
Satu Minggu setelah nya. Vlora yang sudah benar-benar sembuh, mulai kembali menjalani hari-hari normal nya. Namun selama beberapa hari ini seperti ada yang hilang, tapi ia tidak ingat apa itu. Bahkan karena melupakan sesuatu ia sampai tidak fokus saat bekerja.
Ia hampir saja membocorkan password hacker yang ia buat ke publik. Syukurlah waktu itu ada Raka yang langsung mengambil alih menghentikan kecerobohan yang akan di lakukan Vlora untuk pertama kalinya.
"Vlora",panggil Raka membuyarkan lamunan Vlora.
"Kamu sakit?",tanya Raka membuat Vlora bingung menatap nya.
Terfokus melihat Vlora,"Kamu tadi hampir membocorkan data penting kita ke publik".
Terfokus menatap layar komputer di depan ku,"Aku...",aku yang mengerti namun bingung harus....
"Sudahlah kamu pulang saja, biarkan aku mengurus ini. Sudah tiga hari ini aku lihat kamu banyak bekerja dari pada istirahat",kata Raka layaknya seorang kakak bagi Vlora.
Beranjak dari tempat duduk,"Aku akan istirahat di ruangan ku, jika Daniel dan Kenan sudah datang suruh keruangan ku",pesan ku sebelum berlalu pergi meninggalkan ruangan komputer ini.
Tempat di mana Raka biasa menyadap dan mengambil separuh dari keuangan milik orang lain tanpa meninggalkan jejak, sehingga tidak seorangpun bisa melacak dirinya yang telah mengambil keuntungan mereka.
+++++
++++++++
Di ruangannya. Vlora mendapatkan panggilan telepon dari seseorang di seberang sana. Seseorang yang selama beberapa hari ini banyak ia hubungi.
*.........".
*...............".
*Terima kasih Evano".
__ADS_1
*.........".
*Iya".
Panggilan telfon pun di akhir sepihak oleh Vlora dari seberang sini.
Tokk....Tokk......
"Masuk",suruh Vlora pada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.
Daniel dan Kenan masuk ke dalam ruangan pribadi Vlora untuk menemui Vlora yang ada perlu.
"Sudah mengetahui tentang organisasi itu?".
"Belum Nona. Adik ku tidak akan semudah itu membuat kesalahan".
"Tidak, aku hanya mengambil kesimpulan jika adik ku tidak akan pernah membiarkan seorang pun mengetahui organisasi kriminologi yang ia ikuti".
".....".
"Seperti nya Kakak ku mengetahui sesuatu",ucap Kenan terfokus melihat Vlora.
"Hemm".
"Nona sudah mengetahui nya?".
"Kalian tetap cari tau organisasi itu. Jangan sampai organisasi itu mengendalikan organisasi kita".
"Hanya mencari tau tidak untuk menyerang, karena masih ada kemungkinan besar kita bersekutu dengan organisasi itu".
__ADS_1
"Baik Nona permisi".
+++++
Sudah menyelesaikan pekerjaan nya. Vlora memutus untuk langsung kembali pulang kekediaman rumah nya. Entah kenapa tubuhnya sangat letih sekali hari ini. Rasanya sakit-sakit sekali semuanya. Padahal ia hanya duduk seharian mengerjakan pekerjaan yang sama sekali tidak berat.
Setibanya memarkir mobil nya dengan benar di depan teres rumah. Vlora langsung beranjak turun dari dalam mobil. Untuk segera pergi ke kamar dan berisitirahat.
Clekkk....Membuka pintu kamar sebelum akhirnya ia tutup kembali dari dalam.
Baru juga melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Bayangan seseorang yang tengah terduduk di luar pintu kaca yang tertutup gorden tipis. Masih dapat ia lihat dari dalam kamar nya.
Vlora segera melangkahkan kakinya mendekat untuk membuka pintu kaca balkon nya. Di sanalah ia melihat Kiki yang tengah duduk lemas menyendiri di sisi kanan pintu kaca. Wajahnya yang sangat pucat namun Vlora belum menyadari nya.
Mendorong pelan tubuh Kiki dengan kaki kanan nya,"Oi!Masuk sana kenapa di sini?",sedikit lebih keras mendorong."Anjing bangun".
Namun tubuh Kiki justru terhuyat terguling tertidur di depan Vlora. Di sinilah Vlora baru panik, ia melangkahi tubuh Kiki untuk berjongkok di depan untuk memastikan keadaan nya.
Melihat wajah Kiki yang sangat pucat. Vlora segera membantu Kiki untuk bangun. Walaupun dengan susah payah akhirnya ia bisa membawa Kiki masuk ke dalam kamar nya. Meniduri Kiki di atas tempat tidurnya.
Setelah nya Vlora berlalu pergi keluar kamar untuk mengambil sesuatu yang bisa merawat Kiki terluka.
Sesaat kemudian ia kembali dengan membawa baskom berisikan air hangat juga handuk kecil untuk mengompres juga membersihkan beberapa luka memar di wajah Kiki. Tanpa menyimpan rasa curiga sedikitpun atas keadaan Kiki yang sangat kacau.
Selain luka memar di wajahnya. Tepat saat Vlora ingin menggantikan pakaian Kiki. Ia melihat luka lain pada tubuh Kiki. Yaitu luka memar di punggung yang sangat banyak sekali. Seakan Kiki baru saja di gebukin oleh benda tumpul berkali-kali dan sangat keras sampai biru-biru memar kemerah keunguan.
Vlora mengobati dengan hati-hati dan sangat baik. Sampai semuanya telah selesai Vlora yang hendak mengenakan kaos ke Kiki dengan pakaian yang baru, ia urungkan. Dengan alasan tidak ingin menganggu waktu istirahat Kiki yang belum siuman.
Ia hanya menutupi tubuh Kiki dengan selimut, dan ia menaruh kaos bersih di atas meja samping tempat tidur. Sebelum akhirnya ia berlalu pergi membawa ember ini keluar kamar bersama nya.
__ADS_1