
Mobil yang di kemudikan Raka kini telah memasuki kompleks perumahan elite. Raka kemudian memakirkan mobil nya di depan sebuah bangunan berlantai dua, dimana disana juga sudah ada beberapa mobil yang sudah terparkir.
Raka segera turun lalu membuka pintu belakang mobil yang di dalam nya ada zidan dan Salsa, Zidan turun terlebih dahulu di susul Salsa di belakangnya.
Zidan masih berdiri diam, tidak jauh dari pintu mobil, menunggu Salsa kembali menggandeng tangan nya.
Tapi Salsa malah ikut berdiri diam, matanya sibuk memperhatikan bangunan mewah yang ada di depannya, sampai kepalanya mendongak ke atas menatap atap bangunan.
Raka yang seakan tau maksud zidan yang masih berdiri diam, lalu memanggil Salsa.
"Nyonya," panggil Raka sembari memberikan kode dengan mulut dan matanya, berharap Salsa paham.
"Abang kenapa?" tanya Salsa yang melihat tingkah aneh Raka yang menggerak-gerakan sudut bibirnya ke arah zidan yang berdiri di sampingnya.
Karna Salsa tidak juga paham, Raka mengganti kode lain. Raka menggunakan ke dua telunjuknya lalu saling menautkan nya, sambil memutar bola mata nya melihat zidan.
"Apaan sih bang," ucap Salsa setengah berbisik.
"Hais, kenapa nyonya tidak paham-paham," keluh Raka dalam hati.
Raka lalu mengganti dengan kode lain, ia memegang lengan kanannya sendiri dengan tangan kirinya, seraya mulut dan matanya di arahkan ke zidan.
Seakan mengerti Salsa berjalan pelan sembari menunduk mendekati zidan, dengan malu-malu Salsa meraih sebelah lengan zidan dengan ke dua tangan nya.
Zidan yang gugup, berusaha untuk tenang, meski talapak tangan nya kini sudah berkeringat.
"Mari kita masuk ke dalam bos, nyonya," ajak Raka memecah kecanggungan di antara mereka, zidan dan salsa saling pandang sebelum mulai melangkah masuk ke dalam ke diaman tuan Daniel.
***
Didalam rumah tuan Daniel.
Para tamu sudah banyak yang datang, Tampak sepasang pasangan yang sudah tidak muda lagi, menyapa ramah tamu-tamu yang datang.
Tangan salsa merangkul erat lengan zidan, berjalan diantara para tamu yang hadir. wajah nya saat itu terlihat sangatlah gugup, karna tatapan mata para tamu yang hadir tertuju padanya.
Bukan hanya tatapan saja, bahkan terdengar juga bisik-bisik diantara mereka yang masih bisa di dengar sayup-sayup oleh Salsa.
Raka memilih memisahkan diri dari zidan dan salsa, tapi mata nya tidak pernah lepas mengawasi bosnya itu dari kejauhan.
Tampak pasangan yang tidak muda lagi, berjalan mendekati zidan dan Salsa.
__ADS_1
"Selamat datang zidan Alvero," sapa ramah tuan Daniel yang sudah berada diantara mereka seraya menyalami dan memeluk zidan.
Salsa dan istri tuan Daniel juga melakukan hal yang sama, meski Salsa merasa sangat kaku dan canggung sekali, karna tidak terbiasa dengan ke biasaan seperti ini.
"Siapa gadis cantik ini zi?" Tanya istri tuan Daniel pada zidan, tapi matanya terus saja memandangi Salsa saraya tersenyum.
Zidan dan Salsa hanya diam dan saling pandang saja. Seperti tidak tau harus berkata apa
"Katakan, siapa nama mu cantik?" kini istri tuan Daniel bertanya pada Salsa, sembari membelai lembut rambut nya.
"Salsa tante," lirih Salsa pelan karna malu.
"Wah, nama dan rupa mu sangat cantik sekali," balas istri tuan Danial.
Salsa tersenyum menunduk malu, sesekali ia menatap pada zidan sembari memainkan jemarinya.
"Salsa," Sapa sesorang yang tiba-tiba datang.
Salsa melangkah mundur saat melihat siapa orang yang menyapanya. Ia berdiri di belakang zidan, dan memeluk lengan nya.
