
Ceklek
Salsa lansung membuka pintu kamar Zidan tanpa mengetuk nya terlebih dahulu.
Zidan yang hendak mengganti celana nya tersentak kaget. "Heh, bisa tidak kalau masuk kamar itu ketuk dulu pintunya," bentak zidan yang membelakangi Salsa. Zidan menaikan kembali celananya yang tadi sudah turun sebatas paha, serta memasang kembali kancing kemeja nya Saat badannya membelakangi Salsa.
Salsa menutup mata dengan kedua telapak tangannya.
"Apa maksud om menyuruh Bi Marni memindahkan barang-barang saya kesini?" tanya Salsa yang kini sudah membelakangi zidan.
"Aku harus jawab apa? Agar dia tidak besar kepala," pikir zidan yang masih membelakangi Salsa.
"Kamar itu mau saya jadi kan gudang, untuk menyimpan barang-barang saya, kalau kamu masih mau tidur di sana tidur saja, paling nanti akan banyak tikus di kamar itu." ucap zidan datar, sembari membalikkan badannya menghadap Salsa.
"Ya sudah saya pindah ke kamar lain saja," balas Salsa.
"Tidak ada kamar kosong lagi, kamu tinggal pilih, mau tetap di kamar itu atau di sini!" tegas zidan memberi kan pilihan, sembari tersenyum sinis melihat salsa.
"Kenapa pilihan yang dia berikan selalu gak enak," batin Salsa.
"Bagaimana? Kamu mau tidur di kamar ini atau tetap ingin tidur di sana," imbuh zidan bertanya.
Salsa membalikkan badan nya, menatap seluruh isi kamar itu.
"Om, apa boleh ranjang yang di kamar itu di bawa ke sini?" tanya Salsa yang menatap zidan sembari memainkan jemarinya.
"Issh, tidak bisa. Kamu lihat di kamar ini sudah penuh," ketus zidan yang sudah menghempaskan badan nya di ranjang.
"Kamu Istirahtlah dulu, jam delapan malam kita akan pergi," imbuh zidan yang sudah berbaring di ranjang nya.
"Tapi saya tidur dimana om?" tanya Salsa.
Zidan menepuk sisi ranjang di sebelah, tanpa melihat Salsa yang berdiri menatap ke arah nya.
"Ooom, saya serius!" kesal Salsa yang mengira zidan bercanda.
"Berisik lah, cepat tidur di sini!" ucap zidan sembari menepuk sisi ranjang di sampingnya.
"Tidak mau," ucap Salsa kesal seraya membalikan badannya ke samping.
"Heis, apa yang otak kecil mu itu pikirkan, kamu kira saya senang tidur dekat mu, sudah lah tidur berisik, iler mu yang bau itu juga keluar," Sinis zidan yang masih berbaring.
__ADS_1
Wajah Salsa memerah, tangannya mengepal kuat, dada nya kembang kempis, mendengarkan kata-kata zidan itu.
"Oo-, awas saja dia," gumam Salsa
Salsa membalikan badannya mendekati ranjang zidan, tanpa merasa malu lagi dia lansung naik ke ranjang di sebelah zidan.
"Ini batas nya, awas saja om melewatinya," Kesal Salsa, dengan meletakan satu bantal guling di tengah nya.
"Cih, paling kamu nanti yang datang ke sini memeluk saya." ucap zidan yang membelakangi Salsa.
"Ish, kenapa dia selalu nyebelin," kesal Salsa menahan emosi nya.
Entah karna kelelahan Salsa akhirnya tertidur juga di kamar zidan.
-
-
Hari itu di bandara.
Seorang wanita paruh baya yang di dampingi segerombolan laki-laki berjubah hitam, keluar dari bandara international.
Di mension zidan.
Sore itu di kamar zidan, Salsa yang sudah tertidur selama dua jam, tangan dan kaki nya kini sudah memeluk tubuh zidan dari belakang. Entah kemana perginya guling pembatas yang tadi di letak kan Salsa di tengah-tengah ranjang itu. Perlahan kelopak mata Salsa terbuka, yang pertama di lihat nya punggung zidan yang di bungkus kemeja putih.
