
Tenaga dalam berwarna hitam muncul dari balik kelopak matanya sendiri, ia menyerang pria iblis yang kini sedang mengejek. Seolah berkata, "Coba serang aku!", sesuai apa yang Yongchun pikirkan, tak peduli mau bagaimana pria itu akan menyerang, Yongchun tetap akan menebas kepala yang dirasa adalah kelemahannya.
“Perhatikan sekelilingmu!” pekik Yang Jian.
Terlambat sudah! Kekuatan hitam itu mencuat dari dinding goa. Melekat dan memadat jadi runcing, menusuk tubuh Yonghun seorang.
“Tidak masalah, aku benar-benar tidak bisa dilukai untuk saat ini!”
Pria iblis! Satu sebutan itu melintas dari dalam pikiran mereka. Bukan manusia jika Yonghun dapat meregenerasi dirinya. Disebabkan oleh Mata Dewa yang terkutuk, membantunya mengalahkan sesama jenis.
BRUAK!
Sesaat goa ini bergetar dari dalam. Yang kemudian dinding goa di belakang pria iblis tersebut hancur. Wang Xian dan Li Bai muncul dari jalan itu.
“Kalian, cepatlah menyingkir!”
Yang Jian berusaha memperingati apa yang mereka hadapi. Tapi insting dari inang bergerak lebih cepat, Wang Xian pun menahannya dengan tenaga dalam yang sekuat baja.
“Jangan lengah!”
Li Bai mengayunkan kipas kertas, angin dibuat secara alami namun itu bukanlah sembarang angin. Lantaran angin itu mematikan, membuat kulit pria itu terkelupas seiring waktu. Bahkan Yongchun yang hanya terkena sedikit saja, nyaris tulang putihnya terlihat.
“Kau ingin membunuhku, ya?” gerutu Yongchun. Sejak tadi emosinya tak stabil, apalagi ia merasakan apa yang dirasakan inang tak bernyawa itu.
Kesepian serta kemarahan dari sambaran api yang keluar membakar dinding goa. Yongchun menggigit bibir bawahnya, Xie Xie tampak mengamati perubahan diri Yongchun saat ini.
“Dia seperti sedang menahan rasa sakit. Tapi bukan karena serangan Li Bai yang mengenainya, 'kan? Lagipula mereka cukup dekat,” Xie Xie membatin.
Kabut malam melindunginya dan sebagian dari kabut itu menerjang lebih cepat menyerang pria iblis. Serangan lunak seperti dengan tenaga dalam Xie Xie mungkin tak mempan, namun itu hanya berfungsi menahan pergerakannya.
Yongchun dan Yang Jian sekali lagi menebas lehernya sekuat baja, benar-benar kuat seolah gunung ada di hadapan mereka.
__ADS_1
Wang Xian menggunakan ujung pedang, dengan sudut, ia memutar pergelangan tangan lalu menyerang dengan menusuknya berkali-kali. Terlihat, kulit, daging dan darah berceceran keluar saat Wang Xian menyerang hanya dengan pola yang sama.
Sungguh hebat untuk Pemimpin Wang Xian, berada di posisi pertama bukan hanya sekadar pajangan belaka. Ia kuat dari fisik dan mental, tenaga dalam yang transparan tanpa warna sedikit pun membuat mereka ragu, apakah perlu ikut campur?
Li Bai saja sudah tidak menyerang lagi. Ia lebih memilih tuk menghindari pertarungan yang dilakukan Wang Xian saat ini. Begitu juga dengan Xie Xie, perlahan ia melepas kabut malamnya dan napas yang tertahan itu kembali normal semula.
Juga dengan Yang Jian dan Yongchun. Mereka berdua terdiam selama beberapa waktu. Aliran tenaga dalam dari kedua mata Yongchun pun terus mengalir tak ada hentinya. Mereka memperhatikan itu, begitu juga dengan Wang Xian yang menyerang dan menghindar serangan dari lawan.
“Sia-sia aku kemari. Niatnya aku ingin memanfaatkan mereka. Tapi mereka sudah rapuh tak bernyawa. Bahkan seni iblis mereka gunakan tuk memberontak kekaisaran? Entah kenapa firasatku tidak enak, atau mungkin aku akan mengalami hal buruk lagi.” Yongchun mengeluh dalam batin.
