Pendekar Mata Dewa

Pendekar Mata Dewa
050. Pembunuh Itu Ternyata Adalah Yuze


__ADS_3

Putri Yu Jie datang dan menghalangi pergerakan dari kedua orang itu. Baik Yongchun ataupun pembunuh bercaping, mereka sama-sama terdiam dan kaget akan keberadaan Yu Jie.


“Apa yang kau lakukan di sini, Putri? Cepat menyingkir atau dia akan melakukan sesuatu padamu!”


“Tidak!” pekik Yu Jie. Wajah yang sedang ketakutan, emosi tak stabil karena ada beberapa hal yang menganggunya lalu bimbang dengan tindakan yang saat ini ia lakukan, jelas terlihat bagi Yongchun.


Karena Yu Jie menghalangi, maka pembunuh bercaping itu mengambil kesempatannya dengan menggunakan Yu Jie sebagai sandera.


“Sudah kuduga ini akan menjadi begini. Kemarin saja, Wang Jiayi jadi sasaran.”


“Tuan Yongchun! Aku harap kau mau meninggalkan kami! Orang ini ...orang ini adalah ...” Yu Jie meragu untuk mengatakan sesuatu padanya. Sehingga lidahnya tergigit tanpa sengaja saat sebilah belati itu menggores lehernya.


“Apa yang kau katakan, Putri Yu Jie! Hei, kau juga! Cepat lepaskan dia!”


“Tidak! Orang ini adalah kakakku! Jangan lukai dia!” jerit Yu Jie.


Dalam situasi seperti ini, Yu Jie masih saja berniat menghalangi Yongchun untuk menyerangnya. Namun setelah Yu Jie mengatakan siapa pembunuh yang saat ini sedang menyanderanya, Yongchun pun melangkah maju tanpa ragu.


“Tidak! Tunggu! Tuan!”


Tidak peduli apa yang dikatakan Yu Jie, Yongchun terus melangkah maju dan membuatnya terluka sedikit demi sedikit. Tak sedikit pun emosi terpancar dari dalam dirinya saat ini, sehingga ia dengan mudahnya menebas punggung pembunuh itu.


Dengan begitu, upaya untuk menjadikan Yu Jie sebagai sandera pun berakhir lebih cepat.


“Eh?”


Putri Yu Jie menangis dan darah pembunuh itu pun terciprat ke wajahnya. Perlahan menoleh dan melihat tubuh berbalut hitam itu terbaring dengan darah menggenang.


“Syukurlah, Putri Yu Jie tidak terluka lebih parah dari ini. Mari ikut denganku,” ucap Yongchun mengulurkan tangan padanya.


“Apa yang kau lakukan?! Dia kakakku!”


Yu Jie mengamuk dan tak henti-hentinya ia menangis sebab pembunuh yang berniat melukainya itu ternyata kakaknya.

__ADS_1


“Dia masih hidup. Tenang saja, Putri Yu Jie.”


Entah karena musimnya atau memang karena Yongchun sendiri. Ia hari ini terlihat sangat dingin, tak sekalipun ia berbelas kasih pada kakak Yu Jie, sebab ia sudah tahu seberapa gilanya dia.


***


Di ruangan kediaman utama Wang.


Putri Yu Jie dan Yongchun duduk di ruangan yang sama dengan beberapa pengikut Wang serta Relia. Tidak lama setelah itu, Nia dan Bing He akhirnya datang juga.


“Kau apakan dia, kak?” tanya Nia. Bertanya apa yang dilakukan Yongchun pada Yu Jie.


“Aku menebas punggung pembunuh yang ternyata adalah kakaknya Yu Jie. Putra Kaisar Ming yang sekarang. Meskipun sebelumnya Putri Yu Jie sudah memberitahuku soal itu tapi tetap kulakukan,” ungkap Yongchun tanpa merasa bersalah.


Semua orang menatap Yongchun dengan sinis. Termasuk pengikut Wang. Berpikir bahwa pria buta ini benar-benar gila. Tidak hanya mengangkat bahkan menyerang putra kaisar sendiri.


Lagipula Yongchun bukan orang dari wilayah ini. Lalu mereka semua sudah tahu siapa Yongchun sebenarnya. Jadi untuk apa bersembunyi dalam topeng lebih lama lagi, sedangkan sebentar lagi rencana untuk menggulingkan kekaisaran akan segera terjadi.


“Maafkan aku Putri Yu Jie. Aku menyerangnya karena saat itu Putri terluka karena dia. Jadi ampunilah aku,” ucap Yongchun.


