My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.57 Musuh lagi


__ADS_3

Di ruangan yang di dominasi warna coklat tua. Seorang perempuan yang tengah duduk tenang di kursi kebesaran nya di depan ketiga lelaki yang tengah duduk tenang di depan meja kerja nya.


Ketiganya saat ini tengah membahas rencana pertemuan yang akan di lakukan oleh Vlora dengan orang dari ketua lain organisasi Mafia. Suatu organisasi musuh bebuyutan organisasi Mafia Alpha. Sehingga demi keamanannya Vlora melakukan perundingan dengan ketiga tangan kanan nya, Raka, Daniel, dan Kenan.


Setelah obrolan panjang nan singkat. Vlora akhirnya mengambil keputusan untuk di temani Daniel. Sementara Raka tetap pada tugasnya karena seorang ketua Mafia tidak boleh sembarang membahayakan nyawa untuk ketua organisasi lain. Sekalipun itu adalah organisasi sekutu.


Kenan yang sudah menjadi tangan kanan Raka pun tidak bisa ikut. Ia harus tetap bersama dengan Raka.


Tinggal Daniel yang masih sangat dekat sebagai tangan kanan Vlora lah yang dapat menemaninya. Di kala Daniel masih anggota resmi organisasi Alpha sebagai pemimpin utama definisi pertama setelah Vlora ketua nya.


Selesai dengan persiapan nya. Seluruh anggota dalam ruangan ini membubarkan diri. Yang pada akhirnya hanya akan menyisakan Vlora seorang yang masih duduk di kursi kebesaran nya.


++++++

__ADS_1


Singkat cerita. Hari pertemuan telah tiba. Vlora dan Daniel dengan di ikuti oleh beberapa pengawal pergi ke tempat pertemuan. Gedung kediaman sekutu yang sangat sama persis seperti apartemen.


Selepas keluar dari dalam liv. Vlora dan Daniel di giring untuk pergi ke salah satu ruangan di lantai ini. Sebelum keduanya masuk pun, keduanya melewati sesi pemeriksaan terlebih dahulu di ambang pintu masuk.


Di dalam ruangan di sova panjang sudah ada seorang laki-laki berjas rapi sudah duduk tenang menunggu kedatangan nya. Vlora yang sudah masuk ke dalam ruangan di persilahkan untuk duduk di sova panjang depan laki-laki ini.


Menaruh sepotong rokok yang ia hisap di wadah asbak untuk ia padamkan,"Senang rasanya nona Vlora menerima undangan ku untuk datang berkunjung ke markas kecil ku".


"Apakah itu berarti nona menyetujui kesepakatan kita?",tatapan laki-laki di depannya benar-benar sangat mudah di baca karakter nya. Terlihat jelas jika tatapan buaya itu sangat menginginkan sesuatu dari Vlora.


"Aku mau kau menghentikan transaksi ilegal mu menculik dan menjual organ tubuh anak-anak kecil",kata ku masih tetap bernada dingin pada laki-laki di depan ku."Aku tidak menyetujui kesepakatan yang akan merugikan daerah kekuasaan ku".


Sesaat setelah hening tiada respon. Laki-laki ini tiba saja Brakkk.... memukul meja di dengan nya dengan telapak tangan nya.

__ADS_1


Tidak terkejut sedikit pun. Vlora tetap terlihat anggun dengan tatapan mata dingin nya pada fokus nya sejak tadi, laki-laki itu. Namun tidak dengan Daniel yang sudah siap tergerak melindungi Vlora.


"Sudah tidak ada yang perlu aku katakan lagi pada mu",kata ku masih tetap terduduk tenang di sana."Aku berikan waktu dua hari sebelum aku sendiri yang bertindak menghentikan mu".Di barengi dengan beranjak berdiri dari tempat duduknya nya.


Vlora akhirnya berjalan keluar dari ruangan ini di ikuti oleh Daniel tanpa ada sedikitpun perlawanan dari laki-laki ini. Walaupun terlihat jelas kekesalan amarah laki-laki ini kepada Vlora.


Tetap tidak ada sedikit pun perlawanan walaupun saat ini adalah kesempatan bagus karna Vlora ada dalam daerah kekuasaan nya. Akan tetapi tetap saja apa yang akan di lakukan adalah cara bodoh yang akan mempercepat dirinya pergi ke neraka.


Sedikit memang orang yang menemani Vlora, tapi tidak sedikit orang yang saat ini tengah mengepung daerah kekuasaan nya tanpa Vlora sadari kehadiran nya. Karena bayangan para anggota itu akan terus menjaga tanpa membuat ia merasa risih dengan kehadiran mereka yang banyak.


Next.....


"Sepertinya dia tidak akan semudah itu mengikuti perintah Nona",kata Daniel yang berjalan tidak jauh dari Vlora.

__ADS_1


"Maka dari itu rencana pendukung sangat di perlukan",balas ku tanpa menghentikan langkah kaki ku terhenti beranjak masuk ke dalam mobil yang akan membawa ku pergi jauh dari pekarangan rumah ini.


__ADS_2