
Di sekolah Salsa.
Satu jam sebelum bell pulang sekolah berbunyi, Salsa di panggil seorang guru untuk pergi ke kantor karna ada tamu yang ingin menjumpainya.
"Salsabila, ada seseorang yang ingin bertemu dengan kamu," ujar guru yang datang menjemput Salsa yang sedang belajar di kelasnya.
Tanpa banyak tanya, Salsa kemudian berdiri dari duduk nya lalu melangkah mengikuti guru yang sudah lebih dulu berjalan di depan.
Saat Salsa masuk ke dalam ruangan tamu yang ada di sebelah kantor ruang guru. pandangan matanya nya beradu dengan seorang wanita yang pernah ia lihat sekali, saat mengamuk di mension zidan, wanita itu sedang duduk di sofa ruang tamu di sekolah nya.
"Hai, Salsabila," sapa wanita itu saat melihat Salsa yang berdiri terpaku.
"Duduk lah, saya hanya ingin berbicara sedikit dengan mu," imbuh wanita itu yang menyuruh Salsa duduk.
Rasa nya saat itu Salsa ingin pergi dari sana, tapi tangan wanita itu memegang tangan Salsa, dan membawa nya berjalan mendekati sofa. Salsa hanya menurut dengan rasa cemas dan takut di hatinya.
"Apa kamu mengenali saya Salsa?" tanya wanita itu saat Salsa sudah duduk di sofa di depannya.
Salsa menggelengkan kepalanya cepat.
"Saya adalah tunangan zidan alvero!"
Jedar!
Tubuh salsa seketika menegang mendengarnya, dadanya terasa sesak, tapi ia masih bisa berusaha menenangkan diri nya.
"Dan kami akan segera menikah," imbuh wanita itu sembari menatap wajah Salsa yang kini sudah terlihat sedikit pucat.
"Saya tidak tau hubungan kamu dengan zidan itu seperti apa. tapi sejak kehadiran kamu, sifat zidan jadi berubah pada saya." ujar wanita itu yang semakin membuat dada Salsa semakin sesak.
"Kamu tau kan, Zidan itu siapa? kamu itu tidak akan pantas dengan dia," ucap wanita itu yang sejak tadi tidak pernah di balas Salsa. Salsa hanya tertunduk diam, melihat jemarinya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Jika kamu butuh uang. katakan! berapa yang kamu butuh kan, saya akan memberikan nya," ujar wanita itu datar tapi begitu menusuk di hati Salsa.
Merasa belum puas Wanita itu lalu mengambil ponsel nya dari dalam tas, ia mencari foto yang dulu pernah ia ambil saat menjebak zidan tidur dengan nya.
__ADS_1
"Kamu lihat lah ini, jika kamu tidak percaya hubungan saya dengan zidan itu seperti apa," ucap wanita itu sembari memperlihatkan sebuah foto yang ada diponsel nya pada Salsa.
Di foto itu terlihat zidan yang tertidur dengan seorang wanita dengan bertelanjang dada, tubuh mereka hanya di tutupi dengan selembar selimut putih.
Sesak di dada Salsa semakin menjadi, bola mata yang tadi nya hanya berkaca-kaca kini bola mata itu semakin sayu, saat melihat foto yang ada di ponsel wanita itu. tubuh Salsa melemah, bahkan untuk menopang duduk nya pun ia sudah tidak bisa. Perlahan pandangan mata nya hanya ada hitam.
Buuk!
Tubuh Salsa jatuh di sandaran sofa, dengan wajah yang sangat pucat. Wanita itu tersenyum puas melihatnya.
Wanita itu lalu pergi setelah mengatakan pada Guru, keadan Salsa yang saat ini tidak sadarkan diri karna penyakitnya kambuh.
Para guru segera membawa Salsa ke ruang U K S.
***
Bell pulang sekolah sudah 15 menit yang lalu berbunyi, namun jefri yang menunggunya di luar sudah mulai resah. Tidak seperti biasa nya Salsa keluar sangat lama. Di parkiran sekolah itu hanya ada beberapa mobil dan beberapa sepeda motor yang masih terparkir.
