Om CEO Galak Itu Suamiku

Om CEO Galak Itu Suamiku
Lingerie


__ADS_3

Malam harinya. Setelah mengirim pesan pada Diana. Mata Salsa melirik Zidan yang duduk  di bangku belajar yang di gunakan nya dulu. Suaminya itu terlihat fokus mengerjakan pekerjaan kantornya yang di bawakan Raka tadi sore. Salsa tersenyum tipis lalu melangkah ke lemari pakaian, mengambil lingerie hitam yang di belikan Maria untuk nya.


Kemudian Salsa melangkah ke kamar mandi mengganti pakaian nya dengan lingerie yang  di bawanya. Ia tertawa sendiri saat pakaian minim bahan itu melekat di tubuh nya. Ini kali pertama nya menggunakan pakaian yang super sexy itu.


Dengan sedikit rasa percaya diri. Salsa melangkah keluar, berdiri di samping ranjang dengan pose yang sensual. Ia ingin melihat, apakah suami nya yang tengah sibuk itu akan mendekatinya atau memilih melanjutkan pekerjaan nya.


"Mas, " panggil nya dengan irama yang mendayu.


Zidan tidak menoleh padanya. Entah dia sedang fokus sehingga tidak mendengar. Entah memang sengaja dia mengabaikan Salsa karna sedang sibuk.


"Mas, " Salsa mengulang memanggil suami nya dengan volume yang lebih besar dari tadi.


"Iya, sayang. Kamu tidur lah dulu, nanti Mas menyusul, " balas Zidan tanpa menoleh padanya.


Namun Salsa tidak menyerah untuk menggoda suaminya.


"Mas, Mas mau nggak, "


Seketika mata Zidan membola saat melihat istri nya dengan pakaian minim bahan itu.


Seperti terhipnotis, Zidan berdiri dari duduk nya melangkah mendekati Salsa.


"Apa kamu mau menggoda Mas?" Zidan memeluk pinggang Salsa. Menarik tubuh kecil istrinya itu agar lebih mendekat lagi padanya.


"Memang nya Mas tergoda? " Salsa membalas dengan melingkar kan kedua tangan nya di leher Zidan.


"Kamu akan menyesal telah berani membangunkan harimau tidur, " Zidan lansung menerkam tubuh Salsa. Membaringkan nya seketika diatas ranjang.


"Semoga saja harimau nya tidak ompong, " Salsa semakin berani menggodanya.


"Baiklah, kamu akan merasakan, gigitan harimau ompong ini, "


***


Hari ini Diana datang menggunakan pakaian batik dan kebaya. Sama dengan pakaian yang di gunakan nya waktu pertama kali bertemu dangan Salsa.


"Silahkan duduk dulu Diana. Aku mau panggilkan suami ku dulu, " Salsa lalu melangkah menuju kamar nya.


Di dalam kamar, Zidan duduk di kursi belajar Salsa menatap layar leptop yang menyala.

__ADS_1


"Mas, lagi sibuk ya?"


Salsa mengalungkan tangannya di leher Zidan.


"Tidak juga." jawab Zidan sembari menoleh kebelakang melihat wajah istrinya.


"Teman aku sudah ada di luar, kita temui dulu yuk. Nanti terserah Mas deh mau Terima dia atau nggak,"


"Sayang,  kamu itu adalah Nyonya rumah disini. Jadi semua urusan di rumah ini kamu lah yang mengatur nya. Kamu mau memecat pelayan atau pun menerima pelayan baru itu kamu yang menentukan nya.


"Beneran Mas?! " tanya nya dengan bola mata yang berbinar.


"Tentu sayang," balas Zidan meyakinkannya.


"Baiklah. Terimakasih Mas, " Salsa mengecup bibir Zidan sekilas lalu melangkah keluar.


Setelah berada di ruang tengah. Salsa mengatakan pada Diana. Jika dia bisa bekerja di sana mulai besok. Salsa juga mengenalkan Diana pada Marni dan meminta Marni untuk menunjukkan pada Diana pekerjaan-pekerjaan apa saja yang akan dilakukan nya nanti, serta menunjukkan tempat tinggal yang akan Diana tinggali selama bekerja di mension.


Setelah selesai, Diana pun pamit pulang, dia akan kembali lagi besok dan lansung bekerja di mension sebagai pelayan. Setelah keluar dari mension Diana mengambil ponsel lalu mengetikan sesuatu setelah membuka aplikasi.


