
Hari itu Zidan di kantor hingga sore hari. Siang nya ia menyuruh Salsa untuk menunggu nya diruang kerja, sampai ia selesai meeting.
Salsa menurut patuh. Setelah menyantap makan siang, yang di belikan oleh jefri. Ia kembali bermain ponsel, menonton video dan berselancar di sosial media. Tadi ia juga sudah berulang kali mencoba menelpon Santi namun ponsel sahabat nya itu masih tidak aktif.
Mata Salsa beberapa jenak tidak berkedip saat melihat foto yang di posting oleh sahabat nya. Melihat dari tempat nya Salsa bisa menebak jika foto itu diambil di sebuah restoran cepat saji. Karna di foto itu Santi juga mengambil gambar menu makanan nya. Salsa memperhatikan semua foto yang di posting Santi di akun sosial media nya itu. dengan caption 'Makan siang sama Ayang'.
Dasar! anak lebay.
gumam Salsa sambil tersenyum melihat foto-foto yang di posting Santi tadi.
Salsa mengernyitkan dahi nya saat melihat satu foto. Di mana Santi sedang tersenyum lebar beradu punggung dengan seorang laki-laki menggunakan setelan jas.
Siapa laki-laki itu? Cowok nya kah?
gumam nya sambil memegang dagu. Terlihat seperti sedang berpikir keras.
Karna penasaran, akhirnya Salsa menelpon Santi. Benar saja nomor nya sudah aktif.
"Kamu lagi dimana San? Kenapa tadi ponsel mu tiba-tiba tidak aktif? " tanya Salsa mencerca nya dengan pertanyaan saat sambungan telepon terhubung.
"He he he, I-itu tadi karna, karna--------," jawab Santi terbata.
"Karna apa Santo! Terus foto cowok yang kamu posting itu siapa? " sela Salsa yang tak sabar.
"Sorry Sa. nanti kamu juga bakalan tau kok, " ucap Santi yang enggan untuk menjawab nya.
"Gitu kamu ya. Mentang-mentang udah punya cowok, main rahasia-rahasiaan sama aku sekarang, ya. " dengus Salsa.
"Ufh. Kamu apaan sih Sa, bukan main rahasia, hmm, cuma cowok aku belum siap aja buat go publik, " lirih Santi beralasan.
"Hmm. Ya udah. Tapi, Jangan lupa PJ nya ya, " ucap Salsa pasrah.
"PJ, apaan? " tanya Santi yang tak mengerti.
"Pajak Jadian, " jawab Salsa sambil terkekeh.
"Ufh, ya udah Sa, aku mau lanjut dulu, ya, " ucap Santi lalu memutuskan sambungan telepon nya.
Salsa kembali membuka aplikasi sosial media tadi, ingin melihat foto yang di posting Santi tadi. Namun, postingan itu sudah hilang.
__ADS_1
Kenapa Santi menghapusnya?
gumam nya.
****
Malam harinya.
Selesai makan malam, Maria mengajak Zidan, Salsa dan Rita duduk di sofa ruang utama untuk saling bercengkrama, mengobrol ringan hingga membicarakan pesta pernikahan Salsa dan Zidan yang hanya tinggal beberapa hari lagi.
Maria juga menyarankan agar Zidan dan Salsa mengurangi aktifitas mereka di luar rumah, menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di ingin kan nantinya.
Setelah obrolan ringan itu, Zidan dan Salsa masuk ke dalam kamar begitu pun Rita dan Maria.
"Kamu kenapa sayang? " tanya Zidan melihat raut wajah istrinya yang menekuk, itu di tangkap Zidan sejak mereka masih mengobrol di ruang tengah tadi.
"Mas. di pesta nanti, kira-kira tamu nya rame ngga? " tanya Salsa dengan wajah polosnya, mengeluarkan apa yang ada di pikirannya sejak di ruang utama tadi.
Zidan sedikit terkekeh mendengar pertanyaan istrinya itu. Membuat wajah Salsa berubah cemberut dengan bibir mengerucut menatap lurus ke bawah. Zidan lalu mengangkat dagu istri nya itu, mengusap lembut pipi nya dengan ibu jari.
"Jangan terlalu di pikirkan sayang, kamu adalah istri Mas, bagian keluarga Alvero. Jangan pernah menundukkan wajah mu ini di depan orang lain, " ujar Zidan menatap lekat kedua netra Salsa.