"Apa aku cek saja ke dalam!" batin Jefri.
Jefri mencari ruang guru untuk ia bertanya keberadaan Salsa.
"Permisi, saya mencari Salsabila murid sekolah di sini. apa dia sudah pulang?" tanya Jefri pada seorang perempuan yang masih berada di ruangan guru.
"Apa yang anda maksud Salsabila anak 12 IPA?" jawab guru permpuan itu memastikan.
"Iya," jawab Jefri, yang sebenarnya tidak tau jurusan dan kelas berapa Salsa saat ini.
"Sekarang Salsabila ada di ruang UKS, maaf anda siapa nya Salsa?" tanya guru perempuan itu.
"Saya supirnya," jawab Jefri datar.
"Oo, baiklah," Perempuan itu pun mengantarkan Jefri ke ruang U K S.
Setelah masuk ke ruangan U K S itu Jefri melihat Salsa yang terbaring di ranjang. di sana juga ada dua orang guru serta juga ada Santi dan Rendi, yang duduk tidak jauh dari tempat Salsa berbaring.
__ADS_1
Jefri lalu menanyakan pada salah satu guru. apa penyebab Salsa pingsan.
Kemudian Jefri menelpon Zidan.
"Tuan, nyonya Salsa pingsan di sekolah, dan sampai sekarang masih belum sadarkan diri." ucap Jefri memberi laporan pada Zidan saat sambungan telepon nya terhubung.
"Kau tunggu.aku disana," balas Zidan, lalu mematuskan sambungan teleponnya.
***
Dua puluh menit kemudian Zidan datang dengan wajah yang begitu cemas. Tanpa mengatakan apa-apa, zidan lansung menggendong tubuh Salsa, lalu melangkah lebar, pergi meninggalkan ruangaan itu.
Rendi hanya mengepalkan tangan nya melihat zidan yang membawa Salsa pergi. Sedangkan santi dan Jefri mengekori langkah Zidan di belakang. Santi yang membawa tas sekolah Salsa setengah berlari mengejar langkah zidan yang begitu cepat. Sampai di luar, Jefri membukakan pintu kabin belakang mobil.
Dengan hati-hati zidan membawa Salsa masuk ke dalam mobil. Santi yang mengekori mereka sejak tadi hanya melihat mobil itu melaju membawa Salsa pergi.
"Semoga kamu baik-baik saja Sa," gumam Santi yang sejak tadi khawatir.
Di dalam mobil yang di kendarai Jefri, zidan yang duduk di kabin belakang masih memangku Salsa dengan wajah yang begitu cemas.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya zidan pada Jefri dengan suara berat nya.
"Maaf tuan, menurut guru yang saya tanyakan tadi,. Sebelum nyonya pingsan, nyonya tadi bertemu dengan seorang wanita yang mengakui Sepupu dari nyonya," jawab Jefri.
"Kau telepon si Raka, suruh dia mencari tau siapa wanita itu. suruh juga dia menelpon dokter untuk datang ke mension sekarang juga," perintah zidan pada jefri.
"Baik tuan," balas Jefri.
Jefri lalu menelpon Raka dan memasang handset tanpa kabelnya di telinga.
"Halo tuan Raka, tuan Zidan menyuruh anda mencari tau siapa wanita yang menemui nyonya di sekolah nya. Serta tuan menyuruh anda menelpon dokter untuk segera datang ke mension," ucap Jefri saat sambungan telepon nya mulai terhubung.
Kemudian sambungan telepon itu terputus.
Mobil yang di kendarai Jefri kini sudah berada di mension. dengan sangat hati-hati Zidan turun dengan menggendong tubuh Salsa. Zidan berjalan cepat masuk ke dalam mension menaiki tangga sebelum sampai di dalam kamarnya, Zidan lalu membaring kan tubuh Salsa di ranjang.
__ADS_1
Wajah nya begitu terlihat khawatir, saat menunggu dokter datang.