Om CEO Galak Itu Suamiku

Om CEO Galak Itu Suamiku
Adu domba Niken


__ADS_3

"Tante nggak makan?" tanya Niken yang sejak tadi melihat Maria hanya memperhatikannya saja.


"Tante tadi sudah sarapan, kalau mau nambah lagi kamu pesan saja, tidak usah sungkan," jawab Maria.


"Maaf ya tante, aku lapar banget karna dari semalam aku belum makan." Niken seakan malu saat menyadari Maria memperhatikan nya.


"Ya, tidak apa Niken. tante malah suka melihat kamu makan begitu lahap, rasanya tante ingin makan lagi, tapi perut tante masih kenyaang," ujar Maria sedikit terkekeh.


"Bagai mana keadan Zi sekarang tante?" tanya Niken setelah selesai menghabiskan semua makanan nya.


"Sudah agak mendingan," jawab Maria.


"Ohya, katanya tadi ada yang mau kamu ceritakan," ucap Maria bertanya setelah melihat Niken yang sudah menghabiskan semua makanan nya.


Niken seketika merubah wajah nya menjadi sedih.


"Tante, sebenarnya aku tidak pantas menceritakan ini semua pada tante," ucap Niken sedikit memelas.


"Ceritakan saja Niken, tidak usah sungkan dengan tante," pinta Maria yang terus memperhatikan raut wajah Niken.


"Tante, Selama ini aku menghilang karna di culik seseorang. aku di kurung di sebuah ruangan sempit dan jarang sekali di kasih makan, tante. beruntung aku bisa kabur dari sana," ujar Niken menceritakan dengan wajah sendu nya.


"Di culik?"  tanya Maria menyipit kan matanya.


Niken mengangguk dengan wajah sendu nya.


"Siapa yang menculikmu?" tanya Maria yang semakin penasaran.


"Raka, tante," jawab Niken pelan.


Maria terkekeh saat mendengar jawaban Niken.


"Jangan membuat candaan seperti itu Niken, tante sudah menanggapi serius tadinya,"  Maria masih terkekeh sambil menyeruput minuman yang di pesan nya tadi.


"Aku tidak bercanda tante! Kenyataan nya Raka lah yang menculik ku," ucap Niken mencoba meyakin kan.


"Sudah lah Niken, tente harus pergi sekarang," Maria lalu memanggil pelayan dan memberikan kartu yang ia keluarkan dari dalam tasnya.


"Tante! Raka menculik ku karna ia takut hubungan nya dengan Salsa akan terbongkar!" Maria yang tadi nya sudah berdiri, kembali menghempaskan tubuh nya di kursi.


"Maksud mu apa Niken?" sergah Maria setelah kembali duduk.


"Tante, Sebenarnya aku tidak ingin menceritakan ini pada tante, karna aku yakin tante tidak akan percaya dengan cerita ku ini," ujar Niken yang ingin mengawali ceritanya.


"Tidak usah bertele-tele Niken, katakan lah apa yang ingin kamu ceritakan," nafas Maria mulai memburu.


"Tante, Selama ini Raka dan Salsa itu ada hubungan. aku pernah memergokinya masuk ke sebuah hotel berdua. Tapi Raka lansung mengancam aku tante, ia akan membunuh aku jika aku memberitahukan nya pada Zidan," Niken menjeda kalimat nya sambil menarik nafas dalam.


"Dan mereka kini sudah merencanakan sesuatu. Aku mendengar nya sendiri tante. Mereka akan membunuh Zi setelah gadis kampung itu berhasil memindahkan semua harta Zi atas nama nya-,"


"Stop!!!! Stooooooop!!!!"


"Hentikan semua omong kosong itu niken," pekik Maria sambil menutup kedua telinga nya dengan kedua tangan. Dada nya terlihat naik turun dengan cepat.


"Maaf tante! Aku tau tante tidak akan percaya semua ini. Tapi buktinya Zi saat ini berada di rumah sakit kan! Siapa lagi yang melakukan nya selain-,"


"shut up!!!!!!" pekik Maria kembali sambil memukul meja di depan nya kuat hingga terdengar bunyi yang keras. Maria lalu berdiri dan mengayun kan langkah nya pergi.


Sedangkan Niken yang masih duduk di sana tersenyum puas, melihat punggung Maria yang semakin menjauh dari nya.

__ADS_1


Kali ini aku harus berhasil menyingkirkan dua benalu itu. 


gumam Niken dalam hati, lalu ia berdiri dan mengejar langkah Maria yang sudah jauh di depan.


**


Di rumah sakit, setelah dokter Erwin pergi.


