Om CEO Galak Itu Suamiku

Om CEO Galak Itu Suamiku
Hamil?


__ADS_3

Zidan, Raka, dan Salsa pergi meninggal kan acara yang belum selesai itu setelah berpamitan pada tuan Daniel dan istrinya.


Di dalam perjalanan pulang zidan hanya sibuk menatap layar ponsel nya, sedangkan Salsa hanya diam saja sembari menatap jalanan yang mereka lalui dari balik kaca mobil. Raka yang sedang mengemudi hanya bisa Menggelengkan kepala menyaksikan keheningan yang di buat oleh tuan dan nyonya nya itu dari kaca spion nya.


"Tuan, nyonya, apa kita lansung pulang, atau kemana dulu?" tanya Raka mencoba memecah keheningan.


"Abang, tolong belikan Salsa eskrim yang rasa strawberry," Pinta Salsa pada Raka tapi seketika zidan menoleh pada nya.


"Wah, nyonya minta nya aneh-aneh saja, masa malam-malam mau makan eskrim," ujar Raka sembari melihat Salsa dari kaca spion.


"Habis dari tadi siang Salsa minta sama om malah gak di kasih," ujar Salsa.


"Apa! nona mintanya dari tadi siang," tanya Raka dibuat seperti tidak percaya.


"Iya bang, bukan nya di kasih malah di omelin," Lirih Salsa mengadu pada Raka sembari menoleh melihat zidan yang tengah asyik memainkan ponsel nya.


"Wah, apa jangan-jangan nyonya sedang mengidam," pancing Raka bertanya. mata Salsa seketika membola sempurna sambil memegang perutnya mendengar kata-kata Raka tadi.


"Uhuk, uhuk, uhuk,"


Belum Salsa menjawab, zidan lansung batuk-batuk mendengarnya.


"Bos, kenapa?" tanya Raka pura-pura panik.


Raka, awas kau," gumam zidan dengan tangan yang mengepal sembari menatap tajam ke spion Raka.


"Emangnya kalau sudah tidur satu ranjang bisa hamil ya bang?"tanya Salsa cemas seraya mengusap perut nya yang rata.


"Ya bisa lah nyonya," balas Raka dengan serius.


"Tuh kan, ini semua gara-gara om," kesal Salsa menatap zidan.


"Jangan kamu dengarkan si Raka itu," ucap zidan datar yang terus menatap layar ponsel nya.


"Abang bohong ya!" ucapa Salsa yang menatap punggung Raka.


"Tidak, saya tidak bohong nyonya, lihat saja orang yang sudah menikah, pasti punya anak kan!" ujar Raka yang melihat zidan menatap nya tajam dari pantulan kaca spion, Raka meneguk saliva nya dan mengalihkan menatap Salsa yang duduk tepat di belakangnya.


Salsa kembali menatap zidan dengan tatapan kesal nya.


"Berhenti di swalayan depan itu Raka, belikan dia eskrim dulu, biar bibir nya tidak panjang lagi seperti bebek," ucap zidan sinis.


"Dia bilang bibir aku seperti bebek, ish, kenapa sih dia ngeselin banget," batin Salsa kesal dengan menyilangkan kedua tangan nya di dada.

__ADS_1


Raka lalu memberhentikan mobil nya di swalayan.


****


Setelah membelikan Salsa eskrim, Raka melajukan mobilnya kembali, zidan masih sibuk dengan ponsel nya, sedang kan Salsa terlihat menikmati eskrim yang baru saja di belikan untuk nya. Tidak ada lagi obrolan diantara mereka sampai tiba di mension zidan.


Salsa lansung turun dan berjalan masuk ke dalam mension, di ikuti langkah zidan di belakang nya.


"Bos," Raka memanggil zidan yang hendak melangkah kan kaki nya masuk ke dalam mension.


"Tadi di pesta tuan Danial, niken ada di sana bos," ucap Raka pada zidan yang berdiri membelakangi nya.


"Ya saya melihat nya," balas zidan sembari membalikan badannya menatap Raka.


"Saya takut, dia akan mengganggu nyonya, bos tau sendiri niken itu seperti apa," ujar Raka.


"Kau tenang saja Raka, dia tidak akan berani melakukan itu," balas zidan sembari membalikkan badan nya dan melangkah masuk ke dalam mension.


