Pendekar Mata Dewa

Pendekar Mata Dewa
045. Pemimpin Yin Kembali Muncul!


__ADS_3

Di kediaman Zhao, Sekte Tinju Besi. Halaman yang sangat sepi, seakan tak ada orang yang menempati. Terkadang membuatnya merinding karena terlalu sepi.


Setelah pesan disampaikan oleh Yongchun, ia mampir ke tempat Zhao. Memberitahukan hal ini secepatnya.


Tak!


Secangkir kecil berisi teh hangat itu nyaris terjatuh dari tatakannya, Zhao Yun terkejut dengan apa yang barusan Li Bai katakan padanya.


“Kau bilang dia ingin kita masuk ke wilayahnya untuk memberikan sebuah pesan pada seseorang di sana?”


“Ya. Aku yakin kau juga terkejut saat mendengar hal ini. Tapi itu serius, Zhao Yun. Akan lebih baik kita segera melakukannya, karena jika tidak mungkin arah rencana ini akan terhambat,” ucap Li Bai serius.


“Tapi itu membutuhkan waktu lama untuk ke sana. Apa pesannya sungguh penting?” tanya Zhao Yun.


“Benar-benar penting atau tidaknya, kita akan tahu dari reaksi orang yang sedang kita bicarakan, Zhao Yun. Mari bergegas sebelum musim semi datang.”


***


Pesannya terdengar penting sekali sampai Li Bai yang biasanya berwajah santai pun mendadak berubah menjadi sangat serius.


Ketika Zhao Yun memberi pesan pada Li Bai, mengatakan bahwa para pemberontak itu sulit untuk ditemukan, Yongchun akhirnya memutuskan untuk mencarinya sendirian.


Mengandalkan mata yang ia punya, sehingga tak perlu bersusah payah. Namun ternyata masih saja sulit, ia menemukan jejak dari para pemberontak yang katanya ada ribuan itu. Letaknya tidak di dekat goa, ujung dari perbatasan wilayah. Letaknya justru ke arah lain yang sejujurnya sangat jauh dari daerah kekaisaran.


“Huh, jika dipikir lagi maka itu benar. Karena tak mungkin menyembunyikan ribuan orang hanya ada di dalam goa, dan bahkan goa itu saja sudah hancur,” gumam Yongchun.


Di tengah perjalanan, ia sudah sangat kelelahan karena semenjak tadi tak henti-hentinya berjalan terus-menerus.


Yang Yongchun pikir, setelah duduk bersandar pada salah satu dinding dengan tenang namun ternyata ada saja gangguan.

__ADS_1


BRUAK!


Baru saja ia menyadarkan punggung dengan tenang, seseorang tiba-tiba menghantamnya dari belakang dan membuat dinding itu hancur.


“Ya, ampun. Apakah memang takdirku yang selalu kena musibah setiap saat?” keluh Yongchun, ia masih selamat meski punggungnya sudah tidak aman.


Dari belakang, ujung mata pedang itu sampai di lehernya. Hanya tinggal satu gerakan saja sudah pasti kepala Yongchun akan terpenggal.


“Ini ...apakah Pemimpin Yin?”


Dari aura yang dimiliki oleh seseorang yang berada di belakangnya, Yongchun merasa bahwa itu adalah Pemimpin Yin. Dan benar saja, setelah itu sebuah boneka kecil berwarna putih muncul dan mencoba berbicara pada Yongchun.


“Itu benar diriku. Lalu, kenapa kau ke tempat yang sudah tak dijamah ini?” tanya boneka itu.


“Kata Pemimpin Li Bai, dia itu bisu. Aku jadi paham kenapa dia tak pernah berbicara langsung padaku.”


“Aku menemukan sisa pemberontak, tapi itu belum tentu pasti. Ngomong-ngomong seharian ini aku mencarimu. Hari ini, matahari akan tenggelam sebentar lagi. Apa boleh aku menanyakan sesuatu padamu?” tanya Yongchun yang tak bergerak sedikit pun.


“Wah, aku ingin dibunuh? Jahat sekali. Aku juga datang tanpa mengusik kalian. Malah kalian sendiri yang datang padaku dan meminta kerja sama demi wilayah ini juga,” ucap Yongchun.


