Om CEO Galak Itu Suamiku

Om CEO Galak Itu Suamiku
Tidak fokus.


__ADS_3

Kurang lebih selama satu jam, Zidan dan Salsa saling bergelut meraih puncak kenikmatan. Setelah selesai menuntaskan hasrat nya, Zidan mencium kening Salsa,lalu ia menggulingkan badannya kesamping yang tadinya menindih tubuh Salsa.


Nafas mereka masih saling berpacu, dengan dada yang kembang kempis, setelah saling melepaskan kenikmatan.


Salsa menatap Zidan dengan penuh cinta, sembari satu tangan meraba-raba wajah tampan suaminya itu


"Apa saya sudah boleh tidur Mas?" tanya Salsa sengaja menggoda Zidan.


"Ya tidur saja," balas Zidan singkat tanpa membuka matanya. Entah ia masih merasa kelelahan, entah merasa malu dengan tatapan istrinya.


Salsa semakin menggoda suami nya yang masih memejamkan mata itu. rabaan nya kini turun ke dada bidang suami nya, yang di tumbuh rambut-rambut alus di tengah nya.


Zidan menangkap tangan Salsa yang bermain di dadanya.


"Tidur lah," ucap Zidan tanpa membuka mata.


"Tuh, kan! Mas nya gitu. Udah dapat enak saya di tinggal tidur," ledek Salsa semakin menggoda.


Zidan hanya diam dengan mata yang masih terpejam, satu tangan nya masih memegang tangan Salsa, yang tadi bermain di dada nya.


"Besok saya tidak mau lagi lah," imbuh nya sengaja merajuk.


Zidan lansung membuka mata. Kedua pandangan mereka pun kini saling bersitatap.


"Gitu dong!" ucap Salsa yang tersenyum manis pada nya.


*


Pagi hari nya.


Salsa sudah rapi dengan seragam putih Abu-Abu nya, begitu pun Zidan yang sudah lengkap menggunakan setelan Jas dengan warna Abu-abu arang.


Mereka kini sudah berada di meja makan untuk sarapan. Zidan sudah duduk di kursi tempat nya biasa, sedangkan Salsa masih berdiri di samping meja, menyendok kan makanan kepiring untuk Zidan. Mereka kadang saling pandang dan saling tersenyum meski masih terlihat kikuk.


Raka datang berjalan tergesa-gesa mendekati Zidan. Lalu ia membisikkan sesuatu pada Zidan.


Tubuh Zidan seketika menegang setelah mendengar kan kata-kata yang di bisikkan Raka.


"Ada apa Mas?" tanya Salsa, yang melihat perubahan raut wajah Zidan.


"Tidak, tidak ada apa-apa," balas Zidan yang berusaha tetap tenang. Tapi Salsa malah mengernyit kan dahi nya, menatap Zidan dan Raka secara bergantian.


"Abang, ada apa?" tanya Salsa pada Raka, karna ia merasa ada sesuatu yang telah terjadi.

__ADS_1


"Tunggu aku di luar Raka," ucap Zidan tanpa melihat Raka yang berdiri di sampingnya.


"Baik bos," jawab Raka yang lansung melangkah pergi dari sana.


"Mas sebenarnya ada apa?" kekeh Salsa yang masih ingin tau.


"Tidak ada apa-apa. Cepatlah sarapan, sebentar lagi saya akan meeting," balas Zidan sembari melihat jam di pergelangan tangan nya.


**


Salsa lebih awal sampai di sekolah nya, diantar oleh Raka dan juga Zidan di dalam satu mobil yang sama. Sedangkan mobil yang dikendarai Jefri mengikuti mereka dari belakang.


Setelah mencium punggung tangan Zidan Salsa turun dari mobil. Ia lansung masuk ke dalam pekarangan sekolah.


Setelah itu Raka lansung memutar balik mobil nya. melaju dengan kecepatan kilat.


Zidan berjalan dengan cepat, masuk kedalam bangunan berlantai dua, dengan puncak pagar nya yang di pasang kawat berduri. Ia berjalan masuk ke dalam ruangan yang banyak terdapat monitor besar di dalam nya.


"Periksa semua rekaman CCTV, di saat kejadian," titah Zidan pada sesorang yang berada di dalam.


