My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Season.141 kumpulan


__ADS_3

Di pertemuan para senior anggota mafia King88 atau yang saat ini sudah lebih di kenal dengan nama Alpha. Tengah berkumpul di ruang tengah rumah Alpha.


Keempat lelaki yang tengah berkumpul terdiam bingung harus bertindak mulai dari mana, karena ketua mereka telah meninggal. Dan Daniel sedang keriting. Sementara Kiki belum di ketemukan. Jay yang selalu paling pandai menyusun strategi melebihi kecerdikan Daniel pun di buat terdiam seribu bahasa. Apalagi dengan Raka, Kenan, dan Fazlur, ketiga lelaki yang hampir gila.


Saat ini keadaan Kota G sangat terancam. Sedikit pergerakan akan sangat beresiko untuk keselamatan warga Kota G. Apalagi sekarang keamanan kegelapan sedang tidak memiliki ketua yang menggerakkan kekuatan anak-anak buahnya.


Jadi tidak heran saat penyerangan kemarin saja sudah ada hampir sebagian anak buah yang berkhianat. Sehingga sulit sekali untuk mereka berempat memberikan kepercayaan pada mereka. Itulah yang paling membuat keempat senior ini terdesak.


"Bantu aku menjalankan rencana ku",nada bicara seseorang laki-laki yang membuat keempat lelaki ini serentak menengok ke arah pintu masuk ruangan ini.


Lelaki itu adalah Afif yang berjalan lebih mendekat ke arah mereka berempat terduduk. Di sana Afif langsung terduduk di salah satu sova yang masih kosong. Dan mulai menjelaskan inti tujuan ia kesini. Yaitu untuk mengantikan Bryan sebagai ketua Mafia dan meminta bantuan kepada mereka berempat secara langsung untuk membantu ia menjalankan rencana nya.


Afif tidak datang seorang diri, ia datang bersama Juan di kala keadaan kesehatannya juga kurang baik. Karena kurangnya istirahat dengan baik selama beberapa Minggu ini.


++++++


Singkat cerita tiga hari kemudian. Afif yang sudah jauh lebih membaik dari kemarin. Pergi pagi-pagi sekali mengendarai mobil pribadinya seorang diri dari rumah.

__ADS_1


Sampai setelah beberapa jam mengemudi mobil nya. Ia memarkir mobil di parkiran pusat perbelanjaan. Sebelum akhirnya berlalu pergi bukan untuk masuk ke dalam pusat perbelanjaan melainkan pergi ke arah lain.


Afif melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sampai masuk ke dalam gang perumahan yang jalan nya hanya selebar mobil berukuran sedang.


Langkah kaki Afif terhenti di salah satu depan rumah perumahan ini. Ia mengetuk pintu beberapa kali. Dan terdiam sesaat setelah mendapatkan jawaban dari pemilik rumah yang tengah membuka pintu rumah untuk nya.


"Selamat pagi kak",sapa Afif pada sesosok perempuan ini.


Sedikit tercengang bingung,"Pagi, cari siapa iya?".


Mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri. Namun tidak mendapatkan respon dari perempuan ini tidak mengurungkan niat Afif untuk tetap memperkenalkan diri nya,"Perkenalkan aku Afif adik kedua bang Bryan".


Zalfa adalah sesosok perempuan ini. Ia sedikit terdiam cukup lama sebelum akhirnya mempersilakan Afif untuk masuk ke dalam rumah nya.


"Dia baru saja tertidur",kata Zalfa yang sudah mengarahkan Afif untuk melihat anak nya.


"Boleh aku mendekati nya?",tanya Afif ragu-ragu.

__ADS_1


Zalfa menganggu ringan menyetujui nya.


Kenapa Zalfa sangat yakin Afif adalah adik Bryan, selama Bryan belum pernah sama sekali pun memperkenalkan tentang keluarganya kepada Zalfa. Karena walaupun belum pernah, tapi Zalfa sudah sangat sering melihat wallpaper kedua ponsel milik Bryan yang memperlihatkan foto satu keluarga Bryan.


Dan wajah Afif sangat tidak asing dengan salah satu lelaki di dalam foto yang pernah Zalfa lihat. Oleh karena itu Zalfa mempercayai Afif adalah adik Bryan.


Afif yang sudah sangat sedekat dengan box bayi berkata,"Apakah dia laki-laki? Dia sangat mirip dengan bang Bryan sewaktu kecil",


"Iya, namanya Binzoevana Resendriya...Dan di panggil Binzo".


"Kak Zalfa",seru Afif kini sudah terfokus pada Zalfa."Maaf aku harus mengatakan ini kepada kakak. Bagiamana pun aku menyimpan rapat suatu saat nanti kak Zalfa juga akan mengetahuinya. Dan aku mau kak Zalfa mengetahui dari mulai sekarang dan itu dari ku bukan orang lain".


Hening sesaat,"Bang Bryan sudah meninggal".


Zalfa mengambil langkah mundur beberapa langkah sebelum akhirnya berpegang pada box bayi berjaga-jaga agar tubuhnya tidak sampai terjatuh. Dan tetap tergar berdiri dengan keadaan syok seberat ini.


"Bang Bryan berkata maaf karena ia tidak bisa mene.....".

__ADS_1


Memotong perkataan belum terselesaikan Afif,"Tidak perlu di lanjutkan, aku sudah mengikhlaskan kepergian nya. Dan di manapun Bryan sekarang berada ia tetaplah ayah terbaik untuk anak ku".Terfokus melihat Binzo yang terlelap tidur di box bayinya. Zalfa menyungging senyum tipis sembaring menitihkan air mata.


Namun ia bergegas menghapus dan kembali terfokus melihat Afif,"Tapi bolehkan aku mengetahui apa penyebab kematian nya. Aku mohon beritahu aku",meminta memohon Zalfa pada Afif.


__ADS_2