
Salsa mengernyit, "Tapi tadi Mas terlihat sehat-sehat saja, waktu menemui Santi?"
"Ta- tadi itu sudah mendingan, tapi sekarang tiba-tiba, kepala mas Sakit," jawab Zidan sambil memegang kepalanya.
"Udah deh! aku tuh nggak percaya sama Mas, tadi mas bilang sakit kepala, tapi yang mas pegang perut dan waktu menemui teman aku mas terlihat sehat-sehat saja, sekarang malah bilang sakit kepala," ucap Salsa mengomelinya.
Zidan tidak menjawab ocehan istrinya, dengan wajah yang begitu menyedihkan ia melapaskan tangan nya yang melingkar di pinggang Salsa, lalu membalikkan badannya ke arah berlawanan. Percis seperti anak kecil yang sedang merajuk karna di marahi ibunya.
"Ya sudah mas istrahat saja dulu, aku mau menemani teman aku di luar," ucap Salsa lalu berdiri dari duduk nya.
"Ya, pergilah. Temani saja teman mu itu, tidak perlu pedulikan suami mu ini," ucap Zidan yang masih berbaring memunggungi Salsa.
Salsa mengehala nafas panjang, menatap punggung Zidan.
"Mau mas itu sebenarnya apa sih? Aku bingung kalau mas gini terus. Aku itu hanya di luar saja, kalau mas butuh apa-apa mas kan bisa teriak memanggil aku, atau mas bisa juga menelpon aku. Aku pasti datang kok," ucap Salsa yang sudah kehabisan cara menghadapi tingkah Suami.
"Emang kamu mau memberikan? kalau mas bilang mas mau apa?" jawab Zidan sedikit semangat.
"Iya. aku kasih! asal jangan minta yang aneh-aneh!" balas Salsa.
"Benar kamu mau memberikan apa yang mas mau?" ulang zidan bertanya.
"Iya! Cepat katakan mas mau apa?" balas Salsa mendesak nya.
"Janji," ucap Zidan.
"Iya, aku janji," balas Salsa.
Zidan membalikkan badannya, menatap Salsa sambil tersenyum.
"Mas mau itu," Zidan menatap dada Salsa dengan memaju-majukan mulutnya kedepan. Mata Salsa seketika membola menatapnya, kemudian ia menyilangkan kedua tangan nya di dada.
"Iiih, dasar mesum!" Salsa mengambil satu bantal lalu melemparkan nya pada Zidan.
"Kamu kan tadi sudah janji," Zidan menagih ucapan Salsa tadi.
Salsa tersenyum, setelah sesuatu melintas dalam pikiran nya.
"Hmm. Tapi mas harus izinkan aku pergi ke acara perpisahan sekolah, gimana?" Salsa mencoba bernegosiasi.
Sejenak Zidan diam seperti memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Ya, tapi mas ikut!," balas Zidan.
"Terserah mas, tapi mama Maria juga ikut ya! Kita sama-sama perginya!" ucap Salsa penuh semangat.
Zidan hanya diam tidak mengiyakan, tidak juga melarang.
"Boleh nggak mas?" tanya Salsa penuh harap.
"Ya," jawab Zidan pelan disertai anggukan kepalanya. ia tidak tega mematahkan semangat di wajah istrinya itu.
"Makasih ya mas," Salsa yang berdiri membungkuk kan sedikit badannya untuk memeluk Zidan yang sejak tadi hanya berbaring saja.
"Kalau ada mau nya baru manggil sayang," dengus Zidan.
"Iiih, mas pun begitu," balas Salsa.
"Sekarang mas bangun dan mandi, biar segar," Salsa menarik tangan Zidan agar ia bardiri dari rebahan nya.
Bukannya Zidan yang bangun tapi malah Salsa yang ikut rebah di ranjang karna tangan nya di tarik balik oleh Zidan. Posisi Salsa yang rebah menimpa tubuh Zidan membuat wajah mereka semakin dekat nyaris tidak ada jarak, kesempatan itu tidak di sia-siakan Zidan. Ia mengecup dan ******* bibir istrinya itu.
"Sayang mas sudah tidak tahan nih! Kita lakukan sekarang ya," ucap Zidan memohon setelah melepaskan tautan bibirnya.
"Iih, mas. nanti malam aja, di luar ada teman aku. Kan gak enak aku nya kalau kelamaan didalam kamar," Salsa kembali berdiri dan memundur kan langkah nya sedikit menjauh dari ranjang.
