
Hari ini Salsa akan kembali sekolah, karna ujian hanya tinggal beberapa hari lagi. ia harus sekolah untuk mengejar pelajaran yang banyak tertinggal, di sebab kan dirinya yang sudah terlalu banyak libur. Ya, sudah satu bulan ini ia hanya dirumah mengerjakan tugas yang di berikan guru.
Tadi malam Salsa sudah mengatakan nya pada Zidan. namun, suami nya itu belum ada memberi keputusan. mengizin kan atau tidak.
Masih di atas ranjang, Salsa berusaha melepaskan tangan kekar Zidan yang memeluk tubuh nya. tapi, tidaklah mudah untuk melepaskan tangan itu. tangan kekar itu terlalu kuat melingkar di tubuh nya. Jadi bagaimana cara melepaskan tangan itu? tanpa harus membangun kan suaminya. Salsa terus berpikir. Takut nya Jika zidan terbangun suami nya itu tidak mengizinkan nya berangkat sekolah.
Sebenarnya Salsa tidak yakin suami nya itu akan mengizinkan nya pergi sekolah. Karna, Jangan kan pergi ke sekolah, keluar kamar pun Zidan selalu mengawasinya. Bahkan kalau ada meeting di kantor pun Zidan juga membawa nya. Menyuruh nya menunggu di ruang kerja, setalah itu kembali pulang.
Mata Salsa melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 06:00 pagi. Ia harus segara mandi dan bersiap untuk pergi kesekolah. tapi bagai mana cara nya? Tak ada cara lain selain membangunkan suaminya itu.
"Mas, bangun! aku mau mandi," ucap Salsa sambil menggoyang kan tubuh Zidan. Tapi, bukan nya bangun Zidan malah semakin mengeratkan tangan nya memeluk Salsa.
Salsa mendengus kesal, mencari cara agar bisa membangun kan suami nya itu. Bagi nya tak penting Zidan mau bangun atau tidak, ia hanya perlu Zidan melepaskan pelukan di tubuh nya. Karna jam di dinding terus berputar.
Akhirnya Salsa mendapatkan cara untuk membangun kan suami nya itu. Ia memencet hidung Zidan cukup lama, hingga Zidan kesusahan bernafas dan melepaskan pelukannya. Salsa tak menyia-nyiakan kesempatan itu, dengan sigap ia bangkit dari ranjang saat tangan Zidan melepas kan tubuh nya.
"Sayang kamu mau kemana?" terlambat, Salsa sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Zidan pun mengejarnya, tapi sayang, pintu sudah tertutup rapat dan terkunci.
Zidan teringat perkataan istrinya tadi malam jika istrinya itu akan pergi sekolah hari ini. Ia pun bergegas menuju lemari pakaian mengambil semua seragam sekolah Salsa. lalu, menyembunyikan nya di kolong ranjang. Setelah itu ia kembali berbaring berpura-pura tidur.
Salsa membuka pintu kamar mandi, mengeluarkan kepalanya untuk melihat keberadaan Zidan. Ia bernafas lega saat matanya menangkap Zidan yang masih berbaring di atas ranjang.
Salsa menapak pelan mendekati lemari pakaian, membuka perlahan pintu lemari agar tidak mengeluarkan suara.
Mata nya seketika membola saat melihat seragam nya tidak ada di dalam lemari. ia membuka pintu lemari satunya lagi, namun hasilnya sama, tidak ada satu pun seragam nya di dalam.
Salsa memandang Zidan yang berbaring di ranjang. Bukan niat menuduh. tapi, tadi malam seingatnya seragam nya itu memang masih tergantung di dalam lemari. Lalu kemana perginya? Tidak mungkin pencuri masuk hanya untuk mencuri seragam sekolah nya saja.
"Mas, lihat seragam aku nggak?" tanya Salsa yang sudah berdiri di samping ranjang.
__ADS_1
Namun Zidan seperti tidur pulas, bahkan suara dengkuran nya terdengar jelas, sangat meyakinkan jika saat ini dia memang tidur.
"Mas, bangun! Lihat seragam aku nggak? " Salsa kini menggoyang-goyang kan tubuh Zidan.
