
Setelah Zidan membaca pesan singkat dari nomor yang tidak ia kenali itu. Wajah nya berubah cemas, tangan nya yang masih memegang ponsel bergetar.
Bagaimana bisa istri nya itu pergi? padahal ia sudah memperingat kan seluruh orang yang ada di mension agar tidak membiarkan istrinya itu keluar. Tapi, Ia teringat dengan seseorang yang di telepon Salsa tadi pagi.
Tak ingin berpikir yang bukan-bukan ia segera melakukan panggilan ke nomor yang mengirimnya pesan tadi tapi tidak ada jawaban. Kemudian ia menghubungi nomor ponsel Salsa tapi nomor istrinya itu tidak aktif.
Zidan mengusap kasar wajahnya, ia berjalan bolak-balik dengan wajah yang terlihat begitu cemas. lalu ia menghubungi nomor Raka namun sama tidak ada jawaban dari Raka. Tidak seperti biasa nya Raka akan selalu cepat menjawab panggilan telepon darinya. Untuk memestikan ia mencoba menghubungi nomor ponsel Jefri, Marni dan dan terakhir ke nomor rumah, namun tidak ada satu pun yang menjawab panggilan telepon dari nya.
Ding.
Satu pesan WA masuk ke ponsel nya. gegas ia membuka saat melihat nomor yang sama dengan yang mengirimkan nya pesan tadi.
{Segera lah datang ke cafe Sejoli, kalau kamu masih menginginkan istrimu ini, dan ingat jangan pernah mencoba menghubungi polisi}
Zidan segera membalas pesan WA itu.
{Iya aku segera kesana, jangan pernah sakiti istriku}
Tidak ingin membuang waktu Zidan segera pergi meninggalkan kantornya. Sambil mulutnya terus mengucap kan doa untuk keselamatan istrinya.
*******
Didalam mobil Lamborghini vaneno, Zidan mengendarai sendiri mobil itu menuju cafe sejoli, dengan perasaan cemas. Sesekali ia mengusap kasar wajah nya. Sungguh saat ini hatinya di selimuti rasa ketakutan. bagai mana jika orang yang mengirimkan pesan singkat itu mencelakai istri nya.
Oh Tuhan selamatkan lah istriku.
dalam hati ia terus berdoa.
Sesampai nya di cafe sejoli, Zidan memarkirkan mobil nya asal karna cafe itu memang lah terlihat sepi, hanya ada beberapa mobil saja yang terparkir di sana.
Zidan melangkah masuk ke dalam kafe yang memang tak ada terlihat satu pun pengunjung di dalam nya. wajah cemas nya masih terlihat jelas. sesekali ia melihat layar ponsel nya dengan pandangan yang terus mengedar ke seluruh sudut ruangan didalam cafe.
Ia Kembali mencoba menghubungi nomor WA yang mengirim nya pesan tadi sambil melangkah pelan dengan pandangan yang terus mengedar ke setiap penjuru ruangan.
__ADS_1
"Mas!!!" kepala Zidan lansung menoleh ke arah suara yang memanggilnya, di sudut ruangan cafe itu, Salsa berdiri sambil tersenyum, di depan spanduk yang bertuliskan Happy Birthday My Husband.
Bibir Zidan bergetar sambil mata nya terus memperhatikan Salsa, seakan ia tak percaya apa yang dia lihat. Ia membuka dan membaca kembali pesan WA yang di kirimkan seseorang tadi padanya.
"Ja-jangan bilang ini kamu yang melakukan nya Sabila," ucap Zidan dengan suara dan bibir yang gemetar. raut wajah nya pun masih terlihat sangat cemas.
"Maaf mass," Salsa berjalan mendekatinya.
"Jawab Sabila!!!! ini bukan kamu yang mengirim kan nya kan!!" suara Zidan semakin bergetar sambil memperlihatkan pesan WA itu pada Salsa. Sungguh ia tidak menyangka semua itu ulah istrinya.
"Mas, maaf," Salsa pun tidak menduga respon Zidan akan seperti itu.
