyimpanan barang yang akan di jual besok".jelas Kiki pada Vlora."Aku hanya berkunjung dan sedikit membantu saja kalau di organisasi ku. Aku tidak akan melakukan apapun, aku mau fokus dengan kamu dan anak kita".


"Lekas di habiskan makanannya, aku tinggal ganti baju",Kiki beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Vlora.


Kiki yang sudah mengenakan pakaian rapi kemeja kotak, berpadu dengan celana jeans panjang hitam. Kembali mendapati Vlora yang masih terduduk di tempat tidur merapikan wadah bekas makannya.


Mengambil alih,"Sudah biarkan aku kembalikan",


"Nanti mau di bawakan apa?",

__ADS_1


"Nanti aku chat, sekarang belum mau apa-apa",balas ku terfokus pada lawan bicara nya.


"Baiklah, aku berangkat kalau ada apa-apa langsung telfon",Kiki berlalu pergi membawa nampan makanan pergi bersamanya. Setelah mendapatkan balasan anggukan kepala dari Vlora.


Vlora meraih ponsel miliknya yang tergeletak tidak jauh tempat nya duduk. Ia memainkan layar ponsel yang menyalah sampai tersambung dengan panggilan telfon dengan seseorang di seberang sana.


*Hallo bang",


*Kamu tidak perlu kemari. Sudah ada Daniel, Kenan yang membantu ku. Kota dalam keadaan aman, kamu fokus saja dengan kesehatan kehamilan mu".


*Aku tidak mau sampai Kiki marah-marah dengan ku. Kiki ternyata lebih mengerikan dari pada Daniel kalau sedang marah".


*Sudah iya, istirahat lah".


Panggil telfon suara di akhir sepihak oleh Raka dari seberang sana.


Vlora tidak tau apa yang telah Kiki lakukan sampai Raka sangat mewanti-wanti dirinya untuk tidak ikut campur lagi. Alhasil Vlora hanya bisa menahan diri untuk mengintrogasi Kiki nanti jika sudah pulang.


Sampai akhir telfon Vania berdering. Ia menggeser gagang telfon yang bergetar-getar di layar ponsel nya.


*Sorry Yun,


-Aku pulang hari ini tapi tidak pamit langsung ke kamu",nada bicara menyesal Jehan di seberang sana.


*Ayah ku maksa cepat-cepat kembali, dia bahkan sampai kirim bodyguard untuk menjemput ku kemarin malam. Dia memaksa ku untuk menikah dan meneruskan bisnis keluarga. Aku harus bagiamana Yun? Aku tidak mau menikah dengan seberang orang. Apalagi dengan orang yang tidak di kenal".


*Yun bisa bantu aku. Suruh siapa saja gitu datang bunuh tunangan ku".


*Jehan, iya tidak semudah itu bunuh orang. Apalagi bunuh orang hanya karena masalah sepele",kata ku di seberang sini.


*Aku akan coba cari lain. Kalau ada apa-apa atau tunangan mu di percepat segera hubungi aku",


*Bener iya Yun, bantu aku. Aku beneran tidak mau nikah Yun. Iya mau sih nikah, tapi tidak dengan orang tidak di kenal".


*Sudah di pesawat perjalanan ke negara H. Nanti kalau sudah sampai aku kabarin. Sudah dulu Yun ditegur pramugari. Aneh sih padahal di kabin VIP masih saja ketat",kata Jehan di seberang sana.


Sebelum akhirnya mengakhiri panggilan telfon suara sepihak.


'Ada apa yang aneh dengan orang-orang hari ini',pikir ku di barengi beranjak turun dari atas tempat tidur.


Terlalu banyak tidur untuk orang hamil juga sangat tidak baik. Yang membuat Vlora memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar berkeliling rumah.


Rumahnya yang cukup luas, pasti sangat cukup membuat nya sedikit berkeringat. Ataupun kelelahan sebelum selesai mengelilingi rumah.


Next.......


Vlora yang tengah duduk di sova depan televisi menonton acara televisi. Clekkk......pintu kamar yang di bukan berlahan-lahan tetap bisa membuat Vlora tersadar berpaling melihat ke arah pintu kamar yang terbuka.


Melihat Vlora yang masih terjaga,"Belum tidur",Kiki yang baru memasuki kamar membawa tas laptop dan tas ransel berukuran tidak terlalu besar.


"Aku pikir kamu akan tidur di rumah selingkuh mu".


Tidak marah walaupun sangat letih setelah seharian kerja. Pulang-pulang malah mendapatkan pertanyaan seperti itu dari istri. Kiki malah tertawa terbahak-bahak sembaring menaruh tas ransel dan tas laptop nya di atas meja depan istri nya duduk.