Salsa tersentak, lalu duduk mengambil bantal yang di pakai nya tadi.
"Om, om, kenapa om tidur di sini?" ucap nya yang baru terbangun sambari memukulkan bantal itu ke badan zidan.
Zidan yang tersentak, lansung duduk lalu menggunakan satu tangannya memegang tangan Salsa yang memukul nya, dan satu tangan nya lagi membekap mulut Salsa.
"Lihat ini di kamar siapa!" ucap zidan dengan suara berat nya. Kemudian melepaskan tangan nya yang membekap mulut Salsa.
Salsa memutar bola matanya melihat sekitar kamar itu.
"Tapi kenapa saya bisa memeluk om," ucap nya dengan wajah yang yang sudah menunduk.
'Heisss, yang memeluk saya itu kamu, kenapa kamu bertanya pada saya," Balas zidan sinis, yang sudah kembali berbaring membelakangi Salsa, dengan memeluk guling yang di letak kan Salsa tadi di tengah tengah ranjang.
__ADS_1
"Kenapa guling itu ada sama dia? Bukankah tadi aku letak kan di tengah-tengah," Salsa membatin.
"Sekarang kamu mandilah, dan bersiap-siap," imbuh zidan yang masih membelakangi Salsa.
Dengan rasa malu bercampur kesal, Salsa bangkit dari ranjang berjalan menuju pintu keluar.
"Kamu mau kemana?" Tanya zidan yang masih berbaring tanpa membuka matanya.
"Tadikan om suruh mandi." jawab Salsa sedikit kesal.
"Barang barang mu sudah ada di sini semua, lalu kamu mau kemana?" ucap zidan santai dengan masih berbaring.
Salsa diam seperti memikirkan sesuatu.
"Kenapa masih diam? Apa kamu mau saya yang memandikan," ucap zidan meledek Salsa.
Salsa hanya memutar bola matanya malas. Salsa berjalan ke kamar mandi, sembari berjalan tangan jahil Salsa malah menarik guling yang zidan peluk hingga membuat zidan ikut terjatuh ke bawah.
Salsa lalu berlari ke kamar mandi, dan menutup pintunya.
"Rasain tuh," gumam Salsa dari balik pintu kamar mandi sembari tertawa.
Sementara itu zidan hanya meringis menahan sakit, karna terjatuh dari ranjang ulah tangan jahil istrinya.
Selesai mandi Salsa yang hanya menggunakan handuk masih berada di kamar mandi.
"Hais, aku lupa membawa baju ganti, bagaimana cara nya aku keluar, pasti nya si om akan melihat ku nanti." gumam Salsa yang masih berada di dalam kamar mandi.
Perlahan Salsa membuka pintu kamar mandi, mengeluarkan ke palanya dari pintu yang di buka nya sedikit itu.
"Om, om, tolong ambilkan pakaian saya dong," teriak Salsa dari kamar mandi.
Zidan menoleh ka arah Salsa yang hanya tampak kepala nya saja keluar dari pintu kamar mandi.
"Baju-baju mu ada di sana," balas zidan sembari menunjuk walk-in closet yang tidak jauh dari pintu kamar mandi.
"Om jangan melihat kesini," ucap Salsa dengan penekanan, seraya mulai melangkah keluar dari kamar mandi menuju walk-in closet yang di tunjuk zidan tadi.
"Ish, kamu kira saya suka melihat badan kurus mu itu," kesal zidan lalu menutup wajah nya dengan bantal.
Salsa tidak menjawab nya, ia sibuk mencari pakaian rumahan nya di lemari itu.
__ADS_1
Salsa memilih pakaian, celana casual bahan serta baju kaos longgar yang biasa di pakai nya.
Setelah itu Salsa keluar mengusap rambut nya dengan handuk.