My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.91 Monster berandalan galau


__ADS_3

Di meja makan minimalis yang mewah. Vlora tengah terduduk tenang bersama dengan Sion menikmati menu sarapan pagi.


Mengunyah makanan,"Tidak ku sangka kau pintar memasak",puji Sion pada Vlora yang sangat tidak memperdulikan kehadiran Sion."Makanan nya sang lezat".


Bahkan setelah selesai makan lebih dulu. Vlora meninggalkan ruang makan lebih dulu. Meninggalkan Sion yang masih melanjutkan menghabiskan sarapan nya.


"Hoy!!",teriak kesal salah seorang penjaga pria Sion."Jagalah sedikit sopan santun mu Nona".


"Seharusnya kau yang menjaga sopan santun mu. Dia adalah istri yang berarti dia adalah nyonya besar rumah ini",kata Sion yang tetap terduduk tenang.


"Tap......".


"Seret dia ke ruang bawah tanah",suruh Sion yang tegas tanpa menerima bantahan.


Sikap Sion yang membelanya tetap tidak mendapatkan respon baik dari Vlora yang sudah pergi jauh meninggalkan ruang makan.


Vlora berjalan seorang diri menyusuri jalanan menuju taman rumah ini. Di tengah perjalanan nya, entah karena terlalu merindukan kehadiran. Vlora sampai berhalusinasi melihat bayang-bayang Kiki ada di depan. Tengah menunggu kedatangan nya.


Kiki bahkan sempat berpaling melihat ke arahnya dan menyungging senyum hangat nan jahil seperti biasanya. Akan tetapi saat ia semakin dekat dengan nya. Seseorang itu hanya seorang tukang kebun yang tengah bertugas merawat tanaman taman.


Kecewa sekaligus sedih. Membuat Vlora memilih untuk mempercepat jalannya pergi ke taman rumah ini. Taman yang mungkin bisa membuat dirinya sedikit lebih tenang.


Duduk di kursi panjang tralis besi depan danau buatan. Vlora langsung menunduk pandangan nya muram. Terdengar lirih suara tawa sumbang nya,"Kita hanya sahabat, tapi kenapa penghianat yang ku lakukan sangat menyiksa ku".


Kembali duduk dengan baik melamun memperhatikan tenang air danau yang sangat jernih dan bersih,'Akankah kau memaafkan ku?',pikir Vlora.


Melonjak bangun langsung terduduk di atas tempat tidur.

__ADS_1


Tengah terduduk tidak terlalu jauh dari Kiki. Jay dan Fazlur kedua rekan Kiki yang saat itu tengah menemani Kiki. Atau kurang lebih tepatnya menunggu Kiki untuk segera siuman. H! Siuman emang apa yang baru saja terjadi dengan Kiki.


Lumayan kaget,"Astaga Kiki!Aku benar-benar berpikir kau mati",ujar Fazlur yang langsung mendekat ke tempat Kiki."Kami berdua sangat panik karena sudah lebih dari satu Minggu kau tidak bangun-bangun. Panik karena tidak tau harus menjelaskan apa ke bang Daniel jika bang Daniel saja sampai menemui kami. Walaupun sebenarnya enggak juga sih".


Sayangnya yang di ajak bicara tidak memberikan respon apapun. Selain kembali membaringkan dirinya membelakangi kedua temannya yang duduk di belakang nya.


"CK! Ternyata monster berandalan bisa lemah karena satu orang perempuan",kata Jay bernada tenang.


Kiki masih tidak bergeming dari tempat nya tidur.


"What?Jadi benar Kiki sedang galau",ujar Fazlur terfokus melihat Jay."Pantas dia yang sangat benci dengan alkohol kemarin malam langsung minum empat botol. Untung tidak mati kau",di barengi memukul pantat Kiki.


Beranjak dari tempat duduknya,"Cepat kita selesaikan pekerjaan kita. Karena hanya dengan berpikir apa yang kita mau tidak akan datang menghampiri kita sendiri".Kata Jay berlalu pergi meninggalkan ruangan ini."Dan cepat kau telfon bang Daniel. Kemarin aku melihat dia sangat kacau", pesannya.


Fazlur yang kembali terfokus melihat Kiki,"Segera bangun bro. Vlora sedang menunggu kedatangan mu".


Fazlur yang humoris akhirnya memberikan tutur kata yang cukup bermanfaat juga untuk Kiki. Yang sudah tidak memiliki harapan ataupun semangat.


++++++


"Vlora",panggil Sion pada perempuan yang mengenakan dress merah berjalan di depan nya."Mau kemana kau?".


"Taman",balas cuek ku.


"Tidak bisakah kau berdiam di dalam".


"Diam di dalam rumah ini semakin besar keinginan ku untuk secepatnya membunuh mu",balas ku yang masih bernada tinggi.

__ADS_1


"CK!Apa kau tidak bisa membunuh ku karena Kiki?",


Vlora hanya terdiam menatap datar Sion.


"Sial! Ternyata memang tidak ada ruang untuk ku berada di hati mu. Walaupun sudah lebih dari satu Minggu kita menikah".Kata Sion,"Maka dari itu besok aku ingin kita hanimun".


Vlora yang langsung di pegang beberapa penjaga agar tidak sampai memberontak.


"Bawa dia ke kamar",suruh Sion pada anak buahnya.


Vlora sudah berubah melawan. Sampai akhir ia berhasil terbebas. Namun bebasnya Vlora. Membuat dirinya terlibat perkelahian lain, yaitu dengan Sion.


Awal pertarungan bela diri mereka imbang. Akan tetapi lama semakin lama. Sion lebih dominan dari Vlora. Brakk...Sion memberikan tendangan kuat tepat di perut Vlora. Membuat Vlora akhirnya bertekuk lutut di depan Sion.


Sion berjongkok di depan Vlora. Memegangi dagu Vlora. Memaksa Vlora mendongak melihat nya,"Jangan cari masalah dengan ku",nada bicara dinginnya. Di barengi dengan Sion melepaskan pegangan nya kasar.


"Bawa dia ke kamar dan ikat dia",perintah Sion tegas pada anak buah nya.


Vlora akhirnya di seret paksa pergi dari tempat ini untuk di bawah ke kamar dan di sekap.


+++++


+


+


+

__ADS_1


M. Fazlur Rahman atau Fazlur. Pria seumuran dengan Kiki dan Jay. Salah satu dari anggota misterius yang Kiki ikut yang berlahan-lahan akhirnya terkuak siapa saja anggota nya.


__ADS_2