Om CEO Galak Itu Suamiku

Om CEO Galak Itu Suamiku
Kelahiran Twins


__ADS_3

"Cepat lah Jeff, kau tidak lihat istriku mau melahirkan!!!" Zidan membentak Jefri yang mengemudikan mobil.


"Baik tuan," Jefri kemudian menambah kecepatan laju mobil nya diatas kecepatan rata-rata.


"Mas. Sakit," Salsa meremas kuat paha Zidan karna tak tahan dengan rasa sakit yang begitu hebat ia rasakan.


Tampak wajah Zidan begitu panik, cemas. Namun, ia tak tau harus berbuat apa.


"Sayang, kalian jangan nakal di dalam. Kasihan mama kesakitan." ucap Zidan dengan suara bergetar, mencoba mengajak kedua bayi nya bicara sambil terus mengusap lembut perut besar itu. Berharap bisa mengurangi rasa sakit yang dialami Salsa.


Salsa berulang kali mengerang kesakitan. Setiap kali perutnya mengalami kontraksi, maka ia akan meremas kuat apa pun yang ada ditangan nya.


"Sabar sayang, sebantar lagi kita sampai di rumah sakit. " ucap Zidan sambil menyeka keringat di wajah Salsa.


Sampai di rumah sakit, Zidan menyuruh Jefri untuk memanggil tenaga medis. sementara ia menunggu Salsa di dalam mobil dengan perasaan yang begitu khawatir.


Maria dan Rita gegas mendekati mobil dimana Zidan dan Salsa berada. Maria membuka pintu kabin belakang. Melihat Salsa yang meringis kesakitan.


"Ma....... Bu.........." Zidan ingin mengadu pada kedua wanita paruh baya itu. Hatinya begitu tersayat setiap kali mendengar Salsa yang merintih kesakitan.


"Nak, berdoa lah untuk kelancaran persalinan ini, beri semangat istrimu," ucap Rita mencoba menesehati.


Tidak lama berselang pihak medis dan Jefri datang membawa brankar. Zidan lalu menggendong Salsa membaringkan nya di sana. Ia juga membantu mendorong brankar tersebut ke dalam ruang persalinan....


****


Salsa kini sudah di pindah kan ke ranjang pasien khusus persalinan.


"Nyonya, tolong angkat pahanya," pinta dokter Shifa ramah.


Salsa mengangkat kedua pahanya, lalu dokter Shifa memeriksa pembukaan leher rahim sebagai jalur lahir bayi.


"Tuan, ini baru pembukaan 4. Untuk melakukan persalinan normal kita perlu menunggu hingga pembukaan 10. Jadi untuk sekarang tuan bisa mengajak Nyonya untuk berjalan-jalan terlebih dulu. Agar pembukaan nya semakin cepat, " terang dokter Shifa.


"Gila kau! Istriku mau melahirkan malah kau suruh jalan-jalan!" bentak Zidan penuh emosi.


Salsa sedikit menyentakan tangan Zidan. Menyuruh suami nya itu diam.


"Ma-maksud saya bukan begitu Tuan. Jadi begini Tuan, dalam proses persalinan normal, ada beberapa fase yang harus di lalui oleh calon Ibu. Yang di tandai dengan pembukaan 1 sampai 10. Sekarang baru pembukaan 4, jadi kita harus menunggu sampai pembukaan sepuluh," ujar dokter Shifa menjelaskan.


"Berapa lama lagi istriku menahan sakit seperti ini?!" tanya Zidan yang masih emosi.


"Umum nya waktu pembukaan 1 sampai 10, Itu butuh waktu 8 sampai 12 jam. Namun, setiap orang berbeda-beda. Bisa lebih cepat bahkan bisa lebih lama. Mangka nya saya menganjurkan agar tuan membantu Nyonya untuk ber jalan-jalan di sekitar sini, supaya proses pembukaan nya semakin cepat. " jawab dokter Shifa.


"Terimakasih dok," potong Salsa berusaha tersenyum ramah.


"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan, Nyonya," ucap dokter Shifa.

__ADS_1


"Mau kemana kau?! " tanya Zidan menghentikan langkah dokter Shifa yang hendak keluar.


"Saya mau ke poli Obgyn Tuan. Satu jam lagi saya akan kembali lagi datang ke sini," jawab dokter Shifa.


"Iya, dok Terima kasih," ucap Salsa.


Dokter Shifa menggeleng pelan sambil tersenyum, sebelum melangkah ke luar.....


"Mas itu jangan galak-galak kenapa? Aku tu mau melahirkan. Aku takut nanti proses lahiran ku susah gara-gara orang sakit hati dengan omongan Mas," Salsa mencoba menesehatinya,


"Dan aku juga mau minta maaf sama Mas. Maafin semua kesalahan ku selama ini, yang sering membuat kesal Mas, yang sering membuat Mas khawatir"


"Sssst," Zidan menempelkan satu telunjuk nya di bibir Salsa.