"Mas itu nggak ada yang sebentar mainnya, satu jam baru selesai. Sekarang mas buruan bangun dan mandi, aku mau keluar dulu menemui temanku, " ujar Salsa lalu melangkah pergi.
"Ohya mas, ponsel aku yang ada sama Santi, Boleh nggak kalau aku kasihkan ke dia saja?" imbuh nya yang baru saja melangkah.
"Terserah kamu sayang," Zidan yang sudah bangkit dari ranjang memeluk tubuh Salsa dan mengecup sekilas bibir tipis nya.
"Makasih ya mas," Kini Salsa yang menempelkan bibirnya ke bibir Zidan, yang lansung di ***** rakus oleh Zidan. Salsa memukul dada Zidan agar dia segera melepaskan bibirnya.
"Uuhhh mas sudah mas," ******* dari mulut Salsa saat tangan Zidan yang aktif meraba kedua bukit kembar nya.
"Sayang, kita main di kamar mandi ya, sebentar saja!" ucap Zidan memohon, tapi Salsa tidak mengiyakan dan tidak juga berusaha menolak nya, membuat Zidan lansung mengangkat tubuh nya lansung ke kamar mandi.
**
Kurang lebih selama satu jam, Salsa dan Zidan berada di kamar mandi, saling meraih puncak kenikmatan mereka masing-masing. Kini Salsa berjalan keluar dari kamar menemui Santi yang sejak tadi duduk di sofa menunggunya sambil memainkan ponsel.
"Wah, wah, wah. Kamu keterlaluan banget deh Sa, tega kamu membiarkan aku menunggu lama di sini sendiri. Keluar dari kamar rambut sudah basah saja," Santi menggeleng-gelengkan kepalanya saat Salsa sudah duduk di sebelah nya.
__ADS_1
"Iiih, kamu apaan sih, udah diam nggak usah cerewet, itu ponsel buat mu," balas Salsa membungkam mulut Santi agar diam.
"Beneran ini buat ku?" tanya Santi tidak percaya, Sambil tangan nya meraih ponsel yang berada di atas meja itu.
"Iya," jawab Salsa singkat.
"Terimakasih bestie," ujar Santi lalu memeluk tubuh Salsa.
"Udah, nggak usah lebay, nanti kita sama-sama pergi kesekolahnya, aku mau telepon mama Maria dulu," balas Salsa kemudian menelpon Maria.
"Hallo ma," sapa Salsa saat sambungan telepon nya terhubung.
"Iya sayang, ada apa?" sahut Maria.
"Mama sekarang dimana? Mama lagi sibuk nggak?" tanya Salsa berbasa-basi.
"Nggak mama gak sibuk sayang, memangnya kenapa?" Jawab Maria dari sambungan teleponnya.
"Mama bisa kesini nggak? Temani Salsa kesekolah," ucap nya.
"Lho.., bukannya kamu tidak jadi pergi?" tanya Maria.
"Mas Zidan sudah sembuh ma, mas juga bilang mau ikut ke sekolah, nanti kita pergi nya bareng sama teman Salsa juga," jawab nya.
"Baiklah, mama berangkat kesana sekarang," balas Maria. Lalu sambungan telepon mereka terputus.
"Kamu nelpon siapa Sa?" tanya Santi yang sejak tadi mendengarpercakapan mereka.
"Mama mertua ku lah," jawab Salsa yang merasa bangga.
"Ya lah tu, yang kini punya mama mertua," dengus Santi.
Santi menyikut tangan Salsa saat melihat Raka berjalan kearah mereka. Salsa ikut menoleh melihat nya.
"Maaf nyonya, apa tuan ada?" ucap Raka saat sudah berdiri di samping mereka.
"Ada dikamar," balas Salsa.
"Tolong panggilkan sebentar nyonya, karna tadi sudah berkali-kali saya menelpon tapi tidak di jawabnya," ujar Raka.
"Ya, sebentar ya bang," Salsa berdiri dari duduk nya lalu berjalan ke kamar. Tidak berapa lama ia keluar bersama Zidan. Raka bergegas berjalan mendekati Zidan yang masih berdiri di depan pintu kamarnya, ia membisikkan sesuatu pada Zidan, yang membuat rawut wajah Zidan berubah seketika.
__ADS_1
"Mas, mau kemana?" teriak Salsa saat melihat Zidan yang berjalan tergesa-gesa bersama Raka.