[Semua aman, tidak ada yang curiga sama sekali]  pesan itu lalu ia kirim kan ke salah satu nama di kontak ponselnya.


Tidak lama, balasan pesan pun di Terima Diana.


***


Satu minggu kemudian....


Seperti biasa, Zidan akan selalu ada di mension menemani istrinya, jika tidak ada meeting penting yang mengharuskan nya untuk datang kekantor. Ia juga menyuruh anak buah nya membayangi jika ia pergi keluar menemani istri nya. Beberapa hari ini, Ia memang memperketat pengawalan untuk istrinya.


Dia tau, Rocky saat ini pasti sedang mengintainya. Bukan ia takut untuk berhadapan lansung dengan Rocky. Hanya saja ia sangat paham dengan watak mantan sahabat nya yang licik itu......


"Pagi sayang. Pagi Zi, " sapa Maria hangat yang baru bergabung di meja makan. Salsa menoleh melihat mertuanya yang berdiri dengan menenteng koper kecil di tangan.


"Lho, kok Mama bawa koper?" Alis Salsa bertaut sambil menunjuk koper di tangan Maria.


"Hari ini mama mau ke Bali sayang. Kamu mau ikut? "


Salsa menggeleng cepat, menatap Zidan yang sedang meneguk jahe hangat yang selalu di buat kan Rita untuk nya.

__ADS_1


Maria tersenyum tipis menatap Salsa dan Zidan secara bergantian.


"Zi, apa kamu tidak mau mengajak istrimu berlibur? "


Zidan melayangkan tatapan nya pada Salsa yang duduk di sebelah Maria.


"Nggak lah Ma. Salsa lebih suka di rumah saja, " jawab Salsa.


"Oo. Baiklah sayang. Sekarang Mama harus berangkat, jika kamu butuh liburan katakan saja pada suami mu,"


Salsa mendekati Maria lalu memeluk dan mencium punggung tangan Mertua nya itu.


"Mama kapan pulang nya?"


"Besok pagi sayang. Kamu yakin tidak mau ikut?" Salsa menggeleng pelan.


"Baiklah, kalau begitu mama pergi dulu sayang," Maria mulai melangkah sambil menyeret koper kecil di tangan nya. Salsa ikut melangkah mengikuti mertua nya yang  sudah berjalan di depan.


"Ma! " panggil nya menghentikan langkah kaki Maria.


"Apa kamu berubah pikiran? " Maria berbalik badan tersenyum menatap Zidan yang ikut menoleh kebelakang melihat istrinya.


"Nggak Ma, Salsa hanya mau mengantarkan mama keluar, "


"Mama kira mau ikut, "


Maria terkekeh kecil lalu mulai melangkah keluar.


Sedangkan Zidan masih duduk di meja makan. Tanpa memperdulikan Diana yang sejak tadi memang sengaja berlama-lama berdiri disana. Setelah Maria pergi Diana pun beranjak dari sana......


***


Keesokan pagi nya. Zidan tersentak, dengan mata yang masih terpejam, ia meraba-raba sisi ranjang mencari tubuh istri nya.


"Sayang.........sayang.......... Kamu dimana? " Suaranya terdengar parau, memanggil Salsa dengan mata yang masih terpejam. Entah kenapa pagi itu mata nya sulit sekali untuk di buka.


Namun, ia memaksakan mata nya agar terbuka. Kemudian melangkah ke kamar mandi untuk mencuci muka sambil terus memanggil istrinya. Namun, tak ada sahutan dari Salsa.


Setelah itu ia melangkah ke luar kamar. Berjalan ke ruang makan hingga ke dapur sambil terus memanggil istrinya. Lagi, tak ada sahutan sama sekali dari istri nya.

__ADS_1


Di dapur. tak ada satu pun pelayannya ada di sana, tempat ia akan bertanya. Seketika ia teringat sesuatu lalu berlari keluar. Benar saja, sama halnya dengan di dapur. Keadaan di luar mension pun tak ada aktivitas. Semua pengawal nya tertidur pulas. Di tempat dan posisi yang tak wajar. Menyadari keanehan itu Zidan berlari ke dalam kamar nya mengambil ponselnya untuk menghubungi Raka.


"Raka. Cepat datang kesini! " titah nya setelah itu sambungan telepon ia putus kan.


__ADS_2