“Aku tidak seperti yang lainnya. Bagiku kau adalah musuh yang seharusnya kulenyapkan.”


Kalimat demi kalimat yang diucapkan secara tak langsung itu terdengar sangat kasar sekali. Sepertinya memang dari awal tak ada harapan untuk bertanya pada Pemimpin Yin. Dia sejenis orang yang benar-benar setia pada atasan.


“Lantas, bagaimana dengan Pemimpin Yin? Aku cukup yakin, kau ini mirip denganku!” tegas Yongchun.


Ia mengeluarkan aura yang begitu besar, menunjukkannya secara langsung dan berkata bahwa mereka tidaklah jauh berbeda.


Pemimpin Yin tersentak mendengarnya, segera ia menjauh dari Yongchun dan tetap mengangkat pedang. Boneka putih itu juga mundur.

__ADS_1


“Kita sama. Kau ...pernah berurusan dengan yang namanya, "Seni Iblis", bukan?” pikir Yongchun.


Perlahan aura itu kembali mengecil dan lenyap dalam sekejap. Sebentar lagi matahari akan tenggelam, senja sudah nampak begitu jelas hari ini. Meski terasa hangat sesaat, namun di malam hari pasti akan dingin.


“Tahu apa kau?”


Sekarang boneka itu terdengar judes. Mungkin Pemimpin Yin marah karena Yongchun menyinggungnya.


“Aku hanya bertanya tentang apa yang mungkin akan terjadi padaku. Karena selama 5 tahun aku menanggung beberapa penderitaan, takut jika hal ini akan membuat segalanya jadi tambah buruk.”


“Sudah kubilang aku tidak tahu. Tidak ada yang bisa kukatakan. Meski kita sama tapi kita ada di situasi yang berbeda,” sahutnya kembali menegas.


Kini ia paham, memang sekilas terlihat sama tapi sepertinya benar apa yang dikatakan oleh Pemimpin Yin bahwa mereka ada di situasi yang berbeda saat ini.


“Baiklah, aku akan pergi. Jika bisa ikutlah denganku, Pemimpin Yin. Aku yakin kalau kita datang bersama maka akan lebih baik.”


Yongchun mengajaknya pergi bersama untuk menemui para pemberontak yang jumlahnya ada ribuan. Mereka berjalan di setapak jalan, melihat di sekitar terdapat banyak sekali emosi-emosi yang sama seperti para pemberontak yang ia temui hari itu.


Kemarahan, kebencian, dan emosi negatif lainnya itu jelas-jelas ditunjukkan pada kekaisaran. Emosi itu tersebar luas ke penjuru daerah ini.


Pemimpin Yin yang mengikutinya pun hampir senada dengan mereka. Entah apa yang membuatnya benci pada kekaisaran tapi masih saja ia setia karena sesuatu.


“Hei, aku tak mengerti. Kenapa mereka ngotot sekali untuk memerangi kekaisaran. Kalau mereka menuruti kaisar bukankah itu berarti hidupnya akan jauh lebih aman?” pikir Yongchun.


“Kau itu bodoh, ya? Kaisar Ming sekarang bukanlah Kaisar Ming yang dulu dicintai banyak orang. Bahkan sekarang, banyak penduduk yang tidak sadar bahwa upah mereka banyak dimakan olehnya. Karena itulah sebagian orang yang sadar telah memisahkan diri dari kekaisaran dan membentuk pemberontakkan.”


Jawaban yang sama. Persis seperti yang dikatakan oleh yang lainnya. Walau tak serupa, Yongchun yakin yang dimaksud oleh mereka tak jauh berbeda.


Kaisar Ming terdahulu tidaklah seperti Kaisar Ming yang sekarang, keturunannya jadi sampah begitu. Yongchun jadi paham, kenapa mereka yang berada di bawahnya dianggap paling kuat namun sebenarnya mereka tak memiliki kesetiaan untuk Kaisar sekarang.

__ADS_1


Karena mereka yang mencapai posisi 7 Surgawi adalah karena ingin menggulingkan kekaisaran yang tak becus itu sekarang. Walaupun banyak dari mereka yang memiliki rencana tersendiri.


“Aku jadi terpikirkan untuk membuat cerita tak langsung di sini. Kuharap Pemimpin Yin juga ikut andil nanti,” ucap Yongchun kepadanya.


__ADS_2