"Jawab lah!!! Ini bukan kamu yang melakukan nya kan!!!"
Prang!!!!
Ponsel di tangan nya pun kini telah berserak di lantai.
Salsa yang berdiri di depan nya gemetar ketakutan dengan nafas yang mulai sesak.
"Zi!!! dia hanya ingin meminta maaf padamu mu, dan membuat kejutan ulang tahun untuk mu. Apa itu salah?" bentak Maria agar putranya sadar.
Maria sangat merasa geram dengan sifat Zidan yang tidak bisa mengontrol emosinya.
"Shitt!!! " umpat Zidan sambil mengusap wajah nya kasar, seakan ia baru tersadar akan ucapan nya tadi pada Salsa.
"Sayang, sayang maafkan mas sayang, mas hanya takut kehilangan mu," sesal nya sambil memeluk tubuh Salsa yang masih gemetar ketakutan.
*****
"Maaf kan aku mas, aku nggak ada niat sama sekali untuk membuat mas merasa khawatir," lirih Salsa yang kini sudah duduk di kursi sambil memegang segelas air putih.
"Maaf kan mas juga sayang, mas tadi begitu khawatir dengan mu, dan mas tidak pernah menyangka sedikit pun jika kamu yang melakukan ini. mas begitu takut kehilangan mu sayang," ungkap Zidan.
__ADS_1
"Mulai sekarang mas jangan pernah khawatir lagi ya. karna aku nggak akan pernah meninggalkan mas sampai kapan pun. Aku janji!" ujar Salsa sambil mengacungkan dua jari nya ke atas.
"Kamu itu terlalu benyak berjanji sayang, ujung-ujung nya kamu membuat mas khawatir lagi," balas Zidan.
"Itulah mas, aku pun bingung," ujar Salsa sambil meletakkan gelas di atas meja.
"Bingung Kenapa?" tanya Zidan dengan mata yang menyipit.
"Ya, karna ini sifat asli aku mas, sifat bawaan ku dari lahir. mas ingin tau kenapa? karna golongan darah ku itu A-B. Orang yang berdarah A-B itu cenderung memiliki perasaan lembut dan mempunyai rasa empati yang tinggi terhadap situasi orang lain. tapi itulah, orang yang berdarah A-B itu juga susah di atur, susah untuk menerima nasehat orang lain," terang Salsa yang membuat kening Zidan berkerut.
"Dan aku sangat merasa beruntung karna suamiku berdarah O," imbuh nya.
"Dari mana kamu tau golongan darah mas itu O?" tanya Zidan seperti mulai tertarik dengan penjelasan yang di paparkan istrinya.
"Ya aku tau lah, mas itu kan suami ku. Aku bisa lihat dari sikap mas yang tegas, memiliki jiwa kepemimpinan yang alami, meski terkadang bersifat arogan." jawab Salsa.
"Jadi, aku yakin mas bisa membimbing aku, mengingatkan aku jika aku melakukan kesalahan. karna aku akan selalu mengulangi kesalahan yang sama, dan tugas mas untuk salalu mengingatkan ku." imbuhnya.
"Mas sudah sering bilang pun kamu tidak mau dengar," sergah Zidan.
"Ya justru karna itulah mas harus selalu mengingatkan dan menesehati ku, jangan pernah bosan," balas Salsa.
"Iya sekali di ingat kan kamu nya menangis," cibir Zidan.
"Ya,. Kalau mengingatkan dan menesehati itu kan nggak mesti di bentak. kalau mas bentak ya aku nangis lah," sungut Salsa.
"Mas tidak akan membuat mu menangis lagi sabila, karna mas sangat mencintai mu," ucap Zidan sambil memegang ke dua tangan Salsa.
"Yes, akhirnya aku bisa kembali mendengar Kata-kata keramat itu," balas Salsa senang.
"Sekarang mas tutup mata dulu, aku ada hadiah untuk mas," pinta Salsa.
"Hadiah?" tanya Zidan dengan menyipitkan matanya.
__ADS_1
"Iya hadiah, mas kan sekarang ulang tahun," jawab Salsa.