"Jangan pernah bicara seperti itu Sayang." Suara Zidan terdengar bergetar lalu mencium kening Salsa.


Kemudian Salsa berusah untuk duduk.


"Kamu ngapain sayang?" tanya Zidan.


"Mas nggak dengar apa yang di katakan dokter Shifa tadi. Aku itu harus berjalan-jalan di sekitar sini, agar proses pembukaan nya cepat, " ucap Salsa.


"Tapi, perut mu itu sakit, Sayang, "


"Udah deh, Mas itu diam saja, nggak usah bawel." ucap Salsa yang merasa jengah menjelaskan pada Zidan.


"Aww! Aduh," ringis nya.


"Mas! Bantuin, " Salsa menatap Ziidan yang seperti kebingungan.


"Mas harus berbuat apa?" tanya Zidan gelagapan.


"Bantuin aku duduk," rengek Salsa.


***


Setelah beberapa jam menunggu. Akhirnya pembukaannya sudah sempurna. Dokter Shifa mempersiapkan perlengkapan medis nya.


Kedua paha Salsa sudah di buka lebar.


Zidan menyeka keringat di wajah Salsa. Serta menggenggam tangan nya untuk memberikan semangat.


"Nyonya, ikuti saya ya, " ucap dokter Shifa.


"Iya dok," sahut Salsa.


"Sekarang Nyonya tarik nafas lalu tahan, setelah itu Nyonya mengejan kuat," ucap dokter Shifa memberi arahan.

__ADS_1


Salsa melakukan apa yang di perintahkan dokter Shifa. Beberapa kali mengejan. Namun, bayi nya belum juga keluar. Hingga tenaga nya hampir habis dan pandangan mata nya semakin sayu.


Sungguh, Zidan merasa tak sanggup menyaksikan semua pemandangan ini. Jika bisa, ingin ia yang menggantikan semua kesakitan yang di rasakan Salsa.


"Nyonya, jangan tidur, terus lah berusaha," ucap dokter Shifa menyadari keadaan Salsa yang semakin lemah.


Salsa menggeleng cepat. Berusaha agar dirinya tetap tersadar. Kemudian ia mengumpulkan sisa-sisa tenaganya lalu kembali mengejan.


"Oee. Oee. Oee, "


Bayi pertama pun berhasil keluar. Nafas Salsa naik turun. Namun, ia tersenyum saat mendengar suara tangisan bayi pertamanya.


Zidan juga menyeka air mata nya ketika mendengar suara tangisan anak pertamanya. Bibir nya bergetar hebat sambil menatap wajah Salsa.


Dokter Shifa meminta Salsa beristirahat dulu. Sebelum kembali mengejan untuk melahirkan bayinya yang kedua.


"Selamat Tuan, Nyonya bayi pertama ini laki-laki," ucap dokter Shifa.


Setelah membersihkan bayi pertamanya.  dokter Shifa kembali memeriksa leher rahim Salsa. Setelah leher rahim terbuka dokter Shifa meminta Salsa untuk mengejan seperti tadi.


"Oee. Oee. Oee,"


Tangisan bayi kedua pun terdengar pecah di ruangan itu.


"Bayi kedua Tuan Perempuan," ucap dokter Shifa memberitahukan.


Zidan mencium wajah Salsa bertubi-tubi. "Sayang lihat lah, putra-putri kita sudah lahir," Zidan tersenyum bahagia ketika melihat bayi mungil nya.


"Sayang, bangun sayang. Lihat lah kamu sudah melahirkan anak-anak kita," ucap Zidan menatap istrinya penuh cinta.


Namun sayangnya Salsa yang sudah kelelahan mata nya semakin redup kemudian terpejam.


"Kenapa dengan istriku? kenapa dia diam saja? Cepat bangun kan dia!" Zidan membentak dokter Shifa yang masih memeriksa bayinya.


Dokter Shifa yang ikut cemas kemudian memeriksa denyut nadi Salsa yang berdetak lemah.


"Nyonya hanya tertidur karna kelelahan Tuan. Tunggu lah beberapa jam lagi, Nyonya akan kembali bangun," ucap dokter Shifa.


***


Setelah dua jam tertidur, Salsa kembali membuka mata. Di lihat nya Maria, Rita dan Zidan berada di ruangan itu.


"Mas, " lirih nya pelan.


Seketika semua menoleh padanya.


"Sayang, " Zidan tertawa senang lalu mendaratkan ciuman nya bertubi-tubi di wajah dan tangan Salsa.

__ADS_1


"Mas, dedek nya mana?"


__ADS_2