Ada perasaan janggal menyelimuti. Namun pandangannya tak bisa ia alihkan dari kepekatan aura di dinding.
Srag!
Ujung pedang Yongchun menggores dinding goa. Merobek kekuatan serta jiwa iblis yang merasuk ke tubuh pria itu. Secara perlahan, ia menggores sampai percikan api muncul lalu terbakar secara alami.
“Pemimpin Wang, sebaiknya cepat diselesaikan saja. Tak ada waktu, sebelum dirinya meledak,” ungkap Yongchun lebih mendekat seraya ia mengusap kedua matanya yang kosong telah berlinang darah.
“Ya, Pemimpin Wang.” Yongchun tersenyum kecut membalas dengan wajah mengejek. Wang Xian menahan gejolak emosi dengan mengeratkan genggamannya pada pedang beraliran tenaga dalam.
Keduanya menyerang secara bersamaan, menusuk titik vital pada inang. Darah itu pun mengucur keluar.
“Masih berwarna darah merah yang segar. Tak kusangka apa yang kurasakan ternyata orang ini masih hidup meski iblis mendiami tubuhnya,” tutur Yongchun. Menusuknya lebih dalam dan membuat tubuh itu meronta-ronta.
“Jangan heran. Mereka mati perlahan. Kau harus hati-hati Yongchun,” ucap Wang Xian.
Terbesit dalam pikiran Yongchun, bahwa kalimat Wang Xian memperingatinya akan sesuatu.
Tubuh pria itu masih meronta-ronta. Wang Xian dan Yongchun masih menusuknya lebih dalam hingga setengah bilah pedang mereka bertemu.
Sampai ketika ringkihan dari inang terdengar oleh mereka. Tak terkecuali ketiga pemimpin kultus yang kini terdiam, mereka mendengar ringkihan itu.
__ADS_1
Rasanya sakit, itulah yang mungkin pria itu katakan.
“Jangan ragu! Yang lain juga harus membantu! Apa pun itu!” seru Wang Xian memberi perintah mereka tuk kembali menyerang.
Agar inang itu tak lagi merasa kesakitan, ia harus membunuhnya segera mungkin. Bahkan sampai api atau padatan hitam itu masih bergerak dan menutupi tubuh Wang Xian dan Yongchun bersamaan.
“Li Bai! Tak masalah jika mengenaiku atau Yongchun, serang sekuat-kuatnya dengan anginmu!”
“Baik!”
Li Bai dan Xie Xie mendukung dari belakang. Yang Jian, Yongchun serta Wang Xian pun menyerang dengan pedang mereka masing-masing.
Trak!
Serangan yang bersamaan, pedang Yang Jian justru mendapatkan posisi terburuknya sampai muncul sebuah retakan.
Seni Iblis mengamuk, tubuh baja itu kian merapuh lepuk. Tak hanya sekadar mengayunkan pedang saja, tenaga dalam mereka bersatu tuk hancurkan sosok yang merasuk ke dalam inang.
Lambat laun, sabetan pedang mereka membelahnya menjadi 3 bagian. Menghancurkan titik vital yang sebelumnya masih berdetak sebagai manusia.
“Jangan hanya berdiri saja! Cepat keluar dari sini!”
Wang Xian menyuruh mereka tuk segera pergi.
Kepekatan itu pun perlahan menghilang setelah meruntuhkan dinding goa di sekelilingnya. Goa yang cukup besar mampu dihancurkan oleh pengguna seni iblis begitu mudahnya.
Sungguh sangat disayangkan, pria yang mungkin saja dia sama kuatnya dengan para pemimpin kultus justru menyerahkan jiwanya pada iblis. Keberadaan pria itu mungkin akan lenyap di muka bumi ini, namun roh-nya terpaksa pergi entah ke mana, tapi yang pasti takkan menuju ke langit surgawi.
Dan sekarang Yongchun menjadi pusat perhatian bagi mereka. Setelah keluar dari goa, tubuhnya terasa meledak-ledak dari dalam, ia memuntahkan banyak sekali darah sampai pandangannya memburam. Seolah, "Mata Dewa yang Terkutuk", juga ikut terluka ketika sesamanya dimusnahkan.
Yongchun mengikat kembali penutup matanya lalu berkata, “Jangan terlalu membuang waktu.”
__ADS_1