"Maaf tuan, kami sudah melakukan nya, tatapi orang itu sangat pintar, ia meretas dan melenyapkan rekaman satu jam sebelum kejadian."


"Shitt......, siapa yang telah berani melakukan ini?" ucap Zidan dangan penuh amarah.


"Kenapa kalian semua bisa tidur secara bersamaan? tanpa ada satu pun yang berjaga," tanya Zidan dengan amarah nya.


"Maaf tuan, tapi malam tadi kami benar-benar di serang rasa kantuk semua, tanpa kami bisa menahan nya," ujar orang itu.


"Apa saja yang mereka bawa?" tanya Zidan.


"Beberapa unit senjata api lengkap dengan amunisinya, dan juga tawanan tuan yaitu nona Niken," jawab orang itu.


"Mereka membawa Niken?" tanya Zidan yang tidak percaya.


"Betul tuan. Saya rasa karna tempat penyimpanan senjata kita, yang juga ada di ruang bawah tanah, otomatis mereka melihat nona niken saat mengambil senjata-senjata yang ada di sana," terang orang itu menjelaskan.


***


Di sekolah Salsa.


Pagi itu, Salsa yang datang lebih awal. didalam kelas ia hanya termenung, didalam kepala nya ia masih memikirkan apa yang di bisikkan Raka tadi pada Zidan. Sampai membuat wajah suami nya itu berubah panik seketika. Pastilah ada suatu masalah yang terjadi. Di dalam mobil pun ia masih melihat rawut wajah tegang suami nya.


"Dar!"

__ADS_1


Santi yang baru datang lansung mengejutkan Salsa yang duduk termenung di dalam kelas. yang membuat tubuh nya bergelinjak keget.


"Ish.....! kamu apa-apaan sih San," sengit Salsa kesal sembari satu tangan nya memegang dada.


"Sorry, sorry, sengaja," balas Santi sembari terkekeh.


Salsa mendelik kan matanya menatap Santi.


"Ya, ya maaf deh." sesal Santi.


"Habis kamu ngapain sih, pagi-pagi udah ngelamun aja," imbuh Santi.


Salsa hanya menghela nafas nya panjang.


"Eh, ngomong-ngomong gimana latihan drama mu kemarin?" tanya Santi lagi.


"Heis, aku sampai lupa menanyakan itu pada mas tadi, bagai mana ini? nanti kalau aku tetap latihan mas pasti marah lagi! kalau aku tidak ikut latihan, aku mesti memberi alasan apa pada buk Nurmaini-," gumam Salsa di dalam hati.


"Woi......! Kan ngelamun lagi," ujar Santi.


"Ish...., kamu itu bisa gak sih, jangan ngagetin aku mulu," kesal Salsa.


"Lagian kamu nya sih? Melamun mulu, kamu mikirin apa sih?" tanya Santi.


"Gak ada mikirin apa-apa san, hanya saja kepala ku sedikit pusing," alasan Salsa.


"Pusing itu di sebab kan memikirkan sesuatu bestie," ujar Santi.


Obrolan mereka pun terhenti saat bel tanda masuk berbunyi.


****


Zidan Masih Mencari petunjuk yang di tinggalkan oleh penyusup, yang masuk ke dalam markasnya. Tapi hasil nya nihil, Bahkan jejak ban mobil di luar pun tidak ada tertinggal, semua dilakukan dengan bersih, dan rapi, Seperti di lakukan oleh orang-orang yang sangat profesional.


Zidan meninggalkan markas nya, setelah satu jam berada di sana. Ia kembali masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku tepat di belakang Raka.


"Siapa menurut kau yang melakukan itu Raka?" tanya Zidan yang menatap Raka dari kaca spion depan, saat mobil yang di kemudikan Raka sudah melaju.


"Maaf, saya tidak tau bos," jawab Raka sembari menatap Zidan dari kaca spion nya.


****


Satu jam lebih mengikuti pelajaran, Salsa akhirnya meminta izin untuk pulang, karna kepala nya yang terasa sangat pusing.

__ADS_1


Salsa meminta Jefri untuk mengantarkan nya ke kantor Zidan. Jefri tidak menyadari sebuah mobil di belakang yang mengikutinya.


__ADS_2