
"Saya tidak pernah menyuruh dia datang kesini," kesal zidan yang hendak berjalan mendekati Rida.
"Ma-, maaf tuan ek'ke di suruh tuan Raka datang kesini, katanya ek'ke harus membuat istri tuan zidan tampil cantik malam ini," ujar Rida yang ketakutan.
Zidan menatap tajam Rida yang berdiri sedikit menunduk di belakang tubuh istrinya. Tatapan zidan membuat Rida semakin gemetar ketakutan.
"Om, kenapa sih? galak amat," kesal Salsa karna melihat Rida yang ketakutan.
"Sa-saya kenapa? Saya tidak kenapa-napa," balas zidan gugup sembari melangkah mundur.
"Kenapa om tiba-tiba datang marah-marah? Lihat tuh, miss Rida sampai ketakutan!" ujar Salsa sembari menoleh melihat Rida yang berada di belakang nya.
"Mana ada saya marah-marah, saya cuma-, saya cuma-," balas zidan ambigu.
Salsa menatap zidan dengan dahi yang berkerut.
"Heis, jangan menatap saya seperti itu," kesal zidan lalu berjalan mendekati Marni dan membisikan sesuatu, setelah itu ia kembali menaiki tangga.
"Dia siapa nyonya? kenapa dia sangat menyeramkan sekali?" ucap Rida bertanya setelah zidan pergi.
"Itu tuan Zidan miss," timpal Marni yang masih berdiri di sana.
Seketika tubuh Rida tersentak, susah payah dia meneguk saliva nya sendiri.
"Selesaikan lah cepat pekerjaan mu miss," imbuh Marni mengingatkan.
Rida pun kembali merias wajah Salsa dengan keahlian yang ia miliki. Make-up tipis bernuansa natural. Serta rambut ikal Salsa di biarkan saja tergerai bebas di punggung nya.
Di bagian depan rambut nya Rida memberikan beberapa jepitan rambut yang senada dengan warna gaunnya.
"Sudah selesai nyonya," ucap Rida sembari tersenyum puas melihat perubahan wajah cantik Salsa oleh tangan nya.
Rida lalu memberikan Salsa cermin kecil, agar ia bisa melihat perubahan wajah nya sendiri.
"Wah, apa ini aku miss," Ucap Salsa yang masih belum percaya saat pertama melihat dirinya dicermin. Salsa sedikit meraba-raba wajah nya sendiri.
"Jangan di pegang nyonya, nanti make-up nya berantakan, ek'ke juga yang susah nantinya," ujar Rida dengan nada suara khas nya.
"Coba nyonya berdiri," Rida menatap, memperhatikan Salsa dari atas sampai bawah. Saat Salsa sudah berdiri.
"Seperti nya ada yang kurang! Tapi apa ya?" imbuh Rida memikirkan sesuatu.
"Tas. ya nyonya butuh tas, agar penampilan nyonya semakin, waow,"
"Apa nyonya mempunyai tas yang senada dengan warna baju nyonya," imbuh Rida setalah memperhatikan Salsa secara detail.
"Ada, tapi warnanya hitam," balas Salsa.
__ADS_1
"Maaf nyonya, maksud miss Rida bukan tas yang biasa nyonya gunakan untuk sekolah," timpal Marni.
"Tapi, Salsa tidak mempunyai tas lain, cuma tas itu yang ada," ujar Salsa.
Seketika miss Rida menepuk jidatnya sendiri.
***
Jam setengah delapan malam zidan keluar dari kamar nya. Dengan setelan jas hitam lengkap, Zidan berjalan menuruni tangga. Kakinya terus melangkah ke ruang utama mension. Disana ia melihat Salsa yang berdiri membelakangi nya dan Rida berdiri tepat di depan Salsa, sedang kan Marni berada di belakang Salsa.
"Ehem, ehem, apa pekerjaan kau sudah siap," tanya zidan pada Rida, saat sudah berada di samping Marni.
"Su-, sudah tuan," Jawab Rida yang ketakutan.
Rida meminta Salsa untuk membalikkan badan nya menghadap ke arah zidan. Perlahan Salsa mengikutinya dengan wajah yang menunduk karna malu.