"Aneh",


"Kalau kau bicara seperti tadi. Aku makin yakin kalau kau masih mencintai ku".


"Anjing".


"Hahhh.....".


"Mandi sana",

__ADS_1


"Siap",memberi hormat sebelum akhirnya berlalu pergi masuk ke dalam kamar mandi.


Singkat cerita. Karena hari semakin larut Vlora pun sudah memejamkan kedua kelopak matanya untuk tidur. Akan tetapi tanpa Vlora sadari, Kiki yang katanya akan segera menyusul tidur setelah tugasnya selesai. Justru masih sibuk dengan pekerjaan nya sampai jarum jam hampir menunjukan pukul satu malam.


Vlora yang terbangun akhirnya menyadari, jika Kiki belum tidur sejak tadi. Tanpa Kiki sadari Vlora beranjak turun berjalan mendekati Kiki yang masih sibuk dengan layar laptop dan beberapa buku tebal di depannya.


Setelah sudah dekat dan duduk di sova tempat Kiki menyadarkan punggung nya. Vlora terfokus melihat ke arah layar laptop Kiki yang menyalah.


"Sejak kapan kamu kuliah?",


"Kapan kamu bangun?", kaget Kiki melihat Blora yang sudah ada di dekat nya.


"Sejak kapan? Kenapa tidak cerita ke aku? Apa jangan-jangan banyak yang masih belum kamu ceritakan ke aku. Kamu tidak percaya dengan ku?",aku memberondong Kiki dengan pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat di mendapatkan jawaban.


Memutar posisi duduk agar bisa melihat Vlora yang duduk di sova belakang nya,"Siapa yang tidak percaya kamu. Aku percaya ke kamu, cuma emang soal aku lanjut kuliah lagi aku belum sempat cerita ke kamu".


"Sebenarnya aku sempat mau cerita, tapi sebelum aku cerita kamu hilang".


"Aku tinggal satu semester Yuna, sebentar lagi lulus. Kau tidak perlu khawatir aku kecantol anak-anak kuliahan",di susul menyingung senyum hangat.


"Ambil jurusan kriminologi",tebak ku.


"Iya, sebelumnya aku ambil teknik informatika, tapi sudah aku selesaikan. Sekarang tinggal mata kuliah kriminologi. Mata pelajaran nya ternyata lebih sulit dari Teknik Informatika yang sudah aku dapatkan gelarnya dalam 1 semester. Sementara Kriminologi justru memakan waktu lama. Membutuhkan dua semester untuk ku bisa mendapatkan gelar nya".


"Semoga saja tahun ini lulus".


Teringat obrolan santai kemarin malam,"Soal perusahaan milik mu kemarin. Yang kamu ingin aku mengurusnya. Aku masih belum mengurus atau melihat nya. Aku masih perlu mendengar dari kamu dulu cara kerja, apa saja yang ada di perusahaan mu. Sku ingin mendengar nya dulu dari mu. Kalau sudah besok aku akan mulai menjalankan perusahaan mu".


"Aku memang sudah mendengar nya dari Raka. Tapi kurang pas kalau belum mendengarkan versi kamu".


"Nama perusahaan tidak perlu di ganti. Biarkan tetap atas nama mu. Kamu hanya perlu memberiku izin sepenuhnya saja. Agar nanti kalau ada laporan apapun kamu tetap mengetahui dari rumah".


Setelah mendengar panjang lebar perkataan Kiki,"Iya, hemm..... ternyata kamu makin ke sini makin cerewet",di susul senyum sumringah nya.


"Eh! aku menjelaskan panjang lebar itu tadi".


"Iya",masih dengan raut wajahnya sumringah bahagia.


"Ahh sudah lah sana tidur, aku juga akan segera tidur setelah membereskan ini",kata Kiki mematikan layar laptop nya.


"Ki",seru ku masih duduk di tempat yang sama."Boleh minta nomernya Jay",minta ku langsung membuat Kiki yang awalnya cuek berpaling menengok ke arah ku.


"Buat apa?".


"Chat dia".


"Ha?".


"Masih ingin Jehan?".


"Hemm".


"Dia suka sama Jay".


"Terus kamu mau bantu Jehan untuk dekat dengan Jay".


Yang di balasan anggukan kepala oleh Vlora.


"Nanti ku kasih",kata Kiki melanjutkan kegiatan beberesnya."Aku pikir kamu tertarik dengan Jay",gumam Kiki..


Namun Vlora yang masih dapat mendengar,"Enggak akan tenang saja",


"Hahahhhahh.....okay, okay".

__ADS_1


__ADS_2