Zidan menggeliat, benar-benar terlihat seperti orang yang baru bangun tidur.
"Kan biasa nya di dalam lemari, sayang," jawab nya memulai akting.
"Tidak ada! Kalau ada ngapain aku nanya sama mas!" dengus Salsa merasa kesal. Ya, dia sangat yakin ini ulah suaminya. Tapi dimana suaminya menyembunyikan seragam nya itu? Sayang nya ia tidak mempunyai bukti.
"Ya, mas mana tau sayang," jawab Zidan sambil menguap, seperti orang yang benar-benar baru bangun tidur.
"Masa ilang, tadi malam masih ada," Salsa terus menggerutu.
Zidan menarik tangan nya. membawanya duduk di samping ranjang. Dalam keadaan masih berbaring Zidan melingkarkan kedua tangan nya di perut Salsa.
"Mas lapar kita sarapan yuk," ucap Zidan mencoba mengalihkan pikiran istrinya.
"Kemana harus mas cari sayang? kalau ada di sini pasti ketemu kan," balas Zidan yang terus membujuk.
"Iya, kalau ada di sini akan ketemu, tapi kalau di sembunyiin susah ketemu nya." lagi, ucapan Salsa seperti menuduh nya.
"Kamu nuduh mas?" tanya Zidan seperti tidak bersalah.
"Terus siapa lagi? Yang ada di dalam kamar ini kan cuma ada aku dan mas saja. jelas-jelas tadi malam semua seragam ku itu tergantung di dalam lemari. Trus, sekarang hilang?" sungut Salsa yang semakin menyudutkan Zidan.
"Ya, mas mana tau! Kamu liat kan mas dari tadi cuma tidur," Zidan terus berkilah, menampik tuduhan istrinya.
"Terus gimana aku sekolah sekarang?" tanya nya terus merengek.
"Ya, hari ini kamu tidak usah sekolah. tuh, kamu lihat sekarang juga sudah jam tujuh lewat," ujar Zidan sambil meruncing kan bibir nya kearah jam dinding.
__ADS_1
"Iiiiih." Salsa menggeram kesal. Karna tidak menemukan seragam nya.
"Tidak usah di pikirkan sayang, tanpa sekolah pun kamu bisa lulus dengan nilai terbaik, kok," bujuk Zidan.
"Iiiiih,. Mas ini gimana sih, mana bisa aku mendapat kan nilai terbaik, ini aja sudah banyak sekali pelajaran ku yang tertinggal," gerutu nya.
Zidan merasa senang karna istri nya tidak jadi pergi sekolah. Iya menggendong tubuh istrinya yang masih dalam balutan handuk itu kembali ke kamar mandi.
******
Selesai mandi pasangan suami istri itu keluar dari kamar secara bersamaan. Di ruang utama, Maria sudah menunggu mereka untuk sarapan.
"Lho! sayang, kenapa wajah nya di tekuk seperti itu?" tanya Maria mendapati wajah Salsa yang cemberut saat baru keluar dari kamar.
"Di rumah ini ada pencuri ma." ucap Salsa masih cemberut.
"Pencuri! Memangnya apa yang hilang?" tanya Maria dengan dahi yang berkerut.
"Seragam sekolah Salsa," jawab nya yang membuat Maria lansung terkekeh.
Pastinya wanita paruh baya itu sudah bisa menebak pelakunya.
"Sudah sayang tidak usah di pikirkan. Lebih baik kita sekarang serapan dulu," ujar Maria sambil merangkul pundak Salsa menuju ruang makan..........
*******
Selesai sarapan Maria pamit keluar karna ada pekerjaan penting. Sedang kan Salsa yang dibantu Zidan kembali mencari seragam nya yang hilang. Salsa begitu penasaran, kenapa seragam nya itu bisa raib begitu saja? Zidan hanya bisa menuruti saja, pura-pura membantu mencari, agar tidak di curigai.
"Mas, anterin aku keluar," pinta Salsa.
"Kemana?" tanya Zidan.
__ADS_1
"Beli seragam baru, aku besok harus sekolah!" jawab Salsa penuh semangat.