"Angkat lah wajah mu nyonya," ucap Rida yang melihat Salsa hanya menunduk saja.
Salsa mengangkat wajah nya secara perlahan, ia melihat zidan yang diam terpaku menatap dirinya.
Lama zidan hanya diam berdiri menatap wajah Salsa yang ada di depan nya.
"Tuan, tuan, tuan," Terdengar Suara Rida berulang kali memanggil nya. Tapi zidan masih saja diam tanpa mengedipkan matanya.
Sembari tersenyum Rida meminta Salsa agar berdiri di belakang badan nya.
Seketika zidan tersentak, lalu Memalingkan wajah nya ke arah lain.
"Biasa saja," balas zidan dengan suara serak nya. Zidan yang saat itu seperti orang kehausan segera berjalan ke belakang.
"Perfect. nyonya lihat kan, tuan lansung terkesima melihat kacantikan nyonya." ujar Rida memuji.
Salsa hanya tersenyum kecut mendengar pujian Rida pada dirinya.
"Pokok nya nyonya harus bayar ek'ke doble," imbuh Rida yang selalu bicara dengan tangan yang melambai-lambai.
Zidan telah kembali ke ruang utama mension, ia berjalan pelan tanpa melihat ke arah Salsa.
"Apa semua sudah selesai?" tanya zidan dengan memaksakan suara tegas nya keluar.
"Semua sudah selesai tuan, cuma ada satu yang kurang," ujar Rida yang bersuara takut-takut.
"Apa itu?" tanya zidan singkat.
"Apa tuan tidak ada membelikan nyonya tas, agar penampilan nyonya lebih perfect tuan," terang Rida.
"Tas apa?" tanya zidan.
__ADS_1
"Ih, tas yang seperti ini tuan masa tuan tidak tau," ujar Rida sembari memperagakan tas branded milik nya.
"Ya sudah berikan tas kau itu pada dia," balas zidan datar.
"Tas ek'ke ini tidak cucok dengan warna gaun nyonya," terang Rida.
"Lalu bagaimana?" tanya zidan santai.
"Ya tuan harus membelikan tas yang warna nya serasi dengan gaun yang di pakai nyonya, biar kelihatan lebih cucok gitu lho!" imbuh Rida menjelaskan.
"Kau pergi membelinya sekarang," ucap zidan sembari mengeluarkan kartu hitamnya.
Rida menatap Salsa dan Zidan secara bergantian.
"Pergi sekarang," Bentak Zidan yang membuat Rida menggelinjang kaget.
"Ta-, tapi tuan-,"
"Dua puluh menit, kau tak kembali-,"
"Baik tuan," balas Rida yang lansung menyambar kartu di tangan zidan lalu berlari ke luar.
Tidak lama setelah Rida berlari keluar.
Raka yang kelihatan bingung masuk ke dalam mension.
"Selamat malam bos, selamat malam nyo-."
Sama dengan zidan, Raka pun saat pertama kali melihat Salsa setelah di makeover Rida, terlihat seperti terpukau akan penampilan baru Salsa.
Zidan berjalan mendekati Raka, menggunakan satu tangan nya menutup mata Raka, seraya membisikan sesuatu pada Raka.
"Apa kau sudah tidak ingin melihat lagi Raka?" bisik zidan, membuat Raka tersentak.
"Maaf kan saya bos," ucap Raka sembari menunduk.
"Untuk apa kau datang ke sini Raka," tanya zidan kesal.
"Maaf kan saya bos, tapi, Bukan kah tuan yang menyuruh saya datang kesin?" jawab Raka apa adanya.
"Aku menyuruh mu menunggu di luar, bukan disini," balas zidan kesal.
"Maaf kan saya bos," Sesal Raka yang sudah membalikan badan nya hendak melangkah pergi.
"Om ini kenapa sih? Dari tadi marah-marah terus," timpal Salsa.
"Kenapa dari tadi kamu selalu bertanya saya kenapa, saya kenapa. kamu bisa lihat sendiri saya baik-baik saja," gerutu zidan.
__ADS_1
"Kau, keluar sekarang juga Raka, dan kau Marni kebelakang sakarang." kesal zidan sembari memegang dahi nya.
Marni dan Raka segera meninggalkan tuan dan nyonya nya itu.