
...Aku tidak butuh ucapan yang sabar iya, sabar, sabar iya, sabar....
...Tapi aku butuh,"Kamu kenapa?Apanya yang sakit?...
+
.
+
.
+
"Terima kasih bi, bisa tinggal aku sendiri. Aku ingin beristirahat besok masih harus sekolah",bernada suara rendah terdengar sangat lelah dari ku.
"Jika butuh apa-apa langsung panggil saja iya Non",pesan Bi Nur sebelum berlalu pergi meninggalkan kamar tidur majikan. Tidak lupa ia juga menutup pintu kamar kembali sebelum benar-benar pergi.
Sementara Vlora masih tetap terdiam di tempat, duduk di pinggir tempat tidur. Melamun merenungi semua yang baru saja terjadi padanya. Sampai di mana ia melihat dengan mata kepala sendiri tubuh sahabat terlempar masuk ke dalam dasar lautan.
Melihat itu saja membuat Vlora merasa sangat gagal sebagai apapun di dunia ini. Apa lagi saat ia melihat tubuh sahabatnya di dasar laut. Tubuh penuh luka itu, wajah pucat, tanpa ada respon apapun yang ditunjukkan. Semakin membawa Vlora tenggelam dalam kehancuran dasar kegelapan kesendirian.
Perhatian nya tergerak melihat kedua telapak tangan nya yang terbungkus perban luka. Kedua telapak tangannya yang terluka, tapi kenapa yang sakit di tempat yang berbeda. Sakit yang di rasa jauh lebih sakit dari luka di kedua telapak tangan ini.
"Aku hanya ingin istirahat dengan tenang, bisa kah?Aku mohon Tuhan, sulit untuk ku melihat mereka pergi satu persatu ke tempat mu",renungan ku bergumam pelan.
__ADS_1
"Sudah makan?",tanya seseorang membuat Vlora tetap tidak bergeming di depannya.
Walaupun ia sudah mengetahui milik siapa suara itu. Di kala pintu kaca balkon rumahnya belum ia kunci dengan baik.
"Tinggalkan aku sendiri",aku membaringkan tubuh ku di atas tempat tidur membelakangi Kiki. Menyelimuti hampir luruh tubuh ku dengan selimut tebal. Aku pejamkan kedua kelopak mata ku dengan paksaan, tanpa ku memperdulikan keberadaan Kiki yang entah masih ada di sana atau sudah kembali pulang.
+++++++
+++++++++++
Aku yang sudah terbangun dari tidur ku, saat tengah berdiri di dekat sova panjang kamar tidur ku. Memperhatikan seseorang yang tengah tertidur lelap di sana,"Merepotkan".Ujar ku berlalu pergi tanpa ada niatan membangunkan seseorang ini.
Selepas menghubungi seseorang di bawah sana. Seseorang itu segera mengetuk pintu kamar Vlora. Ia yang baru saja selesai berganti pakaian. Lekas berjalan membukakan pintu untuk seseorang itu yang adalah bi Nur yang tengah membawakan sarapan yang ku suruh.
"Nona sudah sehat beneran?".
"Mau di buat apapun luka nya tidak akan bisa sembuh bi. Selesai makan aku langsung berangkat sekolah".
Menyadari maksud dari ucapan majikan nya. Bi Nur hanya terdiam mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata lagi. Membiarkan majikan masuk kembali ke dalam kamar nya.
Vlora menaruh nampan makanan berlahan-lahan di atas meja panjang dekat sova panjang. Tempat Kiki masih terlelap tidur di sana.
Selepas itu ia susul dengan mengecil suhu AC nya, ia atur dengan mengunakan remote AC yang sangat jarang sekali ia gunakan. Agar tidak sampai menimbulkan suara berisik yang akan membangunkan Kiki.
Sesaat kemudian. Vlora yang sudah siap berangkat sekolah. Meninggalkan selembar kertas bertuliskan pesan di atas nampan makanan. Untuk Kiki yang nanti bangun tidur tanpa mendapatkan kehadiran nya di sana.
__ADS_1
+++++++
Sepanjang perjalanan yang Vlora lewati ke kelas. Ia hanya mendengar satu topik panas. Tentang menghilang nya Vernon sejak kemarin pulang sekolah yang belum kunjung kembali sampai sekarang.
Ia juga mendengar jika kedua orang tua Vernon tengah berusaha sangat keras bersama pihak berwajib untuk mencari keberadaan Vernon.
Tepat baru ia menginjakkan kaki masuk ke dalam kelas. Jehan masuk menarik Vlora keluar kelas. Entah akan di ajak ke mana, yang jelas Vlora hanya mengikuti saja. Tidak hanya Jehan tapi Jay, Hanai, juga Anzel mengikuti nya dari belakang.
Sampai langkah kaki mereka kelima terhenti di tengah taman sekolahan yang jauh sekali dari keramaian para siswa siswi yang belum keseluruhan nya masuk sekolah karena masih terlalu pagi.
"Lu sudah tau kabar tentang Vernon?",tanya Hanai yang di balas gelengan ringan kepala Vlora.
"Gue benar-benar takut Vernon habis oleh Kiki. Diam-diam gitu Kiki kan Psikopat menakutkan",timpal Anzel asal bicara.
"Huss.... ucapan lu be***go",tampil Hanai.
Sementara Jehan masih terdiam memperhatikan Vlora seakan-akan ia sudah mengetahui sesuatu. Namun tidak ingin mengatakan nya.
Setelah obrolan panjang kelima sahabat ini berakhir. Mereka berlima memutuskan untuk kembali lagi ke kelas di kala jam pelajaran mengajar akan segera di mulai.
+++++++
Jangan lupa di makan, thanks sudah menolong gue kemarin.
^^^Vlora^^^
__ADS_1