"Kenapa dengan dia? Kenapa dia seperti orang yang ketakutan?" batin zidan bertanya sendiri.
"Oo ya zi, Salsa kenalin ini Rendi keponakan tante, dan Rendi kenalin ini zidan anak teman om dan tante, dan gadis cantik itu bernama salsa," ujar istri tuan Daniel saling memperkenalkan mereka sembari tersenyum.
"Oh ya, kalian kenal di mana?" tanya istri tuan Danial berusaha mencairkan suasana.
"Kami satu sekolahan tan," balas Rendi yang masih menatap Salsa.
"Oo, jadi kalian satu sekolahan," ujar istri tuan Daniel sembari mengangguk-angguk kan kepalanya. tapi pikirannya selalu bertanya-tanya.
"Zi, Salsa kalian nikmati dulu hidangan nya ya! tante dan om mau kesana dulu," ucap istri tuan Danial seraya menarik tangan Rendi agar mengikutinya.
***
Dari kejauhan seorang wanita yang tidak menyukai kehadiran Salsa disana, hendak berjalan mendekat ke arah zidan dan Salsa. Tapi tiba-tiba tangan wanita itu di tarik seseorang terlebih dahulu dan membawanya pergi.
"Lepas Raka, lepasin aku," bentak wanita itu
Seraya menghentakkan tangan nya yang di pegang Raka.
Raka terus menarik tangan wanita itu dengan kasar, sampai tiba di luar, Raka baru melepaskannya.
__ADS_1
"Kau apa-apa'an sih Raka," bentak wanita itu sembari memegang pergelangan tangan nya yang di pegang kasar oleh Raka tadi.
"Kenapa! apa kau tidak suka?" balas Raka datar.
Wanita itu berusaha untuk pergi dari sana tapi Raka kembali memegang tangan nya.
"Lepaskan aku Raka! Aku mau pergi," bentak wanita itu lagi.
"Kau mau kemana?" tanya Raka seraya memegang kuat tangan wanita itu.
"Bukan urusan kau, dan jangan kau sibuk mengurusi urusan ku," bentak wanita itu yang berusaha untuk melepaskan pegangan tangan Raka.
"Kau dengar baik-baik. Selama urusannya dengan bos, itu adalah urusan ku," balas Raka dengan penekanan.
"Cih, mati saja kau Raka, semua ini gara-gara kau zidan kehilangan sahabat, dan gara gara kau juga sampai sekarang zidan bersikap dingin pada ku," umpat wanita itu.
"Siapa yang kau bilang sahabatnya? Apa selingkuhan mu itu?" ejek Raka bertanya.
"Kalau bukan gara-gara kau, zidan tidak akan tau semua ini. Kau memang brengsek Raka," Cerca nya dengan emosi.
"Berarti! selama itu juga kau akan menyembunyikan nya jika tidak ketahuan? Hei, kau kira bos itu bodoh, bahkan bos sendiri lah yang menyuruh aku untuk mengawasi kalian," sinis Raka menjelaskan.
"Kau dengar Raka, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan zidan kembali, dan dia hanya milik ku, tidak ada seorang pun yang bisa memiliki nya selain aku," ucap nya dengan percaya diri.
"Ya, terserah kau saja," balas Raka datar.
"Seharusnya kau bersyukur, masih di biarkan bos hidup tenang sampai sekarang ini, tidak seperti selingkuhan mu itu, yang entah dimana keberadaan nya sekarang. jadi aku sarankan mending kau kubur saja mimpi itu," imbuh Raka lalu melepaskan tangan nya.
Raka lalu pergi meninggalkan wanita itu.
"Tunggu!" ucap wanita itu yang menghentikan langkah kaki Raka.
Raka berdiri tanpa menoleh ke arah wanita itu.
"Siapa wanita yang bersama zi itu?" ucap nya bertanya.
"Bukan urusan kau, dan aku peringat kan kau! jangan pernah kau ganggu dia, karna aku, aku abang angkat nya, yang akan menjaga dia. Paham kau," jawab Raka menegaskan.
Raka kemudian melanjutkan langkah nya meninggal kan wanita itu.
"Kita lihat saja," gumam wanita itu tersenyum licik.
__ADS_1
***
"Om pulang yuk, saya gak enak di sini," ajak Salsa yang mulai merasa tidak nyaman.