
Terfokus pada remaja yang hendak duduk di sova panjang kamarnya,"Bryan",panggil Vlora pada Bryan yang sudah siap dengan semua kebutuhan untuk bermain game online.
Menengok ke arah sumber suara,"Tolong kamu jaga kedua adik mu. Mereka berdua sedang bermain di kamar".
"Kenapa aku? Ayah..".
"Ayah mau pergi dengan Bunda",sahut Kiki yang baru muncul."Kedua adikmu sedang bermain di box bayi, kamu temani mereka berdua".
'Gagal sudah main game seharian',umpat kekesalan Bryan dalam hati di barengi menyungging senyum manis terpaksa.
Di sinilah Bryan sekarang di kamar kedua adik kembar nya. Berdiam diri di ambang pintu masuk kamar terfokus melihat ke dua tuyul yang asik bermain dengan mainannya di dalam pagar bermain bayi yang tersedia di kamar ini.
'Walaupun begitu mereka berdua tetap lah adikku',Bryan akhirnya berjalan mendekat ikut masuk nimbrung ke dalam pagar bermain kedua adik kembarnya.
Kedua sosok bayi laki-laki kembar yang tengah memainkan kotak-kotak pazel.
Selama beberapa jam asik bermain-main menata pazel akhirnya keduanya pun tertidur bersama-sama karena sama-sama kelelahan sehabis bermain.
Bryan tidur di antara keduanya merangkul keduanya. Yang pertama tidur di samping nya, dan kedua tidur berbantalkan perutnya.
Berdiri di ambang pintu masuk kamar anaknya,"Kiki",panggil Vlora pelan pada Kiki agar tidak sampai membangunkan anak-anak nya.
Lantas Kiki segera berjalan mendekat,"Aku foto buat kenangan Ki",kata Vlora sangat bahagia melihat kedekatan anak-anak nya.
Tidak ada niatan untuk menganggu waktu istirahat ketiganya. Vlora dan Kiki langsung berlalu keluar kamar setelah mengambil beberapa foto momentum yang sangat berkesan.
Mengacak-acak surai rambut nya berjalan masuk ke ruang makan,"Bunda tadi kenapa tidak mau bangunin aku kalau sudah pulang",gumam Bryan kesal.
__ADS_1
"Tidak baik menganggu orang yang sedang tidur",kata Kiki yang fokus membaca koran di depannya.
Duduk di kursi yang masih kosong untuk mengambil beberapa makanan yang akan ia makan,"Bunda masih mengurus adik-adik mu?".
"Iya".
Kembali duduk menghadap sepiring makanan. Sebelum memakannya Bryan kembali berkata,"Kenapa kalian tidak sewa baby sister saja?".
"Tidak adil jadinya".Kata Kiki."Membesarkan anak sendiri jauh lebih baik. Jika di asu baby sister kita sebagai orang tua akan merasa sangat gagal".
Masih belum memakan-makannya. Bryan terfokus penuh pertanyaan pada ayahnya."Hmmm....Bukankah dengan begitu bunda dan ayah nantinya jadi enak tidak kerepotan".
"Repot emang iya, lelah seperti tidak".Kata Kiki dengan nada bicara tenang.
"Akan banyak waktu yang terlewat jika anak-anak ayah di rawat baby sister. Hal-hal sederhana akan terlewatkan, seperti mendengar suara pertama kali memanggil nama bunda atau ayah, langkah pertama kalian",cerita Kiki di susul senyum hangatnya pada Bryan."Ayah jadi ingat pertama kali kamu mulai berbicara. Apalagi saat pertama kali berjalan. Ayah tidak bisa melupakan nya sampai sekarang",masih di susul senyum sumringah. Sebelum akhirnya Kiki beranjak dari tempat duduknya. Menaruh telapak tangan di atas kepala Bryan sebelum akhirnya berlalu pergi,"Cepat di makan makanan mu",
Ia lekas memakan makanan nya dalam hening seorang diri di ruang makan.
+++++
Singkat cerita Bryan yang sudah ada di ruang kamarnya mulai fokus mengerjakan tugas-tugas kuliah. Karena setelah ini ia masih harus mengajarkan beberapa pekerjaan yang harus segera ia selesai. Lebih tepatnya usaha kecil-kecilan yang ia bangun dari uang sakunya yang sering nganggur di tabungan pribadi nya. Dari pada di biarkan karatan Bryan memutar otak untuk mengunakan uang itu membuat usaha yang sampai sekarang kedua orang tua nya ataupun orang-orang di sekitar nya belum mengetahui.
Karena Bryan beranggapan walaupun tidak di beritahu pun kedua orang tuanya pasti sudah mengetahui, kesimpulan isi pikiran Bryan.
Drumm....Drumm.....Bryan segera meraih panggilan telepon nya. Menggeser gagang telfon yang bergetar-getar di layar ponsel nya.
*Gue dapat pekerjaan Bry. Lu jadi ikut gue tidak, butuh dua orang soalnya".
__ADS_1
*Pekerjaan apa? Di mana?".
*Pramusaji resto, di dekat pasar malam kota. Jika lu mau besok langsung ikut gue, kita shift malam".
*Okay".
Tutttuuuttt.....
++++++
+++++++++++
Di malam hari berikutnya. Bryan yang sudah lengkap mengenakan pakaian santainya berjalan mendekati kamar kedua adiknya sembaring menenteng jaket hitam yang belum ia kenakan.
Tokk....Tokk....,"Ayah di mana Bun?",tanya Bryan melangkah memasuki kamar.
Vlora yang tengah membaca buku pun segera menutup buku itu, ia mendongak melihat lawan bicara nya,"Ayahmu belum pulang".
"Aku mau pamit keluar. Aku mendapatkan pekerjaan di Resto dekat pasar malam kota".
"Iya hati-hati di jalan jangan ngebut kalau naik motor",pesan Vlora pada Bryan.
Mencium punggung tangan Vlora,"Ini yang ku bilang bunda ku lebih baik dari bunda-bunda di luar sana.....Bryan berangkat",Bryan berlalu pergi keluar kamar meninggalkan Vlora dan dua adik kembar nya yang tengah tertidur pulas di box besar tempat tidur nya.
Singkat cerita setelah menjemput Juan di rumahnya. Bryan dan Juan dengan mengendarai motor Bryan berboncengan langsung tancap gas ke tempat tujuan.
Setibanya di sana. Setelah selesai beberapa menit di interview oleh pemilik resto. Bryan dan Juan langsung di terima kerja di hari itu juga. Keduanya langsung menjadi pramusaji mendatangi setiap meja-meja yang di sisi pengunjung untuk sekedar mengantarkan makanan pesanan ataupun mencatat pesanan pengunjung.
__ADS_1