"Bos, besok jam sepuluh kita ada pertemuan dengan pemimpin perusahaan NEW GLOBAL," ujar Raka mengingatkan.


"Ya aku tau, kau persiapkan saja semua nya," balas zidan.


"Baik bos," ucap Raka.


"Bos," Raka memanggil nya lagi.


Zidan pun seketika menghentikan langkah nya.


Raut wajah Raka tampak ragu untuk mengatakan nya.


"Apa masih ada lagi yang ingin kau sampaikan?" Ujar zidan bertanya dengan posisi masih berdiri membelakangi Raka.


"Tidak jadi bos, lain kali saja saya katakan. saya lihat seperti nya bos sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke dalam kamar," ujar Raka yang membuat zidan kembali membalikkan badan nya menatap Raka.


"Maksud kau apa Raka?" tanya zidan dengan satu alis nya naik.


Raka tidak lansung menjawab, wajah nya tampak ragu untuk mengatakan nya.


Setelah menghela nafas panjang Raka memberanikan diri mengatakannya.


"Apa bos tidak mau membuat nyonya benar-benar hamil?" tanya Raka serius.


"Pergi kau sekarang juga, sebelum sepatu ku ini melayang tepat di kepala kau," ancam zidan yang hendak membuka sepatunya.

__ADS_1


"Maaf kan saya bos, baiklah saya pergi sekarang," balas Raka yang lansung masuk ke dalam mobil nya.


"Raka sialan. apakah dia sedang mengejek ku, sebaiknya aku kirim saja dia ke jerman," batin zidan.


Zidan menerus kan langkahnya memasuki mension, berjalan sembari memainkan ponsel nya mencari artikel


Zidan lalu mengetikkan kata.


Tips mendekatkan hubungan pasangan yang baru menikah!


Kata itu yang ia ketik kan di aplikasi browser nya.


"Buatlah suasana yang romantis, contoh nya anda bisa melakukan dinner yang romantis berdua dengan pasangan anda di luar rumah." Setelah membaca satu poin artikel itu, zidan menghentikan langkah nya, sembari tersenyum.


"Kebetulan tadi di rumah om Daniel dia belum sempat makan, apa aku suruh saja pelayan untuk menyiapkan makan malam sekarang," gumam zidan, lalu memanggil Marni, dan menyuruh nya untuk mempersiapkan makan malam secara kilat di taman belakang mension.


Zidan tidak lansung memanggil salsa ke kamar nya, ia menunggu Marni dan para pelayan menyiapkan semuanya terlebih dahulu, sembari ia melanjutkan membaca artikel tadi poin yang kedua.


"Ungkap kan lah rasa cinta mu melalui kata-kata yang romantis," gumam zidan membaca poin artikel yang ke dua.


"Bagaimana cara nya?" Zidan tampak memikirkan sesuatu.


Ia melihat kiri dan kanan depan dan belakang nya, memastikan tidak ada orang lain di sekitarnya.


"Salsabila saya mencintaimu," ucap nya sembari mengulurkan tangan.


"Haisss, kenapa aku payah sekali, bagaimana jika dia menertawakan ku," gerutu nya dengan mengusap rambut nya kasar.


"Tuan makan malam nya sudah selesai," ucap Marni yang membuat zidan tersentak kaget.


"Ya sudah, kau panggilkan dia sekarang, tapi jangan kau katakan apa-apa, bawa saja dia ke taman belakang." ujar zidan datar.


"Baik tuan," balas Marni yang lansung berjalan menuju tangga.


Zidan pun berjalan ke taman dan menunggu Salsa di sana. Dengan perasaan yang bercampur aduk.


"Hais, kenapa aku jadi gugup seperti ini? Santai zidan, santai, santai," gumam nya  menenangkan diri nya sendiri.


Zidan berdiri di depan meja makan, yang telah di persiapkan pelayan.


Sebuah meja yang tidak terlalu besar, diatas meja ada beberapa menu makan malam, di tengah-tengahnya ada tiga lilin yang sudah berdiri di tempat penyangga nya, yang belum di nyalakan.


Zidan berjalan bolak-balik di depan meja itu.

__ADS_1


Dari kejauhan ia melihat Marni berjalan sendirian.


__ADS_2