
Tidak seharusnya Zalfa pulang kerja lewat jalanan ini. Dan tidak seharusnya Zalfa membantu pria ini hanya karena ia mengenal pria ini dengan baik saat dulu. Tidak seharusnya! Karena sudah hampir bertahun tidak bertemu, seharusnya Zalfa berhati-hati.
Sayangnya Zalfa tidak berpikir sampai situ. Ia justru memilih untuk menolong pria mabuk yang hampir mati kedinginan ini sampai membawanya ke rumah. Dengan susah payah dan pejuang karena pria ini sangat-sangat tidak sadarkan diri.
Kenapa Zalfa dengan berani melakukan nya? Karena Pria ini adalah Bryan sahabat baik semasa SMP dan SMA nya. Bryan memang terkesan dingin di waktu itu, tapi dia adalah sahabat yang baik sama seperti Juan. Oleh karena itulah Zalfa tidak berpesaka buruk tentang Bryan.
Sayangnya hal itu akan membuat Zalfa menyesal untuk selamanya. Karena apa?
Di saat Zalfa membantu Bryan untuk beristirahat di salah satu kamar yang kosong di rumahnya. Bryan yang terpengaruh oleh minum justru menyekap dirinya.
"MINGGIR BRY, jangan macam-macam, MINGGIR BRY",Zalfa meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari Bryan yang sudah mengunci pergerakan.
"BERHENTI!!",
Semakin meronta-ronta Zalfa. Bryan semakin membuat nya tidak bisa bergerak. Bahkan Zalfa yang ketakutan pun sudah menitihkan air mata berharap Bryan berbelas kasih melepaskan nya.
__ADS_1
Mencengkeram kuat kedua pergelangan tangan Zalfa yang terangkat ke atas. Manik mata seduh dengan tatapan mata kosong, terfokus menatap Zalfa cukup lama.
"Bry",seru Zalfa memohon.
Sayangnya Bryan yang di kendalikan minum sudah tidak bisa lagi membedakan antara yang benar dan salah. Bryan melucuti pakaian Zalfa sampai telanjang dan menyetubuhi nya.
Hingga akhir jam 3 malam. Bryan yang baru tersadar membuka kelopak matanya. Ia beranjak bangun untuk duduk sembaring memegangi kepalanya yang terasa sangat pening.
Bryan baru menyadari sesuatu saat ia melihat seseorang yang tengah tertidur di samping membelakangi nya. Sosok perempuan itu membuat Bryan langsung tersadar seutuhnya, jika ia telah melakukan sesuatu dengan perempuan telanjang yang berbalut selimut ini. Walau sekalipun ia tidak mengingatnya.
+++++++
Melihat seseorang yang telah ia cari-cari semalaman. Tanpa basa basi Juan langsung saja berteriak lantang,"WONG BANG**SAT!!".
Seketika membuat Bryan langsung menghentikan langkah kakinya.
__ADS_1
Mendorong kasar tubuh Bryan,"Dasar bang**sat!! Kau kemana saja bang***sat semalaman?".
"Aku sampai tidak tidur semalaman karena kau. Dan kau astaga kau seperti seseorang yang habis tidur nyenyak di suatu tempat",menyipitkan matanya meneliti dari atas sampai bawah penampilan Bryan.
"Gila",umpat Bryan melanjutkan perjalanan mengabaikan Juan yang hanya buat malu.
+++
"Berangkat duluan Bi",pamit Aftar mengabaikan kehadiran Afif.
Setelah sarapan dan minuman obat. Aftar berangkat sekolah lebih dulu menaiki mobil yang berbeda dengan Afif. Ia memilih di antar oleh supir dari pada bersama dengan Afif. Seakan-akan Aftar memang masih sangat marah dengan Aftar.
"Jangan terlalu marah iya mas Afif. Mas Aftar emang gitu, tapi aslinya dia selalu mengkhawatirkan kalian berdua. Bahkan saat kalian mengabaikan waktu makan malam. Ia adalah orang pertama yang selalu khawatir dengan kesehatan kalian berdua",kata Bi Ningsih sebelum berlalu membawa wadah makan kotor Aftar.
Karena ada acara sekolah. Setiap siswa siswi Garuda Sayap Emas berkumpul di lapangan sekolah untuk baris-berbaris sebelum acara kegiatan di mulai. Acara kegiatan itu adalah acara kegiatan beberapa lomba olahraga yang di adakan setelah ujian sekolah.
__ADS_1