****
Dokorasi yang mengusung tema enchanted forest yang terinspirasi dari kisah dongeng. Sesuai pilihan Salsa. Terkesan sangat mewah sekaligus elegan, langit-langit tenda dipenuhi hiasan kupu-kupu berwarna putih digantung bersama untaian mutiara serta lampu-lampu menyerupai bintang di langit malam.
Terdapat juga kristal-kristal bening dengan ornamen lilin yang menambah kesan klasik bak negeri dongeng. Seluruh lantai dilapisi karpet putih. Tak ketinggalan, meja tamu juga dilapisi kain putih dengan dekorasi bunga buket warna putih di tengah-tengah meja.
Semua tamu yang hadir kebanyakan kolegha bisnis Maria serta para staff dan karyawan Zidan dan juga teman-teman sekolah Salsa yang di undang nya lewat postingan di sebuah aplikasi sosial media. Ya, itu karna Salsa tidak mengetahui rumah teman-teman sekolah nya atau pun nomor kontak ponsel mereka.
Maria sangat senang, karna apa yang di impikannya terwujud. Membuat pernikahan mewah untuk putra satu-satu nya. Tujuan lain Maria mengadakan resepsi, sekalian untuk memperkenalkan anak dan menantu nya pada rekan kolegha bisnis nya.
Didalam kamar tamu, Salsa duduk di depan meja rias. Menggunakan gaun pengantin berwarna biru pastel yang dihiasi kerutan serta dilengkapi kerudung pengantin, sudah seperti princess di negri disney.
"Wah! Kamu cantik sekali, Sa, " puji Santi menatap kagum dari pantulan cermin.
Sesaat Salsa diam, melihat sahabatnya dari pantulan cermin.
"Aku grogi tau San, di luar pasti ramai orang kan? " tanggap Salsa tak percaya diri.
__ADS_1
"Ya, elah Sa. nama nya juga pesta, ya rame orang lah. Kalau mau sepi di kuburan sana, lagian kamu tu harus nya bersyukur bisa mendapatkan pesta semewah ini. Aku aja merasa iri sama mu Sa, " ujar Santi.
Salsa hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan sahabat nya itu. Sebenarnya apa yang dikatakan Santi itu benar, pesta pernikan nya begitu mewah, bahkan ia sendiri tidak pernah membayangkan bahwa pestanya akan semewah ini. Namun, itulah dirinya yang begitu pemalu, apalagi jika tampil di depan umum menjadi pusat perhatian.
"Sa, kamu ada mengundang teman-teman sekolah kita nggak? Eh, maksud aku alumni sekolah kita. " imbuh Santi bertanya.
"Aku hanya memposting foto undangan di sosial media San, nggak tau deh, ada yang lihat atau enggak. " jawab Salsa.
"Kalau kamu sendiri kapan San? " Salsa menatap Santi dari pantulan cermin.
"Kapan apa? "
"Ya nikah lah! kamu kan udah punya cowok. Tapi aku penasaran lah, cowok mu itu siapa sih? Apa aku kenal dengan nya?"
"He he he, ada deh, tiba waktunya pasti kamu tau juga kok, untuk sekarang masih rahasia dulu, " jawab Santi sambil cengengesan.
"Gaya mu Santo sudah seperti pacaran sama artis saja, pakai merahasiakan segala, " ujar Salsa sambil tersenyum.
Ceklek
Pintu kamar terbuka, di depan pintu terlihat Zidan berdiri dengan balutan pakaian pangeran dari negri dongeng.
Beberapa saat mata Zidan tak berkedip melihat Salsa yang baru saja selesai di polesi make-up oleh dua orang MUA yang masih berada di dalam ruangan itu.
"Apa sudah selesai? " tanya Zidan yang sudah tak sabar.
"Sudah tuan, " jawab salah satu MUA itu.
Perlahan Zidan mengayun kan langkah masuk ke dalam kamar, matanya tak lepas memandang Salsa yang masih duduk di depan meja rias.
"Kamu sudah siap? Sayang, " tanya Zidan dengan suara bergetar.
Salsa mengangguk pelan melihat Zidan dari pantulan cermin. Dua orang MUA itu tersenyum lebar melihat Zidan yang seperti menyukai hasil pekerjaan nya.
Zidan kemudian nmengulurkan satu tangan nya, Salsa lalu berdiri dan menyambut tangan itu.
"Kamu sangat cantik sayang, ".bisik Zidan tepat di daun telinga nya. Membuat wajah Salsa tertunduk malu.
****
__ADS_1