Zidan masih duduk di sofa merenungkan ucapan dokter Erwin tadi padanya. cukup lama ia duduk di sofa mencerna kata-kata yang di ucap kan dokter Erwin.


"Mas.....," panggil Salsa dari atas ranjang.


"Eh. Iya sayang," Zidan tersentak dari lamun nya, ia lalu berdiri dan berjalan mendekati istrinya.


Di samping ranjang, Zidan kembali mengusap lembut puncak kepala istrinya itu.


"Mas...," Panggilnya saat melihat mata Zidan yang menatap kosong padanya.


"Iya, sayang," Zidan kembali tersentak saat Salsa memanggilnya.


"Mas udah maafin mama kan?" lanjut nya, kedua mata mereka beradu pandang.


"Ya," balas Zidan singkat dan pelan.


"Makasih ya mas," ucap Salsa sambil tersenyum, ia meraih tangan Zidan membawa ke pipinya.


"Mas aku ngantuk, mas temani aku ya," Salsa menggeser tubuh nya, untuk memberi ruang pada Zidan untuk ikut berbaring di sana.


Zidan menurut ia naik ke atas ranjang dan ikut berbaring di sana.


Salsa kembali meraih tangan Zidan menempelkan telapak tangan suaminya itu di pipinya, mata nya semakin sayu sebelum benar-benar terpejam.


***


Raka mengemudikan mobil nya mengikuti sebuah pengendara motor. yang motor dan pengendara nya terlihat sama dengan pelaku yang menembak Zidan tempo hari yang lalu.


Raka menyalip kendaraan lain, mengejar laju motor yang tidak jauh di depannya. Di sampingnya mata Alfredo fokus menatap pengendara motor di depan.


Sreeeeeet


Raka menginjak rem mobil nya, setelah berhasil menyalip pengendara motor tadi.


"Shiit, siapa dia yang berani menghalangi jalanku," umpat Samuel dengan darah yang masih berdesir karna nyaris menabrak mobil Raka yang tepat berhenti di depannya.


"Kita sikat aja bro," imbuh togar yang akan turun dari jok belakang.


"Duduk manis lah di sini tuan, biar saya sendiri yang turun," ucap Raka pada Alfredo yang duduk di samping nya sebelum ia turun dari mobil.


Dasar anak muda, baru akan melawan dua orang saja sudah sombong, 


gerutu Alfredo sambil membuka pintu mobil.


Samuel turun dari motor nya, bersamaan dengan Raka dan Alfredo yang juga turun dari mobil.


Raka terus berjalan mendekati Samuel dan togar, sedangkan Alfredo hanya berdiri di samping pintu mobil dengan menyilangkan kedua tangan nya di dada.


Tanpa berkata apa-apa, Samuel dan togar lansung menyerang Raka.


Wush

__ADS_1


Wush


Wush


Pukulan demi pukulan di layangkan oleh Samuel dan togar, tapi tidak satu pun yang mengenai Raka.


Raka dengan mudah menghindar dan menangkis serangan membabi buta yang di layangkan Samuel dan togar.


Bagh


Bugh


Dua tendangan dari kaki kanan Raka tepat mengenai dada togar yang akan melompat ke arah nya.


Bruuuk


Tubuh togar ambruk ke aspal jalan. Raka berputar menggunakan kaki kanan nya sebagai tumpuan, melayangkan kaki kirinya menendang Samuel.


Bagh


Kaki kiri Raka tepat mengenai perut Samuel.


Bruuk 


Tubuh nya pun ambruk di samping togar.


Togar kembali berdiri dan lansung menyerang Raka setelah mengeluarkan sebilah pisau.


"Hiaaaaat," togar berlari ke arah Raka bersiap menyerang nya.


Wush


Wush


Wush


 


Raka kembali menghindari serangan togar yang mengayun kan pisau padanya.


Tap


Bugh


Raka menangkap pergelangan tangan togar dan mengayun kan kaki kanan nya tepat di perut togar.


Bruuk


Tubuh togar kembali terhempas ke aspal jalan.


"Sudah cukup bermain-main nya brengsek," ucap Samuel yang menodongkan senjata ke arah Raka.


Raka perlahan mengangkat tangan nya ke atas, pandangan matanya terus memperhatikan punggung tangan Samuel yang mengacungkan senjata padanya.


Tepat sekali mereka lah pelakunya. 


batin Raka saat melihat totto yang sama yang di lihat nya didalam video rekaman CCTV di pergelangan tangan Samuel.


"Sudah habisi saja dia sekarang bro," kata togar sambil meringis memegang perutnya yang di tendang Raka tadi.

__ADS_1


Jari telunjuk Samuel semakin menarik pelatuk pistol nya, membidik tepat di kepala Raka.


Door....


__ADS_2