“Jangan pesimis, Putri Yu Jie. Dia juga datang untuk membunuhku dan dirimu. Takkan aku hanya diam saja seperti orang dungu yang di sana,” sindir Yongchun sembari menunjuk ke arah para pengikut Wang.


Putri Yu Jie menatap wajah Yongchun, terlihat berseri tak seperti sebelumnya yang terlihat dingin.


“Sebelum ini pun, pasti Bing He sudah mengatakan apa pesanku padamu. Pilihanmu akan menjadi penentuan akhir dari wilayah ini,” imbuh Yongchun berwajah serius.


“Apa maksudmu?” tanya Yu Jie.


Yongchun tersenyum tipis tanpa memandang wajahnya lalu berkata, “Rahasia.”


Benar-benar mencurigakan sekali. Terkadang dingin dan terkadang seperti orang polos. Pikiran Yongchun tak mudah ditebak banyak orang, karena itulah mengapa ia seringkali disebut sebagai orang yang picik.


Pesan yang dimaksud tidak lain adalah sebuah pesan untuk Putri Yu Jie. Ia bertanya apakah Yu Jie ingin hidup atau tidak, dan jawaban Yu Jie jelas bahwa ia ingin hidup dengan bebas. Karena itulah, Yongchun selalu menyelamatkan nyawanya secara tak langsung atau langsung seperti tadi.

__ADS_1


Mengecualikan Putri Yu Jie. Karena selain dia, keluarga kekaisaran yang lain termasuk Kaisar Ming juga pasti akan menjadi incaran para pemberontak.


***


Kehidupan Yuze, putra Kaisar Ming Guo tidak sepenuhnya berjalan baik sejak kecil.


Ming Fu, sebagai kaisar pertama di wilayah timur laut diberitakan sudah meninggal karena faktor usia namun itu tak sepenuhnya benar. Dulu saat Guo, anaknya berhasil merebut tahkta itu, Ming Fu dalam kondisi dengan tubuh penuh luka.


Sejak dulu Guo adalah anak yang memang pada dasarnya berkarakter jahat.


Sedangkan Yuze sendiri, ialah anak periang yang paling membutuhkan kasih sayang justru ia sia-siakan. Hanya Ibunya saja yang menyayangi Yuze pada saat itu.


Dan karena suatu hal, Guo kecewa pada anaknya dan membuat ia memilih antara dirinya sendiri atau kakeknya, Fu.


Karena desakan oleh Guo, Yuze menggenggam sebilah pedang ke hadapan kakeknya dengan gemetaran.


Padahal ia hanya ingin kasih sayang tetapi Yuze dihadapkan oleh beberapa pilihan yang sebenarnya terdengar sama. Ibu Yuze menangis dan meminta Guo untuk menghentikan tindakannya tetapi tak pernah ia dengarkan.


Hingga akhirnya Yuze melakukan pembunuhan yang tak terelakkan lagi. Karena desakan oleh Guo, mentalnya jatuh, menyebabkan Yu Ze tak waras.


Berdiri dengan napas terengah-engah menghadap jasad seorang pria tua, tubuhnya gemetar dengan sebilah pisau berlumuran darah di genggaman tangan yang kecil.


Itu adalah kejadian yang membuat Yuze tak seperti dulunya yang periang dan haus kasih sayang.


Ingatan itu masih terngiang-ngiang olehnya saat ini. Yuze bangkit begitu hal terburuk yang pernah ia alami kembali terlintas di benak, dan tanpa sadar ia menjambak rambut Yu Jie lalu mencengkram lehernya dengan kuat.


“Orang ini keras kepala!”


Yongchun mengambil tindakan, secara paksa ia mendorong tubuh Yuze bersamaan dengan mencengkram pergelangan tangannya agar Yu Jie tidak tercekik lagi.


“Relia, bawa Putri Yu Jie menjauh dari sini!”


Relia pun segera menjauhkan mereka. Yongchun menahan gerakannya sedikit demi sedikit lebih kuat seiring Yuze terus memberontak.

__ADS_1


“Hei, jangan berbuat ulah lebih jauh lagi. Bukan saatnya kau mati hari ini, tapi nanti!” Yongchun mengecamnya dengan intimidasi yang jauh lebih kuat.


Seluruh dalam ruangan pun terasa mengerikan, kepekatan hitam berupa aura milik Yongchun seketika membuat semua orang yang ada di sana tak bisa bergerak dan hanya menundukkan kepala dalam ketakutan.


__ADS_2