My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)

My Name Is Crazy (Si Pecundang Telah Kembali)
Eps.23 Katana Vs Tachi


__ADS_3

Menjelang tengah malam. Satu mobil Buggati masih berkeliaran di jalan raya yang sudah mulai sepi dengan lalau lalang para pengendara. Mobil dengan merek Bugatti ini melaju dengan kecepatan tinggi melaju.


"Jadi bener kau tetap akan menjadi bayangan gelap nya".


"Iya".Ucap seseorang di balik kegelapan malam."Hanya itu yang ingin ku sampai pada mu, aku pergi dulu".


"Jika ingin pulang belilah roti bakar dulu".Pesan seseorang yang berdiri membelakangi bayangan kegelapan malam.


Suutt.......Sampailah mobil Buggati ini di depan rumah perkumpulan organisasi King88. Mobil yang sudah berdiri dengan baik. Pintu mobil yang terbuka berlahan menampilkan kaki seorang perempuan bercelana panjang jins hitam dari dalam sana. Beranjak turun dari dalam mobil.


Berjalan berlahan masuk ke dalam rumah yang sepi dengan perkumpulan para anggota. Hanya ada beberapa penjaga yang di tugaskan menjaga rumah ini saja yang ada. Untuk selebihnya tidak ada.


"Malam Nona",sapa Daniel yang baru saja masuk ke dalam rumah. Berpapasan dengan Velora.


"Aku ingin bicara dengan mu".Aku berlalu melanjutkan perjalanan. Pergi keruangan pribadi ku.


Di dalam ruangan kedap suara yang hanya ada aku dan Daniel yang duduk di depan ku. Sementara aku duduk di kursi kebesaran ku.


"Aku tau alasan nona memanggil ku ke sini. Mungkin ini karena keputusan adik ku".


"Tidak, aku tidak mempermasalahkan itu",jedah ku."Apa yang di mau sudah menjadi hak dirinya sendiri untuk mengambil keputusan".


Daniel menatap lurus tajam Vlora yang terlihat masih sangat tenang dengan nada bicara nya.


"Hanya tinggal menyuruh beberapa orang untuk melindungi nya dari kejauhan saja".Aku memperjelas maksud ku.


"Nona menghargai keputusan adik ku".

__ADS_1


"Menurut mu?".Aku terfokus pada lawan bicara ku."Dia sahabat ku dan sudah menjadi tugas ku untuk membantu dan menghargai keputusan sahabat ku..,"memotong ucapan nya."Sayangnya aku tidak bisa menjamin keselamatan nya".


Daniel terdiam sedikit menunduk perhatian nya. Jika boleh jujur dirinya sangat tidak setuju dengan keputusan adiknya yang memilih terjun ke dunia gelap sama seperti nya. Tapi apa boleh buat, dia sudah dewasa bukan lagi anak-anak yang masih dalam pengawasan orang tua. Jalan satu-satunya sekarang adalah membantu dan melindungi nya sebisa dirinya bisa.


"Nona, maaf lancang".Kenan yang terlihat tengah-tengah seperti sehabis lari maraton. Membuka paksa pintu ruangan pribadi ku, tanpa mengetuk pintu nya terlebih lebih dahulu.


Masih seperti sehabis lari maraton,"Raka",menarik nafasnya panjang,"aku baru saja mendapatkan kabar markas bang Raka di serangan".Jelas nya cepat tanpa jeda kalimat.


"Sudah kuduga ini akan terjadi,"Aku beranjak dari tempat duduk ku."Daniel pergi dengan ku, kau tetap di sini jangan biarkan satu orang pun dari luar masuk ke dalam rumah".


"Dan tetap pantau CCTV yang tersebar di Kota",yang di balas."Baik Nona".


Aku dan Daniel bergegas berlalu pergi meninggalkan ruangan ini. Begitu juga Kenan yang secepat kembali ke ruangan keamanan di mana terpasangnya komputer canggih untuk ia pakai mengawasi situasi sekitar Kota G.


Ku balut kedua tangan ini hand wrap putih. Sebelum ku ambil katana milik ku yang tersimpan rapi di atas meja aula tempat latihan biasa,"Butuh darah bukan".Batin ku.


*Hand wrap adalah sebutan untuk kain panjang yang digunakan dengan cara dililitkan di tangan dan pergelangan tangan. Fungsi hand wrap adalah melindungi tangan dan menghindari pergeseran tulang saat melakukan pukulan.*


Ku selipkan katana di kemeja kotak-kotak merah yang melingkar di pinggang ku.


Sudah siap begitu juga dengan Daniel kami berdua bergegas pergi ke tempat daerah kekuasaan Raka sebelum semuanya terlambat.


Kami melaju dengan kecepatan tinggi mengunakan motor kami masing-masing untuk mempercepat mempersingkat sampai di tujuan.


Bremmm.....Bremmm.......Tanpa memperdulikan hawa dingin malam yang semakin menusuk kulit. Kami berdua justru semakin menambah kecepatan motor kami.


Sebuah pedang panjang lurus berlumuran darah berbau anyir menyengat lubang hidungnya ini. Telah menggantung di leher Raka yang sekarang hanya bisa terdiam terduduk di depan seseorang yang berhasil membuat nya tunduk di depannya.

__ADS_1


Melumpuhkan dirinya setelah ia berhasil mengalahkan beberapa anggota mereka yang merusak daerah kekuasaan nya. Suatu hal luar biasa yang Raka lakukan. Yang pada akhirnya di jatuhkan oleh satu orang yang sekarang tengah berdiri di depan dirinya yang hanya bisa bertekuk lutut. Tanpa ada ruang perlawanan, karena sedikit melawan hilang sudah lehernya.


Seseorang yang Raka pikir paling lemah justru orang itulah yang paling mudah membuatnya kalah.


"Cih.. sepertinya berakhir sampai di sini".Raka di susul tawa kecilnya meratapi posisi yang ia dapatkan saat ini.


Sementara pria di depannya benar-benar masih terlihat sangat tenang. Namun di detik kemudian ia mulai mengayunkan pedang nya sebelum.


Ting........


Raka memejamkan kedua matanya, tidak mau melihat akhirnya dari perjalanannya. Namun sedetik kemudian ia baru sadar, saat ia melihat pedang dari seorang pria tadi telah tertahan oleh pedang Katana sebelum mendarat di leher nya.


"Pergi".Aku tanpa mengalihkan perhatian ku pada lawan ku yang menahan pedang Katana milik ku.


Dengan susah payah Raka beranjak bangun dari tempat nya. Untuk pergi menjauh dari mereka berdua. Dengan sesekali ia juga meringis menahan luka sayatan di lengan kanan dan entah di mana lagi. Yang jelas seluruh tubuh terasa sangat sakit semua juga peri.


Kedua pedang yang masih saling dorong. Tertahan imbang.


"Sudah berani menemui ku".Ucap pria ini, Xana kakak kandung laki-laki Vlora.


Sorot mata ku yang tetap tajam dingin menatap sorot mata yang berbanding terbalik dengan ku.


"Sudah berapa banyak orang telah kau bunuh?".


"Kau pikir aku sampai sebodoh itu. Sampai harus menuruti perintah Bodoh mu".Bentak Ku.


"Tidak akan pernah aku menurut i keinginan bodoh mu,"Aku menepis pedang itu menjauh dari pedang ku.

__ADS_1


Keduanya mengambil langkah sedikit mundur masing-masing memberikan jarak sedikit jauh.


*Tachi (太刀) adalah sejenis pedang Jepang yang lebih melengkung dan sedikit lebih panjang daripada katana.*


__ADS_2